
setelah semalam telah terjadi 'sesuatu' di antara mereka, hari ini gisca dan raybi pun kembali melakukan aktivitas mereka seperti biasanya.
hanya saja gisca agak terlihat canggung saat bertemu muka dengan raybi di store.
gisca masih merasa malu bila ia bersitatap dengan raybi.
terbukti saat raybi mengajaknya untuk beristirahat bersama, gisca menolaknya dengan alasan akan memesan makanan secara online.
raybi yang menyadari perubahan itu terlihat merasa bersalah, dia tak enak hati. tapi dia juga tak bisa membicarakannya karna gisca tak ingin membahas itu sekarang.
gisca pun beristirahat seorang diri di dalam ruang karyawan setelah makanan yang ia pesan tiba.
ia pun memainkan ponsel dan ingin menelpon freddy. entah mengapa dia sangat merindukan laki-laki itu sekarang.
freddy : "haloo sayang. tumben telpon di jam segini."
gisca : "emang ga boleh ya, aku kangen"
freddy : "aah my sugar.. me too honey."
gisca : "kamu kapan pulang?"
freddy : "bulan depan sayang. pas liburan semester"
gisca : "serius?? nanti bohong, kamu bilang semester tahun depan baru bisa"
freddy : "gimana aku ga mau pulang coba, pacar aku udah rindu berat"
gisca : "hahaha bisa aja, tapi beneran ya. i really miss you so bad"
freddy : seriously honey... mau oleh-oleh apa?"
gisca : "ga mau apa-apa cuma mau kamu"
freddy : "hahahh beneraaannn??"
gisca : "iya sayangg.."
freddy : "yaudah nanti aku bungkusin diriku sendiri untuk kamu"
gisca : "hahaha.. udah ya, jam istirahat hampir habis nih. bye bye. miss you sooo muucchh"
freddy : "bye sayang, miss you too"
panggilan berakhir.
gisca meletakkan ponselnya dan memakan kembali makanannya. dia melihat jam di tangannya masih tersisa 15 menit lagi sebelum jam istirahat berakhir.
ia lalu memainkan ponselnya lagi melihat grup whatsapp genk nya
gisca : heyyy.... whatsuppp guurlsss. kapan balik lo semua. sepi ni gue
jennie : seminggu lagi beebbss
cloi : ga mau pulaangg.. disini indah...
risa : eh cloi pindah aja sekalian disana lo jadi dugong lama lama
cloi : enak aja lo
jennie : gimana kabar babang ray gue gis?
gisca : kabar baik, dia putus dari pacarnya
jennie : ah really.. akhirnya..
cloi : buruan kejer jangan kasih kendor
risa : smoga aja ray nya ga buta
jennie : gue bawa sesuatu buat dia nanti pas pulang
cloi : apaan?
jennie : hati gue !
risa : anjirr...
cloi : mau muntah gue
gisca : udah ah, gue lanjut kerja yess.. miss you already guurlsss
gisca pun meletakkan kembali ponselnya ke dalam tas nya. waktu udah mepet menunjukan jam 3 tepat. ia membuang sisa makanannya dan berkaca merapikan penampilan sebelum melanjutkan pekerjaan lagi.
gisca keluar dari ruang karyawan. bersamaan dengan raybi yang ingin masuk keruangan nya.
apa mungkin dia marah ya, aku harus minta maaf.
raybi masih memikirkan tentang perubahan gisca hari ini, gisca terlihat sekali bila menghindarinya. ia tak tahan di abaikan gisca seperti itu. ia berniat akan mengantarkan gisca pulang malam nanti.
***
gisca berjalan menuju pintu karyawan untuk segera pulang. hingga tiba-tiba raybi menyusulnya dan entah sejak kapan sudah ada berjalan disampingnya
"gis.. barengan yuk, aku anterin"
"hmm ga usah mas, ga enak ngerepotin terus" tolak gisca halus.
"ga lah, yuk buruan" raybi langsung menggandeng tangan gisca menuju kearah parkiran.
gisca terkejut melihat raybi langsung menyeretnya ke arah mobil raybi.
dia menghela nafasnya. percuma menolak permintaan laki-laki satu ini.
mereka berdua pun masuk mobil. meninggalkan area parkir. raybi mengemudikan mobilnya dengan santai.
ia melirik gisca, gisca hanya diam.
"gis, kamu marah yah." tanya raybi tiba-tiba
"marah? buat apa?" gisca menoleh padanya
"aku beneran minta maaf soal kejadian di rumah kamu, aku ga bermaksud buat nyium kamu, semua itu ngalir begitu aja. maaf ya gis.." raybi bicara lirih.
"aahh ga kok, aku ga marah, anggap aja semalen itu kekhilafan, hehehe" gisca mejawab sambil tersenyum canggung.
"iya aku merasa bersalah aja udah lancang nyium pacar orang" raybi memandang gisca sekilas kemudian mengarah ke depan lagi
gisca diam. dia pun memang merasa bersalah juga dengan freddy. tapi dia tak mungkin juga memberi tahu fred bahwa pacarnya ini sudah dicium oleh orang lain.
freddy saja baru sekali menciumnya dulu.
"giss....kok melamun" raybi menyadarkan gisca
"ga. ga papa kok mas ray" gisca menunjukan senyum manisnya.
mereka pun melanjutkan perjalanan hingga sampai ke rumah gisca. dan akhirnya sampailah gisca di rumahnya. gisca turun dan mendapati lampu rumahnya menyala.
"loh, kok lampu hidup, perasaan tadi sebelum pergi aku matiin deh." gisca bicara sendiri
"kenapa gis, mama kamu mungkin udah pulang"
"ga, mama bilang tadi dia belum bisa pulang malah."
gisca pun turun dan membuka pagarnya. ia kemudian bergegas ke dalam rumahnya.
ia berjalan ke arah ruang tamu tapi tidak ada siapa-siapa, kemudian ke ruang tv.
"kak gery.....!!" ia terkejut melihat seoarang laki-laki berkaos hitam dan bercelana pendek yang dengan santainya duduk di sofa sambil menonton tv.
lalu ia kemudian berlari memeluk kakaknya itu.
"heii...my little sister.." gery langsung menoleh dan berdiri sambil merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan adiknya itu.
"kok pulang ga bilang-bilang"
"it's surprise for you.." gery tersenyum melepaskan pelukannya.
raybi yang juga berada disana hanya diam melihat keakraban 2 saudara itu.
gery menoleh ke arah raybi. mukanya tampak bingung.
gisca langsung mengenalkan gery pada raybi begitu sadar dengan perubahan wajah kakaknya.
"kak kenalin ini mas ray, dia manajer aku ditempat kerja." ucap gisca
raybi mengulurkan tangannya. tersenyum memperkenalkan diri "raybi"
gery menyambut uluran tangan raybi, "gery"
"hmm yaudah gis. aku pulang dulu ya" raybi pamit. ia pun hanya tersenyum pada gery dan mengangkat sebelah tangannya pertanda pamit.
gisca mengantar raybi keluar.
"hati-hati mas ray, makasih ya.." gisca melambaikan tangannya. dibalas dengan raybi yang mengklaksonkan mobilnya.
raybi pun pulang meninggalkan rumah itu.