BAD GIRL'S COMING OUT

BAD GIRL'S COMING OUT
Bad Girl's Coming Out. 12



...Part. 12...


Adara hanya diam saja, sejak kedatangannya bersama Kaindra pagi tadi. Dia memikirkan sebuah gosip apa yang akan menyebar tentang dirinya dan Kaindra nanti.


^^^Adara sudah mendapatkan pengganti Jason^^^


^^^Jason yang malang sudah dibuang dan tergantikan oleh Kaindra yang super keren^^^


^^^Si bad girl Adara membuktikan perannya dan berhasil berkencan dengan Kaindra^^^


^^^Jason menyesal, Adara sudah menggaet pacar baru yang lebih keren darinya*^^^


Adara merasa yang terakhir itu cukup cocok dan menyenangkan untuk didengar. Dan ngomong-ngomong, selama beberapa hari ini Adara tidak bertemu lagi dengan Jason dan pacarnya itu. Mungkinkah karena Adara terlalu sibuk memikirkan masalah Mada dan karmanya?


Karmanya?


Dengan gerakan perlahan, Adara menoleh ke arah sampingnya. Karmanya sudah berada sangat dekat dengannya dan juga tengah mengamatinya dalam diam sedari tadi. Adara bisa menemukan tatapan tidak terima di mata almond milik Kaindra. Dan Adara penasaran tentang itu.


"Lo mau bilang sesuatu ke gue?" tanya Adara pelan


Tangan kanan Adara masih menulis segala sesuatu yang ada di papan tulis dan Adara segera mengalihkan pandangannya ke buku miliknya takut jika nanti tulisannya tidak rapi. Dan itu berhasil membuat Adara mendengar suara dengusan dari Kaindra.


"Lo bahkan nggak mau natap gue," kata Kaindra


Adara mengangkat alisnya beberapa detik, dia tertarik dengan pembahasan apapun setelah ini asalkan itu ada Kaindra di sana. Tanpa menoleh ke arah Kaindra, Adara terus melanjutkan kegiatan menulisnya. "Gue bukan orang yang berbakat menulis tanpa lihat kertasnya. Dan gue suka kerapian."


Dan Adara kembali mendengar sebuah dengusan dari Kaindra kali ini bahkan lebih keras dan membuat dua orang yang duduk di depan mereka sempat melirik ke arah mereka berdua. Dengan sedikit tidak rela, Adara meletakkan bulpennya dan menatap Kaindra dengan serius.


"Jadi, lo mau bilang apa?" tanya Adara


Adara menatap mata almond milik Kaindra yang ikut menatapinya dengan serius walaupun tatapan tidak terima itu masih ada. Adara cukup familiar dengan tatapan semacam ini, sebuah tatapan cemburu ketika dirinya dekat dengan pemuda lain. Tetapi, Adara pikir Kaindra tidak perlu cemburu seperti ini bahkan dia belum bersua-ria dengan teman dekatnya sejak dia putus dengan Jason kecuali Jay.


Mungkin Adara akan bersua-ria dengan teman dekatnya jika dia sudah mendapatkan pengganti Jason dan tentunya harus jauh lebih baik dari Jason. Dan Kaindra mungkin juga bisa?


"I wanna kiss you," kata Kaindra pelan


Adara mengeryitkan dahinya sebentar, apa dia tidak salah dengar? Dia masih diam saja ketika Kaindra mulai memperpendek jarak pandang mereka bahkan Adara bisa merasakan deru nafas hangat Kaindra di kulit wajahnya. Adara tidak akan menghindar, dia akan melihat seberapa bad guy versi Kaindra yang akan Kaindra tunjukkan padanya.


Dan Adara masih sedikit berdrama di sini.


Dengan gerakan lamat, Adara mulai menurunkan pandangannya yang tadinya menatap mata Kaindra ke arah bibir Kaindra lalu menatap kembali mata Kaindra sembari menggigit bibir bawahnya pelan.


"You can kiss me but not now," jawab Adara


Adara dengan senyum tipis dan tatapan polosnya memberi jarak diantara mereka lalu melirik ke arah depan kelas, dia menemukan pak Sam tengah diam-diam mengamati kegiatan mereka berdua walaupun tempat duduk mereka berdua paling belakang dan sedikit potensi untuk mendapatkan perhatian dari guru kecuali kalau Adara memancing keributan.


"Mr.Sam is watching us," bisik Adara


"It's not big problems," kata Kaindra tiba-tiba


Bahkan, Adara hampir dibuat jantungan ketika Kaindra dengan tiba-tiba meraih lehernya dan mencium sudut bibir kirinya dengan gerakan yang sangat cepat. Adara hanya bisa terdiam beberapa detik, apa ini salah satu bentuk sisi jahat dari Kaindra?


Jika iya, maka Adara dalam bahaya karena Adara mulai merasakan jantungnya mulai tidak aman. Tidak hanya jantung, bahkan logika Adara mulai kacau walau hanya untuk berfikir cara membuat suasana ini tidak membuatnya rendah dan malu.


"Gue udah bilang buat nggak terkejut, kan," bisik Kaindra


***


Sepulang sekolah, Adara lagi-lagi dijemput oleh Mada. Adara masih ingat dia belum memberitahu Mada sesuatu yang penting itu namun melihat Mada sudah melajukan mobilnya bukan ke arah apartemennya dan justru ke arah rumah besar Adinata jadi Adara memilih diam. Itu artinya, mereka sudah mengabari Mada juga.


Apakah Sam kembali berulah dan melaporkan insiden kecil tadi? Sialan, apa Sam juga melihatnya? Dimana dia dicium oleh Kaindra dan apakah Mada juga sudah tahu?


"Lo kelihatan beda. Jadi, apa lo dapat karma tadi?" tanya Mada


Adara menoleh ke arah Mada dengan cepat, sial. Mada sepertinya memang seorang peramal dan sepertinya Adara harus menjauhinya mulai dari sekarang. "Gimana lo bisa tahu."


Dan Adara semakin kesal ketika melihat Mada justru melirik ke arahnya dengan senyum mengejeknya. Dengan tangan kirinya, Mada menunjuk wajah Adara dan memutarinya sekali lalu berhenti di dahi Adara dan menekannya sekali sebelum tertawa renyah.


"Lo bisa anggap gue peramal seperti dugaan lo," kata Mada


Adara mendengus keras-keras lalu menyingkirkan tangan Mada dari dahinya. Mood Adara sedang tidak baik untuk hari ini, tetapi kakaknya itu malah memperburuknya.


"Gue rasa karma lo begitu mengejutkan hari ini," komentar Mada


Adara untuk kedua kalinya mendengus lebih keras dan menatap tajam ke arah Mada yang hanya tersenyum misterius ke arah depan tanpa melihatnya sedikitpun.


"What the f*ck, he's really can't control his mouth," maki Adara


Adara memilih untuk bungkam, dia melihat ke depan seperti yang dilakukan Mada. Dia tidak tahu harus apa lagi, sepertinya dia harus menikmati perjalanan yang mungkin hanya tinggal dua menit sebelum dia dan Mada sampai di rumah besar Adinata dan mendapatkan hukuman yang tidak main-main.


Jika, Adara akan dipindakahkan dari sekolah itu maka itu adalah hukuman terburuk yang harus Adara terima tetapi Adara berdoa agar itu tidak akan terjadi padanya. Adara berharap keberuntungan memihaknya hari ini.


"Gue rasa ini berhubungan dengan karma lo," kata Mada


Dan ketika Mada memutar roda kemudi ke kanan dan Adara bisa melihat atap rumah besar Adinata yang hanya berjarak sepuluh meter dari mereka. Kenapa dua menit berlalu dengan cepat?


"Sebaiknya, lo urus karma lo dengan baik mulai saat ini, Adara. Dan gue bakal urus Hana sendiri," kata Mada


Tepat saat itu, mobil yang mereka kendarai sudah melintasi gerbang tinggi rumah besar Adinata. Dan baru detik itu juga, Adara dan Mada saliny bertatapan.


***