
setelah mengahabiskan malam bersama, pagi harinya nicole bangun lebih dulu daripada raybi.
nicole bergegas mandi dan memasak sarapan untuk raybi. raybi yang masih berada dalam selimut belum tergerak untuk segera bangun hingga nicole selesai menyiapkan sarapan.
"ray....bangunn..." nicole mengelus pipi raybi lembut.
raybi hanya menggeliat dengan mata masih tertutup.
"raayy....udah siang ni..." nicole membuka selimut dan mengelus dada raybi.
raybi membuka mata. mengumpulkan nyawa. kemudian duduk.
"tumben kamu udah rapi duluan?" raybi melihat nicole yang sudah bersiap dengan pakaian yang semalam.
"aku mau ke apartemenku, mau ganti baju dulu. sarapan kamu udah aku siapin ya."
nicole mengecup kening raybi dan beranjak untuk keluar pintu. "bye..nanti aku mampir ke store ya."
raybi hanya mengangguk dan hanya melihat nicole keluar pintu.
raybi yang masih terduduk di atas kasur pun segera menuju ke kamar mandi, mencuci muka dan melihat ke ruang makan. sarapan sudah tersedia di meja. dia lalu memakannya.
dia pun mengambil laptop, membawanya keruang makan, membuka beberapa email sembari menghabiskan sarapannya.
lama berkutat di laptopnya kemudian dia beranjak menonton tv menghilangkan bosan.
dia melamun, tak memperhatikan tv yang di hidupnya.
dia berpikir bagaimana perasaannya terhadap nicole sekarang. mengapa semua terasa biasa saja, hambar. tidak seperti saat mereka setiap hari bersama dulu.
belum lagi mia, wanita yang selalu bersenang-senang dengannya, dia merasa tak enak hati karna memberikan harapan pada mia, terebih ibunya yang memang berharap raybi menikah dengan mia.
lalu gisca.. raybi tidak tau perasaannya pada gisca. tetapi setiap melihat gisca raybi seperti merasa ada yang menarik dalam bocah itu, ia ngin selalu dekat dengannya, mengenalnya lebih jauh. terlebih sekarang mereka bertemu setiap hari.
rasanya aku ga mungkin menyukai anak itu. dia masih terlalu kecil dan polos, tapi kepolosannya itu kadang terlihat manis sih.
cukup lama berperang dengan pikirannya sendiri yang membuatnya pusing, raybi akhirnya pergi ke kamar mandi. dia akan bergegas untuk pergi ke store.
dia teringat bahwa nicole akan mampir nanti.
setelah selesai mandi raybi langsung berpakaian.
dia hanya mengenakan celana pendek selutut hari ini, dan kaos polo berwarna putih. tampak santai dan casual.
raybi melihat jam di tangannya, pukul 12 siang.
raybi melajukan mobil nissan juke miliknya ke jalanan ibukota untuk menuju mall tempat dimana store nya berada. lalu sampailah raybi.
dia masuk ke ruangannya, duduk bersantai karna tidak terlalu banyak laporan keuangan yang dia kerjakan hari ini. dia menyeduh kopi instannya, dan meminumnya sambil sesekali memainkan ponselnya.
tak lama kemudian pintunya diketuk. picha memberitahu bahwa nicole datang.
"ya suruh masuk kesini aja." suruh raybi.
lalu nicole pun masuk, duduk di sofa menyilangkan kakinya.
"kamu ga ada kerjaan hari ini?" tanya raybi.
"iya, aku bosan dirumah, makanya aku kesini.
kita jalan yuk.." ajak nicole
"aku sibuk hari ini banyak kerjaan." raybi berbohong.
dia meminum kopinya lagi.
nicole terlihat cemberut dan memainkan ponselnya.
mereka diam beberapa saat.
kemudian dari tempat lain, gisca yang berlarian dari parkir menuju store tampak terengah-engah.
dia terlambat. waktu sudah menunjukan pukul 2 siang lebih 10 menit.
"mbak ellie maaf aku telat." ujar nya sambil nafas tersengal.
"10 menit gis, hmmm.. buruan masuk, sebelum kak raybi tau."
gisca langsung bergegas ke ruang karyawan merapikan penampilannya.
dan langsung berdiri di dekat pintu, menyambut para pengunjung yang datang.
raybi pun keluar dari ruangannya bersama nicole. berdiri di dekat meja kasir.
gisca menoleh ke arah mereka. lalu melanjutkan melayani pengunjung.
raybi pun sesekali melirik gisca ditengah pembicaraannya dengan nicole.
setelah pengunjung pergi, dan toko kembali sepi, picha dan gisca pun tampak mengobrol santai.
"gis, itu yang namanya mbak nicole. akhirnya dia datang lagi." picha berbicara pelan.
"emang siapa nya mas ray?" tanya gisca
"itu pacarnya, baru balik dari luar negri" picha setengah berbisik
"oohhh." gisca hanya mengangguk.
oohhh jadi pacarnya itu...
cukup lama raybi dan nicole mengobrol hingga akhirnya nicole pun pulang. nicole memeluk dan mencium pipi ray sebelum keluar meninggalkan store.
raybi menjadi salah tingkah karna gisca melihat mereka.
kemudian dia masuk lagi ke ruangannya. dan tak lama keluar lagi.
"gis ayok istirahat."
lagi..raybi mengajak gisca istirahat bersama lagi.
"ehh, aku belum waktunya deh kayaknya." gisca bicara sambil melihat ellie, seolah bertanya apakah dia boleh beristirahat.
"giliran kamu gis.." ucap ellie
gisca menghela nafasnya.. "iya deh.."
mereka berdua pun meninggalkan store.
tapi kali ini mereka berjalan menuju luar mall. bukan area foodcourt lagi
"makan dimana ini?" tanya gisca bingung
"udah ikut aja, disini tempat langganan aku."
mereka pun masuk ke sebuah restoran tak jauh dari mall. cuma butuh waktu 10 menit berjalan kaki.
gisca dan raybi memilih kursi yang berada di dekat kaca, lalu seorang pelayan datang menghampiri.
"haiii kak ray... udah lama ga mampir nihh," sapa pelayan wanita itu centil.
"iya, baru sempet nih. " raybi tersenyum sambil melihat gisca
"hmmmm..udah pacar baru lagi nihh. giliran aku kapan dipacarin." ujar pelayan itu bercanda lalu dia tertawa.
"ahh kamu bisa aja," raybi membuka buku menu.
"kamu mau pesen apa gis" tanya raybi
"pizza aja deh. sama milkshake coklat."
"yaudah, aku pasta aja sama mocachino ya cantiikk..."
pelayan lalu mencatat pesanan mereka
"di tungu ya shaayy..." goda nya pada raybi
gisca pun memainkan ponselnya, tak lama kemudian freddy menelpon. gisca terkejut hampir membuat ponsel di tangannya jatuh,
ia belum mengangkatnya hingga deringan berakhir.
lalu ponsel pun berdering lagi.
"angkat aja ga papa." suruh raybi.
gisca pun mengangkatnya walau sesungguhnya dia tak enak hati pada raybi
gisca : "halloo."
fred : "halloo sayang, kok baru diangkat sih"
gisca : "hmmmm itu, tadi lagi di toilet" gisca berbohong
fred : "oohh lagi dimana sekarang?"
gisca : "lagi istirahat makan."
fred : "ohh.. yaudah makan dulu gih, nanti aku telpon lagi. kangeeenn kamu."
gisca : "iya sayang, kangen kamu juga.. bye."
gisca pun mengakhiri panggilannya, dia salah tingkah. raybi pasti mendengar obrolan mereka.
tapi raybi tetap bersikap stay cool.
tak lama kemudian makanan pun datang, pelayan menghidangkan diatas meja.
mereka pun makan. sama-sama diam.
raybi hanya melirik gisca beberapa kali. melihatnya sangat lahap menyantap pizza itu.
"kamu suka banget ya sama pizza?" tanya raybi.
gisca masih meneruskan makan "iyaa suka banget."
mulutnya masih berisi pizza.
raybi hanya tertawa, kemudian menyodorkan milkshake gisca.
"minum dulu, awas nanti keselek."raybi tersenyum kecil
kenapa dia terlihat menggemaskan gini sih.