BAD GIRL'S COMING OUT

BAD GIRL'S COMING OUT
Bad Girl's Coming Out. 14



...Part.14...



Adara terus memperhatikannya, tidak ada yang berubah dari Kaindra hanya saja Adara menemukan Kaindra terlihat lebih keren dibanding kemarin. Jas almamater yang dulunya sering terkancing rapi itu sudah terbuka, jadi dia ingin memamerkan Adara sebuah karisma dari seorang Kaindra?


Dan hari ini, mereka bertiga : Adara, Kaindra, dan Jay sudah masuk ke gedung internasional. Apa mungkin karena Mr.Sam memilih bungkam untuk kasus kemarin? Tentu saja, bahkan status dia dan Kaindra sudah berbeda level. Dan tentu saja, Mr.Sam tidak mungkin bisa berceloteh tentang bagaimana gilanya Adara di sekolah, bukan?


Adara juga membiarkan saja ketika Kaindra sedari tadi tidak melepaskan genggaman tangan mereka sejak turun dari mobil Kaindra. Benar, karena hubungan mereka sudah naik level tadi pagi Kaindra dengan sigapnya datang ke rumah besar dan menjemputnya. Dan Adara rasa setiap langkah yang mereka ciptakan ketika melewati koridor yang ramai dengan murid-murid yang merayakan kedatangan Adara kembali ke gedung internasional semakin erat pula genggaman tangan Kaindra pada tangannya.


"Lo dan gue sekelas, gue juga nggak akan kabur dari lo," kata Adara pelan


Dan Adara yakin Kaindra mendengarnya walaupun koridor cukup bising dengan sorakan sambutan kepada Adara karena Kaindra justru menariknya mendekat ke arah tubuhnya dan merangkul bahunya dengan erat sebagai gantinya. Benar-benar tidak bisa dipercaya, bahkan Kaindra belum bertemu dengan teman-temannya yang tingkat kegilaannya hampir sama dengan Adara.


"Simpan energi lo, Kai. Masih ada pertarungan besar setelah ini," kata Adara


"Energi gue selalu penuh jika itu tentang lo," jawab Kaindra mantap


Dan Adara memilih membiarkannya saja lalu menatapi deretan papan di dekat pintu setiap kelas yang mereka lewati. Adara tersenyum menyeringai, dua kelas lagi dan Kaindra akan benar-benar menghadapi pertarungan yang sebenarnya.


Delapan C, Delapan D, belum sempat mereka melewati kelas delapan D sampai selesai, Adara sudah melihat mereka -teman gilanya. Adara hanya tersenyum lebar ketika melihat mereka mulai berlarian ke arahnya. Bahkan, Adara juga melihat mereka secara kompak merentangkan tangan mereka untuk menyambut Adara ke pelukan mereka.


"Gue harap lo siap dengan pertarungan ini, Kai," kata Adara


Dan Adara hanya diam saja ketika merasakan rangkulan Kaindra semakin erat walaupun begitu Adara yakin itu tidak akan cukup untuk menghadapi teman-teman gilanya yang bahkan jumlah lebih dari lima orang dan mereka juga seorang pemuda yang bahkan memiliki postur tubuh yang jauh lebih tinggi dari Kaindra.


Three, two, one -hitung Adara dalam hati


Dan saat itu juga, Adara merasakan rangkulan tangan Kaindra menghilang tergantikan dengan pengap yang memenuhi tubuhnya bahkan Adara merasa tenggalam dalam pelukan tujuh teman gilanya itu.


"Lo balik lagi, Adara!"


"Princess Adara gue balik lagi,"


"Adara, gue kangen banget sama lo,"


"I miss you my princess,"


Setelah hampir semenit, Adara baru bisa bernafas dengan baik ketika tujuh pemuda gila itu menjauh dari Adara dan menatapi Adara dengan tatapan berbinar. Dan Adara tidak menemukan Kaindra diantara mereka, dimana dia?


Belum sempat, Adara menemukan Kaindra. Leo yang berada di samping kiri Adara sudah lebih dulu merangkul bahu Adara.


"Mau kita antar ke kelas, princess," kata Leo


Adara memilih mengangguk saja, biarlah. Dia bisa bertemu dengan Kaindra di kelas nanti. Bahkan, Adara juga yakin Kaindra pasti juga tidak akan bisa mengambil alih Adara dari tujuh pemuda gila di sekitarnya itu.


***


"Lo kelihatan sangat bahagia," kata Kaindra


Adara hanya tersenyum saja, benar saja Kaindra baru masuk ke kelas setelah teman-temannya sudah pergi dari kelasnya. Bahkan, Adara juga melihat raut wajah Kaindra juga tidak berubah sampai sekarang. Benar-benar datar.


"Bukankah itu normal? Gue bertemu dengan teman gue lagi," jawab Adara


Dan Adara semakin menyukai situasi ini, bahkan kelasnya sekarang sedang jam kosong. Setidaknya, Adara bisa mempermainkan Kaindra sampai jam istirahat. Karena mungkin saat istirahat nanti, Adara akan lebih menghabiskan waktunya bersama teman-teman gilanya dan Jay tentunya.


"Teman?" ulang Kaindra


"Nggak juga, satu dari mereka mantan gue, dan empat dari mereka sepupu gue seperti Jay," jawab Adara tenang


Adara menopang kepalanya dengan tangan kanannya dan memperhatikan Kaindra dengan serius. Raut wajah Kaindra mulai mengendur dan terlihat frustasi.


"Nggak, teman gue banyak. Itu hanya sebagian saja," jawab Adara jujur


Dan Adara mulai merasakan jika Kaindra benar-benar mulai frustasi menghadapinya. Adara bangga dengan itu, ini bahkan baru permulaan. Jika Kaindra sudah frustasi beneran, nanti siapa yang akan menjadi mainan Adara? Jadi, Adara segera menegakkan punggungnya lalu menepuk bahu Kaindra sekali.


"Lo nggak perlu khawatir tentang itu, mereka cuma teman," kata Adara


Adara tersenyum simpul ketika Kaindra mulai menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tatapan frustasinya. Kenapa dia sangat frustasi? Apa dia benar-benar menyukai Adara?


"Gue juga ada teman, bisakah lo berteman dengannya juga?" kata Kaindra tiba-tiba


"Tentu saja, lo juga boleh berteman dengan teman gue seperti lo dan Jay lakukan," jawab Adara


Dan Adara mengerutkan keningnya ketika melihat Kaindra justru tersenyum geli mendengar jawabannya. Adara menatap tangannya yang disingkirkan Kaindra dari bahu pemuda itu. Ada apa ini? Dia kenapa?


"Apa lo yakin tentang itu, teman gue itu nggak sebaik gue," kata Kaindra


"Tentu, bukankah gue juga bukan orang baik," jawab Adara


Adara hanya bisa terdiam ketika melihat Kaindra ikut diam saja dan mulai menyibukkan dirinya dengan ponselnya sendiri. Memangnya teman Kaindra itu seperti apa? Seperti monster? Adara tidak akan takut jika Kaindra bermaksud untuk menakutinya. Adara sudah berteman dengan banyak macam pemuda, dan Adara yakin dia bisa menghadapinya.


***


Dan waktu yang ditunggu Adara datang, sebelumnya Adara memilih untuk meminta teman-temannya untuk tidak menemuinya sekarang dengan alasan jika Adara ada sebuah kesibukan pribadi. Dan Adara merasa lega karena mereka menuruti Adara.


Adara memperhatikan Kaindra yang tengah sibuk dengan ponselnya lalu ke arah pintu kelas mereka secara bergantian. "Kenapa dia belum datang?"


"Sebentar lagi," jawab Kaindra


Adara hanya mengangguk saja, lalu memperhatikan ponselnya. Jay mengiriminya pesan singkat.


^^^^^^Dari: Jay^^^^^^


^^^Gue bakal ke sana, ada yang ingin gue katakan ke lo^^^


Adara mengerutkan keningnya, apa yang ingin Jay katakan padanya? Apa ini berhubungan dengan Hana? Jika iya, itu berhasil membuat Adara bimbang. Mada sudah memutuskan untuk membuat dirinya mengurusi urusan dirinya sendiri dan Adara cukup ragu jika dia harus mencaritahu tentang Hana lebih lanjut walaupun dia masih cukup penasaran tentang Hana.


Dan diam-diam, sebenarnya Adara sedari tadi memikirkan gadis itu. Tujuan Adara pindah ke gedung internasional adalah untuk bertemu lebih sering dengan gadis itu -Hana.


"Dia sudah datang," kata Kaindra tiba-tiba


Adara segera mengalihkan pandangannya ke arah Kaindra lalu ke arah pintu kelas mereka. Adara menemukan Jay dan seorang gadis cantik di belakang Jay. Apa yang dimaksud Kaindra, gadis yang ada di belakang itu? Jadi, temannya bukan seorang pemuda melainkan seorang gadis?


Adara hanya memperhatikan gadis itu hingga gadis itu berada di hadapan mereka dan memeluk Kaindra dengan erat-erat tepat di depannya, Jay, dan teman sekelasnya tentunya. Adara hanya menyipitkan matanya tidak mengerti, gadis cantik itu terlihat polos dan baik lalu kenapa Kaindra mengatakan jika temannya itu bukan orang baik?


"Dia siapa?" tanya Jay


"Temannya Kai?" jawab Adara ragu


Dan Adara menormalkan matanya untuk menatap Kaindra dan gadis itu dengan tatapan biasa saja walaupun dia sedang penasaran luar biasa ketika mereka selesai berpelukan dan menatapinya dengan tatapan tidak biasa.


"Kenalin dia teman gue, Lucy," kata Kaindra


Adara hanya mengangguk saja dan memperhatikan gadis itu dengan tatapan menilai. Adara mulai menyadari sesuatu, gadis itu juga tengah menatapnya dengan tatapan menilai. Kaindra benar, temannya ini bukan orang baik. "Oh, kenalin gue Adara Adi-"


"Gue Lucy, pacarnya Kai," potong Lucy


Dan Adara hanya diam saja lalu mengangkat alisnya tertarik, dia lalu melirik ke arah Kaindra yang memperhatikannya dalam diam. "Ah, selera lo bagus juga, Kai."


***