
satu minggu sepeninggal nicole yang keluar negei bertemu orangtua nya, hari-hari raybi hanya di isi dengan antara store dan apartemennya.
sesekali dia hanya pergi ke clubbing bersama temannya untuk sekedar minum-minum saja.
malam ini raybi pun berencana pergi bersama mia. dia berjanji bertemu di salah satu club malam.
sejak pertemuan dirumah orangtua nya, mia dan raybi memang sering berkomunikasi melalui ponsel.
telpon dari mia sore tadi yang mengajaknya untuk ke club pun di iyakan segera oleh raybi.
dia bergegas pulang dari store nya dan langsung menuju ke tempat yang dijanjikan.
temaram lampu club membuat kesan gotik di dalam club tersebut. lampu warna warni yang berkelap kelip, ditambah suara alunan musik disco membuat siapa saja yang datang melepaskan segala penat yang ada.
mia telah datang lebih dulu.
dia duduk di salah satu meja sudut kiri.
dia terlihat seksi dengan dress mini nya yang berwarna hitam dan ketat.
menampilkan lekuk tubuhnya yang aduhai.
raybi datang...dan segera menghampirinya.
"hai..udah lama?" raybi menyapa dan segera duduk disampingnya.
"hai..ray... ga juga kok" seperti biasa mia mencipika-cipiki nya.
"mau minum?" tanya mia yang langsung menuangkan minuman ke gelas yang sudah tersedia.
raybi mengangguk mengambilnya.
cheeerss..... mereka pun mendentingkan gelasnya.
raybi menenggak dengan sekali tegukan. dia melihat keseliling. orang-orang sedang asyik berjoget di lantai disco.
mia menuangkan lagi. lagi dan lagi.
raybi pun meminum setiap tuangan tanpa terasa hingga sampai satu botol telah habis oleh mereka berdua.
mereka kelihatan sudah sama-sama mabuk.
raybi yang jarang minum sampai mabuk, kali ini telah kalah oleh mia. mia masih terlihat sadar walaupun sebenarnya dia pun sudah agak pusing.
raybi mengajak mia pulang. meninggalkan club tersebut.
jangan sampai kami berdua pingsan disini, pikirnya.
raybi yang berjalan sempoyongan tak mampu membawa badannya sendiri untuk berjalan normal. mia pun menggandengnya.
melihat raybi yang tak memungkinkan untuk mengendarai mobil. mia lalu memesan taksi, karna mia pun ragu untuk menyetir sendiri akhirnya mereka menaiki taksi yang sama.
mereka pulang ke apartemen raybi.
dengan susah payah mia menggandeng tubuh raybi yang berat, akhirnya mereka sampai lah di apartemen raybi. mia mendudukkan raybi di sofa. lalu mengambil air putih untuknya dan raybi agar menetralkan rasa mabuk mereka.
mia pun duduk di samping raybi. menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.
raybi menoleh kearah mia, dia memandangi mia dengan lekat. mia terlihat sangat cantik. dia menggeser tubuhnya kearah mia, mendekatkan kepala mia kearahnya. nafas mereka beradu. raybi menempelkan bibirnya ke bibir mia.
rasa mabuk yang membuat mereka setengah sadar membuat raybi mencumbu mesra mia. mia yang tak menolak pun menuntun raybi meneruskannya ke kamar. suhu tubuh yang panas membuat hasrat mereka menggebu dan bergelora.
malam yang panjang pun akan segera mereka lewati.
pagi yang cerah dengan sinar mentari yang menembus ke sela-sela tirai kamar raybi. membuat dia mengernyitkan matanya.
kepalanya sangat sakit. terasa hangover akibat mabuk semalam. raybi pum membuka matanya sambil memijit pelipisnya.
dia menoleh kearah sampingnya, terdapat mia yang sedang tertidur dengan selimut menutupi sebatas dadanya.
haahhh...jadi semalam beneran gue tidur sama mia. gue kira hanya mimpi karna mabuk.
raybi menyenggol bahu mia, membangunkannya.
"miii...mia....miiaa."
bebrapa kali raybi menggoyangkan bahu mia.
mia pun tersadar dan membuka matanya.
"hmmm ray..." suara serak bangun tidur mia malah terdengar seksi ditelinga raybi.
dia pun menarik nafasnya. melihat tubuh mia menggeliat.
"kamu ga mau pulang? ini udah jam 10 mia."
ucap raybi lembut. dia memgang rambut mia dan memainkannya.
"kepalaku masih pusing, badan ku sakit semua mengikuti permainan kamu semalaman."
"aku curiga kamu beneran mabuk, atau minum obat perangsang?" canda mia.
"hahahahah... miaaa... tapi kamu menikmatinya kan." raybi bangun menuju kamar mandinya.
"mau bermain di kamar mandi?" ajak raybi. sesungguhnya dia hanya bercanda.
"of course.." mia pun beranjak menyusul raybi.
***
bertepatan hari ini pukul 2 siang pesawat fred akan terbang menuju california bersama kedua orang tuanya.
hari yang dijadwalkan fred akan berangkat meninggalkan gisca disini.
gisca dan fred duduk diruang tunggu sembari menunggu jam keberangkatan.
sebenarnya gisca sangat sedih akan ditinggal fred untuk melanjutkan kuliah disana.
dulu 2 tahun tanpa status mereka selalu berdekatan. tapi kini setelah resmi berpacaran malah jarak yang akan memisahkan.
pinta fred sambil menggenggam tangan gisca
gisca hanya mengangguk, dia tak mampu berkata-kata.
"aku akan menyelesaikannya dengan cepat. dan segera kembali." ucap fred lagi.
"i'm promise. i will be waiting for you."
gisca memeluk fred erat. entah kapan dia akan memeluk kekasihnya ini lagi. setidaknya fred butuh waktu 4 tahun untuk menyelesaikan study nya. selama itu pula dia takkan memeluk bahkan menggenggam tangan fred lagi.
"don't cry baby.. my heart's belong to you."
fred memegang pipi gisca. dia mencium kening gisca.
"sayang..sudah waktunya.." mama papa fred menghampiri mereka. memberi tahu bahwa penerbangan akan segera.
sebenarnya orangtua fred hanya mengantar dan mengurus keperluan fred disana.
mereka akan kembali kurang lebih satu bulan setelahnya. hanya fred seorang diri yang menetap disana.
"jaga dirimu baik-baik sayang, doakan fred lancar disana" mama fred memeluk gisca.
gisca mengangguk. dan melepas pelukannya. lalu mereka pun pergi..
gisca pulang seorang diri, dia bosan sendirian. mama pun sedang tidak dirumah.
lalu gisca berinisiatif untuk membuat cake coklat kesukaanya demi menyibukkan dirinya.
dia pergi ke supermarket dekat rumahnya untuk membeli bahan-bahan cake. dia pun hanya berjalan kaki karna jarak supermarket dan rumahnya yang tidak terlalu jauh.
hanya mengenakan jaket hoddie untuk melindungi nya dari terik matahari dan celana jeans selutut serta sendal jepit, gisca berjalan seorang diri menyusuri trotoar.
hanya 15 menit dia pun sampai.
dia memilih bahan-bahan yang akan dibelinya, mengambil beberapa cemilan dan minuman dingin lalu membawanya ke kasir. membayarnya dan lekas keluar dari supermarket tersebut.
dia pun duduk di kursi pengunjung di depan supermarket tersebut.
panass banget sih hari ini.
gisca membuka minuman dinginnya dan meminumnya sampai hampir setengah.
tak lama mobil nissan juke berwarna putih memasuki area parkir supermarket tersebut.
turunlah raybi yang mengenakan pakaian santainya yang terlihat tampaaan sekaliii..
di pulang sehabis mengantar mia.
gisca melihatnya, ya.. itu raybi. gisca lalu dengan cepat memgang hp nya dan pura-pura memainkan nya agar supaya dia tak dikenali oleh raybi.
tapi gagal.
raybi sudah menghampirinya.
"giscaa...ketemu lagi..." sapa raybi sok akrab.
"eh haii mas ray" gisca hanya tersenyum.
"sama siapa? sendirian aja ya,"raybi tak nampak satu orang pun yang menemani gisca.
"hmmm iya, cuma beli cemilan ini." gisca menunjukan kantong belanjaannya.
oohh.. raybi hanya mengangguk sambil membulatkan bibirnya.
"kalo gitu mas ray aku duluan ya, silahkan berbelanja nya". gisca tersenyum di buat-buat meninggalkan raybi dan berjalan meninggalkan area supermarket
udah sering ketemu tapi masih kaku aja ni cewek..
ehh...tapi tunggu dulu. dia jalan kaki kah?
siang bolong begini?
raybi berlari mengejar gisca yang masih di depan jalan.
"giss...giscaa..."
gisca menoleh. "yaa??"
"kamu jalan kaki? yok aku anterin." tawar raybi
"hmmm gausah mas, rumah aku deket kok paling cuma 15 menit." tolak gisca halus.
"kamu ga liat hari ini panas banget, nanti muka cantikmu gosong loh. udahlaa ayokk..."
raybi memaksa.
"eh tapi mas..." raybi langsung menarik tangan gisca ke arah mobilnya. dan masuk.
raybi langsung membawa mobilnya keluar meninggalkan area supermarket.
"oh iya rumah kamu dimana?" tanya raybi tanpa menoleh pada gisca.
"ikutin aja jalan utama ini, terus belok kiri."
singkat padat dan jelas.
bukannya ni orang katanya mau belanja ya tadi, kok malah nganterin aku pulang."
tanya gisca dalam hati.
yang tentu saja tak dapat dijawab oleh raybi.
sampailah mereka di depan rumah gisca. gisca pun turun.
"makasih ya mas ray udah repot-repot nganterin pulang. maaf ga bisa nawarin masuk. soalnya mama lagi ga ada dirumah." gisca tersenyum.
"iya ga papa. mungkin lain kali. bye gis.." raybi pun memutar mobilnya dan meninggalkan perumahan gisca tersebut.