
gisca dan ketiga sahabatnya akhirnya pergi ke mall sesuai dengan ajakan jennie.
mereka berkeliling dan memasuki store satu persatu hingga akhirnya mampir ke store raybi.
gisca yang enggan ikut akhirnya duduk di kursi pengunjung mall yang ada di depan store raybi, dia membiarkan ketiga sahabatnya itu menemui raybi.
sementara dirinya fokus memainkan ponsel.
lama banget lagi di dalam sana. ngapain aja sih.
gisca mulai bete, dia terlihat mondar mandir menunggu mereka keluar. tapi tampaknya belum ada tanda-tanda bahwa mereka akan mengakhiri obrolan.
lama gisca meunggu, akhirnya dia memutuskan untuk menyusul masuk kedalam store raybi.
"naahh nyusul juga ni anak." celetuk risa.
gisca hanya cemberut. menandakan dia bete.
"hai giss...." sapa raybi
"hai mas..." risa balik menyapa sambil tersenyum.
"gimana, udah setuju kan mama nya kalo gisca kerja?
tadi jennie cerita kalo mama kamu oke-oke aja."
raybi to the point.
"iya dia setuju. tadi dirumah dia mau tanya kapan udah boleh masuk kerja." jennie menjawab pertanyaan raybi.
gisca melotot sambil menggelengkan kepalanya kearah jennie.
sialan lo jeennn
gisca seakan ingin meneriaki sahabatnya itu.
"oh ya?, terserah gisca siapnya kapan. atau kalo mau besok juga boleh."
"besok??" gisca terkejut. "kayaknya belum siap kalo besok mas." gisca menjawab duluan sebelum jennie.
"hahaha it's okey ga usah buru-buru" raybi tertawa.
"hmmm kalo gitu kita pamit ya mas, masih ada yang mau dicari di atas" gisca mengkode ketiga sahabatnya itu untuk segera keluar dari store raybi
"yauda mas ray, kita pamit ya.." jennie berbicara dengan nada centilnya.
mereka pun akhirnya meninggalkan store raybi dan segera menaiki lift untuk keatas.
sepanjang di dalam lift gisca mengoceh pada jennie yang selalu mendorongnya untuk bekerja pada raybi
jennie hanya diam menanggapi santai ocehan gisca. karna dia tau sahabatnya itu memang tipikal orang yang cerewet, apalagi bila sudah kenal dekat dengannya.
mereka pun mampir ke toko buku untuk melihat-lihat dan membaca, hingga waktu tak terasa sudah mulai gelap.
mereka lalu bergegas pulang. takut dimarahi orangtua masing-masing
sesampainya gisca dirumah dia langsung naik kekamanya. merebahkan diri.
gara gara si jennie gue jadi harus beneran kerja ini.
dia yang naksir kenapa gue yang diumpanin.
gisca beranjak ke kamar mandi. membersihkan diri, cukup lama dia dikamar mandi hingga akhirnya dia baru keluar.
dering ponsel nya terdengar, dia melihatnya.
lagi...lagi.. raybi yang menelpon.
gisca mengangkatnya.
gisca : "haloo"
raybi : "haloo gisca, lagi ngapain?"
gisca : "baru selesai mandi mas,"
raybi : "oohh..udah makan?"
gisca : "belum mas."
raybi : "buruan makan, nasi kamu sakit."
gisca : "iya mas."
raybi : "okedeh. udah dulu ya gis. bye.."
gisca : "iya. bye..."
raybi mematikan telponnya.
astagaa singkat jelas dan padat banget ni cewek.
mati kutu gue dibuatnya.
raybi berjalan kearah parkiran dan bergegas pulang.
rupanya diluar sedang hujan deras, raybi melajukan mobilya membelah hujan. dia harus segera sampai di apartemen, pikirnya. sebelum banjir menggenangi jalanan.
sedangkan bagi gisca, udara terasa sangat dingin, petir dan kilat pun menghiasi langit malam ini.
gisca hanya seorang diri dirumah. mamanya mengunjungi neneknya dan sepertinya takkan pulang malam ini.
gisca menarik selimutnya, mencoba memejamkan mata.
cukup lama dia berusaha untuk tidur namun matanya enggan terpejam.
gisca pun bangun lagi. duduk di meja belajarnya.
dia membuka laptop bermain sosial medianya lagi.
muncullah sebuah kenangan yang ditampilkan akun facebooknya.
'kenangan anda 3 tahun yang lalu'
dia melihatnya. foto dia dan chris.
dia tersenyum getir menatap foto itu,
difoto itu mereka tampak tertawa bergandengan sambil memegang eskrim yang belepotan di wajah mereka berdua. tanpa jaim tanpa malu.
gisca menghela nafasnya.
chris, apa kabar kamu disana? aku rindu..
gisca menatap layar laptopnya. seakan dia bercerita pada foto itu. raut sedih sangat nampak di wajahnya.
waktu memang mampu menghilangkan semuanya. perlahan tapi pasti itu lah yang terjadi.
cukup lama gisca bermain laptopnya.
hingga kantuknya menyerang. dia lalu mematikan laptopnya dan beranjak ke kasur untuk memejamkan matanya.
hingga tanpa dia mengetahui ada sebuah sms yang masuk.
'good night gisca, semoga mimpi indah ❤️ '
***
pagi menjelang sang mentari menampakkan sinarnya menyambut hari yang baru.
hari ini hari rabu, hari dimana liburan semester telah dimulai.
gisca masih bermasalas ria di kasurnya. dia masih memainkan ponselnya. melihat ada beberapa sms yang masuk.
termasuk sms raybi tadi malam.
ya..raybi yang mengirim sms dengan tanda hati itu.
gisca tak membalasnya.
gisca berencana hari ini akan memulai bekerja sebagai spg. dia memutuskan lebih cepat lebih baik pikirnya.
'hari ini aku boleh mulai bekerja ga mas ray?'
begitu bunyi sms yang dia kirimkan pada raybi.
dia bosan tak ada aktifitas yang dikerjakan.
'silahkan. kamu boleh datang jam 10. toko akan buka di jam segitu'
raybi membalas cepat.
gisca pun beralih ke kontak fred, dia mengabari fred bahwa hari ini mulai bekerja.
'have a nice day sayang, semoga hari pertama bekerja menyenangkan. love you.'
gisca tersenyum membaca sms fred. dia bergegas mandi karna waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi.
selesai mandi gisca pun sarapan.
lalu memilih baju apa yang akan dikenakannya.
karna dia adalah spg dia tak mengetahui baju apa yang akan dikenakannya.
dengan terpaksa dia pun menelpon raybi.
tuu..tuut.. telpon tersambung.
gisca : "halo mas ray, maaf aku ganggu ya?.
raybi : " ga kok, ada apa gis?"
gisca : "hmmm aku mau tanya, sebagai spg baru aku harus memakai baju yang gimana ya mas?"
raybi : "oohh itu, kamu pakai setelan rok hitam selutut dan baju kemeja putih. terus pakai sepatu hitam yang ada heels ya."
gisca : "oohh oke mas, makasih ya."
raybi : "iya ga masalah gis."
gisca pun mematikan telponnya.
dia mulai menjelajahi isi lemari mencari pakaian yang di maksud, dia kemudian menyetrika nya.
lalu dia teringat pada sepatu.
aku kan ga punya ya sepatu gitu.
ah...mungkin mama punya.
dia berlari kecil ke kamar mama nya, memeriksa lemari sepatu mamanya. mama yang belum pulang dari rumah nenek membuatnya kebingungan mencari sendiri.
lama menyusuri di semua lemari mama nya akhirnya dia menemukan nya.
dia mencoba nya, sangat pas.
ukuran kaki gisca dan mama memang sama. membuat mereka sering bertukar pakai soal urusan sepatu.
baju udah, sepatu udah. oke semuanya beres nih.
gisca memencet telpon rumah dan menelpon rumah neneknya.
gisca : "haloo nenekk.. mama mana?"
nenek : "ada lagi masak, kenapa sayang?"
gisca : "bisa bicara sama mama sebentar ga nek."
nenek : "oke tunggu ya."
nenek pun memanggil mama gisca.
mama : "halo gis, kenapa?"
gisca : "maa, kapan pulang? gisca hari ini udah mulai masuk kerja nih."
mama : "belum tau sayang, nenek sendirian ini, pembantunya belum pulang, kasian kalo mama tinggal."
gisca : "ohh..yaudah gapapa. gisca cuma tanya aja. oh ya ma gisca pinjem sepatu heels mama ya buat kerja."
mama : "ya pake aja. kamu hati-hati ya sayng. semangat kerjanya."
gisca : "oke ma. byee."
mama : "bye bye."
telpon pun berakhir.
gisca mempersiapkan diri, berdandan sedikit agar tidak terlihat pucat. dia hanya menyapukan make up di wajahnya sangat tipis dan natural.
dia mengenakan pakaiananya, kemudian memakai sepatunya.
dia berdiri, berkaca di cerminnya.
siipppp semua udah oke nih.