
...Bad Girl's Coming Out...
...***...
Dara melihat ke arah sekitar kantin yang ramai, dirinya baru sadar hanya meja mereka yang menjadi pusat perhatian. Dara tahu ini bukan karna hal yang biasanya dia dapat -bukan karna visual dirinya. Dara yakin ada sesuatu yang menurut mereka mengejutkan untuk dilihat. Dan Dara juga ingin mengetahuinya.
Ketika Dara ingin melihat bagaimana ekspresi yang lainnya, Dara menemukan Kaindra tengah menatapnya dengan tatapan menilai -seolah menentukan apakah Dara pantas untuk diperlakukan dengan baik.
"Kamu mau mati?" desis Hana
Dan Kaindra hanya bisa menghela nafasnya sejenak sebelum menatap Dara dengan tatapan bersahabat, tetapi Dara bisa lihat itu hanya sebuah kebohongan. Nyatanya, Dara bisa lihat senyum palsu yang ada di wajah Kaindra.
"Kalian mau pesan apa?" tanya Hana
Dara menatap Hana yang sudah berdiri menatapi mereka satu-satu, Dara bisa menangkap Hana hanya menatap Rhea sekilas saja. Sebenarnya, ada apa dengan Hana dan Rhea? Jika, dirinya membenci Rhea karna gadis itu yang sudah merebut Jason, lalu apa alasan Hana membenci Rhea? Benarkah, karna Rhea gadis imut?
"Aku mau jus stroberi saja," kata Rhea dengan pelan
Hana hanya menatapnya sekilas lalu beralih menatap Kaindra dan Dara. Dan Dara diam-diam merasa aneh begitu melihat Rhea terlihat senggan untuk berbicara dengan Hana.
"Aku sama kan saja denganmu," jawab Dara dan Kaindra bersamaan
Dara menoleh ke arah Kaindra yang juga menatapnya, terlihat jelas pemuda itu tidak suka pada Dara. Dara tidak peduli, sebenci apapun Kaindra padanya -pemuda itu tidak akan bisa membencinya karna Hana memihaknya.
"Aku akan bantu kamu, aku nggak yakin kamu bisa bawa semuanya," kata Kaindra cepat
Kaindra ikut berdiri dan menarik tangan Hana untuk memesan makanan mereka. Dan Dara yakin, Kaindra pasti sedang ingin berbincang lebih dengan Hana.
"Kamu kenal Hana sejak kapan?" tanya Rhea tiba-tiba
Gadis pucat itu melihat ke arah Dara dengan tatapan menilai yang sama dengan milik Kaindra. Dan Dara tidak terpengaruh dengan tatapan itu, dia hanya tersenyum tipis. "Aku lupa, apa itu penting untuk sekarang?"
Rhea mendengus, dan Dara masih mengendalikan ekspresinya ketika dia bisa melihat Hana dan Kaindra diam-diam mengamati mereka dari counter makanan.
"Kurasa kamu orang yang cukup mudah untuk dijadikan target," kata Rhea
Kening Dara mengerut, dia tidak mengerti dengan perkataan Rhea. Target? Cukup mudah? Apa yang tengah dibicarakan gadis pucat di depannya ini?
"Maksud kamu apa?" tanya Dara mencoba tenang
Dara melirik ke arah Hana dan Kaindra yang tengah berjalan mendekati mereka, dan Dara rasa Rhea juga tahu mereka berdua mulai mendekati mereka.
"Kamu beruntung Hana memihakmu, jika nggak mungkin aku udah bunuh kamu," kata Rhea pelan
Kuping Dara terasa bermasalah ketika mendengar perkataan Rhea tadi, Dara tidak salah dengar, kan? Rhea berniat membunuhnya? Bahkan sebelum Rhea melakukannya, Dara akan melakukannya lebih dulu.
"Apapun alasannya, kurasa nggak ada alasan buatku takut akan kalimat itu," kata Dara
Dan ketika Kaindra dan Hana sudah duduk bersama mereka, Dara menatapi Hana dengan hangat.
Hana menatapi Dara dengan penasaran, namun beberapa detik Hana seolah baru saja membaca pikiran Dara gadis itu tersenyum lebar sembari menggelengkan kepalanya. "Kamu mau keliling? Aku bakal temenin."
"Ok, makasih, Hana," balas Dara sembari memeluk Hana
Dan Dara merasa senang karna Hana tidak menolaknya kali ini, mungkin nanti -Hana akan mengomelinya. Dara masih ingat Hana bukan tipekal gadis yang suka skinship.
"Bisakah kalian hentikan itu," protes Rhea
Dara dan Hana serentak menatapnya, gadis pucat itu dengan terang-terangan menatapi mereka berdua dengan jijik. Dan Dara membulatkan matanya ketika Hana dengan tiba-tiba mencium pipinya dengan cepat. Sementara itu, Kaindra terbatuk melihatnya.
"Kenapa? Kamu iri, karna kamu nggak bisa lakuin ini, kan?" sinis Hana
Dan Dara melihat Rhea mengepalkan tangannya, bahkan gadis pucat itu menatapi Hana dengan tajam seolah ingin menerjangnya saat itu juga. Hana memilih menghiraukannya dan menatapi Kaindra sebagai gantinya.
"Kenapa nggak kamu coba lakukan sama Kai? Kulihat kalian serasi," kata Hana dengan lancar
Kaindra menatap Hana horor, lalu tersenyum aneh. Pemuda itu menatapi Rhea yang tengah menatapinya juga dengan tatapan nelangsanya. Dan Dara merasakan keanehan dalam diri Kaindra saat itu juga.
"Anata wa shitto shite imasu ka, Hana?" kata Kaindra lamat-lamat
Dan berikutnya, Hana melepaskan pelukan Dara dengan cepat lalu menatapi Kaindra dengan kesal. "Īe, yamete, subete wasurete kudasai, Kai."
Dara melongo, dia menatapi Kaindra dan Hana dengan bingung. Dara sama sekali tidak tahu apa yang mereka bicarakan, yang Dara lihat Kaindra terlihat kesal juga saat itu.
♥♥♥
Kaindra melirik ke arah Dara beberapa kali, dan Dara cukup peka jika Kaindra pasti sudah gatal ingin bertanya soal Hana. Dan karena Hana juga tidak masuk kelas sejak istirahat tadi, Kaindra pasti khawatir.
"Hana baik-baik saja," kata Dara pelan
Dan Kaindra dengan gerakan hati-hati menoleh ke arahnya. "Kamu yakin?"
Dara tersenyum tipis lalu menggeleng sekali, sebenarnya dirinya juga tidak terlalu yakin tentang keadaan Hana saat ini -dia khawatir juga. Dara menatap bu Windi yang tengah menjelaskan bahasa yang Dara sendiri sudah bosan mendengarnya -bahasa inggris. Dan Dara masih ingat jelas, Hana membenci bahasa ini jadi Dara tidak terlalu kaget jika tidak melihat Hana di kelas.
"Mau mencarinya bersamaku?" tawar Dara
Dara merasa bersalah saat memberikan tawaran itu, dia bisa saja mencari Hana sendiri tetapi ini bisa jadi kesempatan agar dirinya bisa dekat dengan Kaindra dan Kaindra juga sedang khawatir pada Hana. Jadi, apakah Dara salah dan berdosa?
Dan Dara segera berdiri ketika melihat Kaindra menyetujui tawarannya. "Bu, saya dan Kaindra mau izin keluar boleh?"
Bu Windi menatapi Dara dengan lamat, lalu setelahnya mengangguk dan melanjutkan penjelasannya tanpa menoleh ke arah Kaindra yang menatapnya terkejut. Jadi, Dara menatapi Kaindra dengan tatapan mengajak keluar saat itu juga.
"Ayo," gumam Dara, lalu gadis itu menyuruh Kaindra untuk segera berdiri dan berjalan keluar lewat tatapannya. Dan Kaindra hanya bisa pasrah saja dan melirik ke arah bu Windi dengan heran.
Dan saat mereka berdua benar-benar keluar kelas, Dara tersenyum ke arah bu Windi. Dara tahu pasti bu Windi tahu dirinya siapa sebenarnya-siapa Adara Adinata sebenarnya.
...***...