BAD GIRL'S COMING OUT

BAD GIRL'S COMING OUT
Bagian 01.



...Bad Girl's Coming Out...


...***...


"Kamu doa'in aku biar putus sama Jason?" tuduh Dara


Dara menyengir begitu melihat pak Bambang supir pribadinya terlihat sedikit terkejut mendengar suaranya yang agak tinggi, ini juga salah mulut Hana yang kurang ajar.


Dia menatap Hana dengan tatapan sengit. "Kamu ini sahabat aku, bukan?"


Hana mendengus keras dan masih berfokus pada ponselnya seolah omongannya tadi bukanlah hal yang kurang ajar dan perlu diperdebatkan, Hana juga tidak suka berdebat sebenarnya.


"Aku cuma bahas kenyataan yang sering terjadi buat remaja kaya kita," jawab Hana enteng


"Itu nggak bakal berlaku buat aku sama Jason," putus Dara


"Setelah aku liat Jason sama gadis lain?" gumam Hana


Dara mendengarnya dan melotot tajam ke arah Hana yang sudah menatapnya lurus dengan tatapan datar menyebalkannya.


"Atau nggak kamu putusin dia aja," kata Hana


Dara hampir saja bergerak ke arah Hana dan menjambak rambut hitam itu dengan ganas, namun pak Bambang sudah meliriknya dengan tatapan khawatir. "Non, jangan berantem. Bapak khawatir nanti kecelakaan."


"Salah Hana ini, Pak. Dia itu nyebelin banget," adu Dara


Pak Bambang hanya diam dan fokus menyetir kembali, tapi dia sempat menatap Hana dari kaca tengah di bagian pengemudi. Dan Dara tahu pak Bambang membelanya.


"Setidaknya, lebih terlihat baik daripada kamu yang diputusin sama dia, kan," gumam Hana


Dara menoleh dengan cepat dan kembali ingin menjambak rambut hitam itu tapi Hana sudah keburu menghindar. Justru Hana malah cemberut dan menepuk bahu pak Bambang sekali. "Pak, aku mau turun di sana aja."


"Dimana, Non?" tanya Pak Bambang


"Di minimarket depan itu, aku nggak mau nemenin dia kencan untuk terakhir kalinya," kata Hana


Dara melotot horor ke arah Hana yang memasang wajah kasihan padanya. "Hana!"


Dan mobil itu benar berhenti di depan minimarket sesuai arahan Hana, Dara pikir Hana hanya bercanda tapi Hana beneran turun dari mobil dan masuk ke dalam sana tanpa melirik ke belakang.


Jadi, Dara menurunkan jendela mobil dan berteriak memanggil Hana untuk kembali. "Hana! Cepat balik ke sini, jangan bercanda."


"Hana! Nanti aku nggak mau temenan sama kamu lagi," teriak Dara


Namun, Hana sama sekali tidak melirik dan masuk ke dalam minimarket dengan santai walaupun banyak mata yang menatapnya heran. Dara memilih berhenti berteriak dan dengan kesal menaikan kaca jendela mobil lalu meminta pak Bambang untuk melanjutkan perjalanan.


***


Hana tersenyum lebar melihat Jason, pacarnya itu memang tidak pernah jelek sekalipun. Lihatlah, dengan jaket denim berkaos hitam dan jeans saja Jason sudah kelihatan keren seperti anak sma. Ngomong-ngomong mereka akan jadi anak sma, mereka sudah lulus dan tinggal mencari sekolah yang mereka inginkan saja.


"Maaf, udah buat kamu lama nunggu," kata Dara


Jason hanya tersenyum simpul, dia kembali duduk dan menatapi Dara dengan tatapan tak bisa dijelaskan. Dara menatapnya curiga. Biasanya, Jason akan menarikkan kursi untuk dirinya duduk tapi sekarang tidak. Mungkin, Jason sedang kesal karena dirinya terlambat, ini karna ulah Hana juga.


"Udah pesan belum? Kamu mau pesan apa?" tanya Hana


Dia memasangkan wajah terbaiknya dan tersenyum manis ke arah Jason. Namun, Jason menatapnya tidak nyaman dan terus saja menilik ponselnya.


"Kamu kenapa? Kamu marah sama aku? Maaf, ya aku datang terlambat karna tadi sempat ber-"


"Dara," sela Jason


"Aku mau bilang hal penting ke kamu," kata Jason


Dara semakin gugup mendengarnya, Jason bahkan sudah tidak menatapnya dengan tatapan yang seperti biasanya -kelewat biasa seolah Dara adalah teman saja.


"Ada apa, Jason? Apa kamu mau sekolah yang sama denganku lagi?" tanya Dara, dia meremas jemarinya sendiri gemas.


"Kurasa Hana sudah bilang padamu, soal aku pun-"


"Ah. iya. Hana bilang kalau kamu mau pindah ke luar negeri, ya? Makanya, minta kencan hari ini," sela Dara cepat


Dara tidak akan melepaskan Jason dengan mudah, tidak akan. Jason menatapnya kasihan, bahkan pemuda tampan blesteran Jerman-Thailand itu menggigiti bibirnya sendiri dengan gemas. Dan Dara hampir ingin mencium Jason hanya dengan melihatnya saja. Salahkan, Jason yang sudah menggodanya.


"Itu juga, dan yang lebih penting," Jason mengambil nafas sekali, "aku sudah punya gadis lain. Aku mau kita putus."


Telinga Dara berdenging mendengarnya, Dara rasa seseorang baru saja meleparkan granat padanya. Dara terbatuk lalu tertawa dengan keras. "Kamu bercanda? Itu nggak lucu."


"Aku serius, aku mau putus," putus Jason


Dara berhenti tertawa seketika, wajahnya pias. Jadi, Hana benar dan dia salah. Seharusnya, dia tadi menuruti Hana -memutuskan Jason lebih dulu, setidaknya dia tidak terlihat menyedihkan.


"Gadis itu? Siapa?" tanya Dara


Jason menggelengkan kepalanya, menatap Dara serius. "Jangan ganggu dia, ini salahku."


Wajah Dara mulai memerah, dia mulai marah mendengar Jason yang membela gadis itu. Jelas saja mereka berdua yang salah.


"Tentu, ini semua salahmu," kata Dara


Jason diam saja, dia menatapi Dara dengan tatapan minta ampun. Bagi, Dara itu hanya trik agar Jason meminta Dara untuk tidak ikut campur dengan kehidupannya dengan gadis itu.


"Apa dia secantik diriku?" tanya Dara


"Serius, Dara? Apa kamu masih menginginkan dia?" -pikir Dara


"Dia lebih cantik darimu, dan aku lebih suka dia," jawab Jason mantap


Dasar sialan, Dara tidak akan membiarkannya. "Aku nggak sejelek itu!"


Dara berdiri, matanya berkeliaran mencari-cari barang yang bisa dia lempar ke wajah Jason namun tidak ada. Dan dengan keyakinan setengah sadar, Dara menampar wajah Jason dengan tangannya sendiri. Jason menatapnya marah, namun buru-buru Dara memasang wajah marahnya juga.


"Dasar! Ternyata, kamu selingkuh, huh? Dasar, cowok sialan!" maki Dara


Setidaknya, Dara merasa bangga setelah beberapa hari kemarin mempelajari bahasa keren dari Mada -kakak tersayangnya. Dan Dara lontarkan itu untuk Jason. Dia buru-buru pergi, mencoba menghiraukan tatapan tak percaya para pengunjung kafe.


Hei, Dara tidak butuh tatapan kasihan itu. Dara butuh Hana, gadis itu harus bertanggungjawab atas ini kekacauan ini semua. Dan ketika Dara berjalan mendekat ke arah pak Bambang yang sudah menunggu di parkiran, Dara menghubungi Hana. Dan tersambung dengan cepat.


"Hana, sialan! Kamu harus tanggungjawab!" teriak Dara


Dara bisa mendengar dengusan di sebrang sana dan suara kendaraan lewat, pasti gadis itu sedang jalan-jalan -di saat temannya baru saja diputuskan dan patah hati?


"Jadi, beneran? Tapi, maaf aku sibuk," jawab Hana


Dan sambungan terputus, Hana yang memutusnya. Hana sialan, dia itu temannya bukan? Dan Dara seolah diingatkan kejadian beberapa hari, dimana dia melupakan janjinya dengan Hana dan malah kencan dengan Jason.


Aish, menyebalkan. Hari yang sangat buruk.


***