
pukul 10 pagi gisca dan mama sudah berdiri di depan kantor sekretariat universitas. mereka telah mendaftarkan gisca ke kampus tersebut sebagai mahasiswi tahun ajaran baru.
usai menyelesaikan semua berkas dan administrasi, sesuai ajakan mama semalam mereka langsung melaju menuju pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.
mobil memasuki area mall, mama langsung memasuki gedung basement untuk memarkirkan mobilnya.
lalu mereka pun berjalan kedalam gedung mall.
mama gisca yang sudah cukup berumur tampak berpenampilan modis dan masih sangat cocok berjalan bersama gisca, seakan mereka adalah tante dan keponakan.
garis wajah mama yang tampak sedikit ada kerutan tertutupi oleh bedak yang dipoles diwajahnya. natural dan terlihat tidak berlebihan.
tak kalah cantik dengan gisca yang bebalut baju motif sabrina dipadu dengan rok jeans di atas lutut dengan sandal bermodel tali sampai ke tengah betis.
mereka berjalan mengelilingi mall. semua mata tampak terpesona dengan kecantikan natural gisca yang alami.
mama pun mengajak gisca memasuki sebuah toko sepatu, untuk membeli beberapa sandal dan sepatu yang akan digunakan gisca berkuliah nanti.
setelah dari toko sepatu gisca pun melihat store milik raybi. tampak sang manager berada di dalam sedang duduk di depan meja kasir mengecek pendapatan pada hari itu.
lalu gisca menoleh pada papan pengumuman yang kemarin.
ooo masih mencari spg baru toh. gumam gisca.
mereka pun memasuki store raybi, mama memilih-milihkan baju untuk gisca. tapi gisca terlihat mencuri-curi pandang terhadap raybi yang masih fokus pada komputer nya.
raybi tiba-tiba mendongak lalu pandangan mereka tidak sengaja bertemu.
deg... gisca langsung mengarahkan pandangannya ke tempat lain. kemanapun asal tak terlihat oleh raybi bahwa dia sedang memandang raybi.
raybi yang melihat gisca lalu menarik salah satu sudut bibirnya. tersenyum sarkastik.
cantik juga. guman raybi dalam hati.
gisca pun mencoba semua baju yang di pilih mama ke dalam fitting room. semuanya nampak cocok di tubuh langsing gisca. kulitnya yang putih terasa contras dengan semua warna.
"ini bagus semua ma, berarti beli semua dong." gisca tersenyum sok imut.
"iya ambil. bawa gih ke kasir". mama berjalan menuju kasir.
raybi masih berdiri di belakang meja kasir. sementara karyawannya menhitung dan merapikan baju yang dibeli mama gisca serta memasukkannya ke dalam papper bag.
gisca salah tingkah saat raybi menatapnya. sekilas dia membaca nametag yang tertulis di dada sebelah kanan raybi.
raybi mark. store manager
oohh.. jadi dia manager disini.
gisca tersenyum tipis kepada raybi. raybi pun membalas dengan senyuman yang sangat manis. menunjukan 2 lekuk lesung pipi di kiri dan kanan. binar mata yang berwarna coklat terang membuat gisca terasa terhipnotis dibuatnya.
"totalnya 4 juta 540 ribu tante.." ucap ellie sang kasir dengan ramah, menyadarkan gisca dari hipnotis raybi. mama pun mengeluarkan kartu debit dari dompetnya.
"ini belanjaannya, terima kasih. selamat datang kembali.." ujar ellie dengan senyum manis dengan kedua tangan tertangkup di depan dada.
gisca dan mama tersenyum lalu berjalan menuju keluar store.
raybi masih tampak memandangi gisca hingga keluar store sampai menghilang dari pandangannya.
***
hari sudah menunjukan pukul 4 sore. mama dan gisca pun memutuskan untuk pulang setelah puas berkeliling dan berbelanja.
tak lupa mereka pun mampir ke restoran cepat saji, membeli makanan untuk nanti makan malam dirumah.
mereka keluar gedung mall dan memasuki area basement.
gisca melihat secara sekilas. lalu membuang pandangannya kearah lain.
raybi pun melihat gisca saat gisca sedang tidak melihatnya. gisca terlihat sibuk memasukkan belanjaan nya kedalam bagasi mobil dan pura-pura tidak melihat raybi.
mobil pun melaju keluar gedung basement.
gisca hanya diam. dia terlihat lelah. dia mengecek ponsel dan melihat 5x panggilan tak terjawab dari freddy.
gisca pun menelpon.
gisca : "heii, sori ya tadi keasyikan belanja bareng mama jadi ga keangkat telpon kamu."
(mama reflek menoleh kearah gisca dan tersenyum melanjutkan mengemudi mobil)
freddy : "iya gak papa. sekarang udah dimana? aku kangen"
gisca : (tersenyum mesem-mesem) "sekarang lagi dijalan udah mau pulang."
freddy : "jadi nanti bisa datang kepesta mama papa ga? kalo kamu ga capek sih."
gisca : "jam berapa pesta nya? aku mau izin mama dulu."
freddy : jam 7 malam kok. nanti telpon aku ya bisa atau enggak nya."
gisca : "oke... yaudah nanti tepon lagi ya..bye..."
freddy : "bye sayang"
gisca memutuskan panggilannya.
"kamu mau pergi ke rumah fred? emang ada acara apa?" tanya mama langsung.
"orang tuanya kembali dari luar negri. jadi mereka ngadain pesta gitu untuk menyambut kepulangannya. fred mau ngenalin aku ke orang tua nya ma." jawab gisca panjang.
"jam berapa?" tanya mama lagi
"jam 7 an gitu kayaknya" gisca terdiam sebentar. "hmmm... aku boleh pergi ga?" tanya gisca ragu-ragu kepada mamanya.
"disana nanti ada cloi juga kok, freddy itu sepupu cloi." jelas gisca lagi.
"hmmmm..." mama tampak berpikir. sedetik, 2 detik, 3 detik mama masih diam
"boleh deh. asal jangan pulang lewat jam 10 malam yaa" mama memberi izin.
"asiikk.. oke bos. siap." jawab gisca sambil meletakkan tangan dipelipis nya tanda hormat.
***
sementara itu ditempat lain raybi dan nicole sedang berada di apartemen nicole.
mereka berdua sedang memadu kasih. layaknya orang berpacaran. mereka asyik bercumbu.
nicole dan raybi yang sedang duduk di sofa ruang tengah nicole saling merangkul, berpelukan, dan berciuman.
pagutan dari bibir raybi membuat tubuh nicole bagai tersengat listrik.
setelah berciuman cukup lama dibibir. mereka pun berhenti, raybi menatap nicole sendu, dia seakan terbawa suasana syahdu yang romantis.
lalu raybi membaringkan nicole di sofa, mengecup leher dan membuat tanda merah disana. nicole bergidik. merinding.
dan mereka pun hanyut terbawa arus yang menggairahkan.