
selepas raybi mengantar gisca pulang,
laki-laki itu sepanjang perjalanan memikirkan gisca.
kalau dirunut dari pertama kali mereka bertemu sampai hari ini sepertinya banyak kebetulan-kebetulan yang sungguh tak disengaja. bagai takdir Tuhan yang sengaja mempertemukan mereka berdua.
gisca yang terkesan dingin dan tertutup seakan membangun dinding yang tinggi di antara mereka bahkan hanya untuk saling mengenal.
gadis polos aneh yang introvert. raybi berkesimpulan.
terlebih biasanya banyak wanita yang akan dengan terang-terangan mendekatinya, hanya untuk berteman atau menghabiskan malam dengannya. contoh nya seperti mia.
mia.
wanita berambut sebahu itu masih membawa culture negara asalnya, dimana dunia malam adalah kebiasaan sehari-harinya. dan bermalam dengan laki-laki tentu saja hal yang biasa dia lakukan. apalagi dengan seorang laki-laki yang tampan dan perkasa seperti raybi. tak perlu waktu lama baginya mendapatkan barang bagus seperti itu.
entah hanya ingin bermain-main dengan mia atau tidak, nyatanya raybi telah berlaku tak setia kepada nicole, kekasihnya.
kebiasaan yang tak pernah bisa raybi ubah.
mengandalkan wajah tampan dan tubuh atletisnya dia mampu memikat semua wanita yang biasa dia temui.
puluhan hari-hari telah berlalu, baik gisca atau pun fred sibuk dengan kuliah mereka masing-masing. walau terpisah negara tapi komunikasi mereka tak pernah putus.
setiap hari selepas pulang dari kampus fred pasti akan menelpon gisca hanya untuk mendengar suara kekasih tercintanya itu.
bercerita setiap hari melalu ponsel nyatanya tetap saja tak mengobati rindunya mereka berdua.
berbeda dengan nicole yang hanya menelpon raybi beberapa hari sekali. tapi tak membuat raybi merasa kesepian. sepertinya jarak berhasil membuat keduanya cukup menjauh.
meski kata putus tak pernah terucap, nyatanya kemesraan dan kehangatan saat bersama dulu, tak mampu menahan cinta mereka.
yaa...hubungan itu seperti tergantung.
raybi bebas berkencan dengan wanita manapun yang dia mau. dan nicole mulai dekat dengan laki-laki masa kecilnya dulu.
walaupun hal itu tentunya mereka lakukan tanpa diketahui pasangan masing-masing.
mereka tak menampik bahwa kekuatan cinta itu mulai goyah akibat adanya orang lain yang sekarang berada dekat dengan mereka.
***
seperti kebanyakan anak kuliahan pada umumnya yang akan mengalami libur panjang, pekan depan gisca mulai memasuki libur panjangnya.
dia bingung, akan dihabiskan waktunya kemana karna dalam waktu beberapa bulan tersebut tentunya akan banyak tugas kuliah dalam mengisi kekosongan liburan.
hari ini dia pulang kuliah bersama ketiga sahabatnya, mereka akan pergi ke mall untuk sekedar cuci mata dan menghilangkan penat sehabis kuliah.
mereka pun ngobrol sambil berjalan-jalan di dalam mall, mereka membeli eskrim dan memakannya sambil berjalan mengelilingi mall melihat-lihat.
"kenapa kamu ga coba buat kerja aja gis, tuh disana lagi nyari karyawan deh" tunjuk risa pada sebuah store.
"iya bener.. itung-itung nambah duit jajanlah dan ngisi liburan." jennie menimpali
gisca hanya diam dan melihat store yang dimaksud oleh risa.
"yuk kita liat." jennie mengajak gisca dan yang lainnya untuk ke store tersebut.
masih terdapat papan pengumuman yang dulu pernah gisca baca.
eh tapi inikan store nya mas raybi kan ya
gisca mengurungkan niatnya untuk masuk, dia takut kalau-kalau raybi sedang ada di dalam.
dan benar saja, raybi memang ada di dalam. tapi terlambat bagi gisca untuk keluar karena jennie dan risa sudah mengobrol sok akrab dengan raybi. tak lupa cloi pun ikut berkenalan dengan raybi.
"gis..sini.." panggil jennie.
gisca pun menghampiri dan langsung menampakkan senyum yang dibuat-dibuat karena tak enak dilihat raybi bila dirinya berusaha menghindar.
"hai mas raybi.." sapa gisca basa basi.
"hai gis.... jennie bilang kamu mau ngelamar buat jadi spg disini ya?"
gisca melotot kan matanya ke arah jennie,
"ohh anu..hmmm ga juga sih, kita cuma mau cari kegiatan buat ngisi libur kuliah nanti."
gisca menjelaskan dengan nada tidak enak.
"kebeneran memang disini lagi nyari buat jadi sales promotion girl, kamu boleh kerja disini kalo kamu mau." raybi menawarkan dengan mudahnya. membuat picah dan ellie saling menoleh.
"alamat ini mangsa selanjutnya." bisik picha kepada ellie, ellie hanya mengangguk. tanda setuju dengan perkataan picha.
"hehehe.. iya mas nanti aku tanya mama dulu gimana bagusnya," gisca bicara dengan nada menolak
"yaudah ini kartu nama aku, nanti kamu hubungin aja aku di nomor itu." raybi menyodorkan kartu namanya.
"oh iya aku boleh minta no telpon kamu? nanti aku gatau kalo yang nelpon aku nanti itu kamu." raybi menyodorkan ponselnya.
gisca mengambil ponsel itu dan mengetikkan nomornya
kayak yakin banget aku mau nelpon dia.
setelah gisca selesai dengan raybi ,eh bukan, tepatnya urusan sahabat-sahabatnya dengan raybi mereka semua pun pergi meninggalkan store tersebut dan melanjutkan nongkrong di cafe.
gisca yang tak peduli dengan cerita para sahabatnya tentang raybi tetap melanjutkan makannya tanpa menghiraukan mereka.
para sahabatnya itu rupanya sangat mengagumi sosok raybi yang mereka anggap sangat humble dan dewasa.
bahkan jennie memohon agar gisca mau bekerja disana supaya jennie bisa lebih sering mengunjungi store raybi tersebut.
"ogah aahh, kenapa ga lo aja yang tadi bilang sama dia mau kerja." rungut gisca.
"aduuhh giss, lo tau kan kalo kami sekeluarga mau liburan kerumah nenek, kalo ga, gausah lo soroh 2x gue yang ngajuin diri sendiri ke dia" jennie memelas.
"oh my god jennie, lo bener-bener manfaatin sahabat lo sendiri demi cinta yang belum tentu lo dapetin." gisca berdecak menggelengkan kepala
cloi dan risa hanya tertawa melihat perdebatan mereka. mereka tidak ikut-ikutan membujuk gisca karna mereka yakin gisca pasti mau.
hari mulai gelap, para gadis-gadis itupun segera pulang kerumah masing-masing.
gisca yang melihat mama sedang menonton tv menghampiri dan memberi makanan yang dibawanya dari cafe tadi.
"ma.." gisca langsung duduk d samping mamanya, meletakkan makanan di meja.
"ni aku beliin ramen kesukaan mama."
"waahh tau aja mama lagi laper." mama pun membuka kotak ramen dan langsung memakannya.
"oh iya ma, minggu depan kampus mulai libur. hmm.. aku boleh kerja ga buat ngisi liburan. biar ga bosen gitu." gisca bicara dengan ragu-ragu.
"kerja? dimana? emang ada yang mau nerima anak kuliahan?" tanya mama
"ya cuma freelance gitu ma, jadi spg di mall."
dia mengambil remote tv dan mengubah chanelnya.
"mama inget ga tempat kita yang belanja waktu itu. nah di store itu lagi butuh spg."
gisca mengingatkan.
"kamu yakin mau kerja? nanti kamu ga betah lagi." mama bertanya
"ya kalo ga betah kan tinggal berhenti aja ma, ga terikat juga".
"yaudah atur kamu aja, asal kamu beneran dan bukan cuma buat main-main.
ini bukan cuma soal uang. tapi profesionalitas dalam bekerja sayang"
mama membelai rambut anak gadisnya itu. dia telah menghabiskan ramennya. dan bersandar di sandaran sofa. dia merasa kekenyangan.
"iya-iya. itung-itung aku belajar lah ma.
udah ma aku mau keatas. mau mandi."
gisca meninggalkan mama nya dan berjalan menaiki tangga.