Asmara Gisca

Asmara Gisca
25. Hal tak terduga



lalu tiba-tiba.. duaaarrr......


petir menggelegar lagi. gisca terkejut lagi dan berteriak lagi. dia reflek menggeser duduknya mendekati raybi. bisa dikatakan gisca agak menempel pada raybi.


raybi yang di dekati gisca secara tiba-tiba lumayan terkejut. mereka saling pandang, diam tanpa ada yang bicara. jarak yang sangat dekat seperti ini membuat nafas mereka pun beradu.


aroma parfum musk milik raybi tercium jelas di hidung gisca.


entah dorongan darimana datangnya perlahan-lahan wajah raybi mendekati bibir gisca.


dan tak tahu sejak kapan mulainya, kini bibir raybi sudah menciumi bibir gisca dengan lembut.


seakan terbawa suasana, gisca pun diam dan terhanyut dalam buaian itu. dia hanya mengikuti setiap pergerakan bibir raybi.


cukup lama.... hingga keduanya sadar dan menghentikan aktivitas itu. gisca langsung mundur.


dia terlihat malu. bila lampu sekarang sedang menyala mungkin raybi dapat melihat betapa merahnya wajah gisca saat ini.


raybi pun tentu saja tak kalah salah tingkah nya.


mereka berdua terlihat kikuk.


astaga gisca.... apa yang udah kamu lakuin..!!


gisca mengutuki dirinya dalam hati, menyesali mengapa dia hanya diam dan malah terkesan membalas.


raybi terlihat menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia benar-benar salah tingkah. dia juga tak enak hati pada gisca mengapa sampai tak bisa mengontrol dirinya.


selama ini mereka berdua selalu bisa menjaga jarak.


cukup lama mereka berdua saling diam dan sibuk memaki diri masing-masing atas ketidak kontrol-an itu. akhirnya raybi memutuskan untuk pulang.


ia tak ingin berlama-lama dalam suasana seperti ini. ia tak ingin ada setan diantara mereka berdua.


tak baik bagi mereka bila bersama disaat yang tak kondusif seperti ini.


"kamu beneran ga papa kan gis sendirian gini?" tanya raybi memastikan.


"iya gapapa mas, nanti aku mau langsung tidur aja."


"iya udah janga lupa kunci semua pintu yah. dan matiin lilin nya kalo mau tidur.


dan hmm... soal tadi maaf ya gis.. aku ga bermaksud.."


"iya, lupain aja mas" gisca salah tingkah.


"aku pulang ya. bye." raybi berlari kecil menuju mobilnya, takut kebasahan.


"iya mas. hati-hati." gisca hanya berdiri di depan pintu,


ia masih membayangkan hal memalukan yang mereka lakukan tadi.


dia tak habis pikir mengapa dia seakan ikut terhanyut di suasana saat itu. bagaimana bisa dia dengan mudahnya berciuman dengan laki-laki lain yang bahkan tak mempunyai hubungan apapun dengannya.


bodoh...bodoh..bodoh... gisca mengutuki dirinya.


dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


seketika dia pun teringat freddy, dia merasa bersalah.


freddy yang baik hati, freddy yang setia, freddy yang menjadikan dirinya seolah bidadari dan freddy yang tak ada kurangnya.


dia seolah telah menodai kepercayaan freddy


freddy bisa gila bila mengetahui dirinya seperti ini dengan orang lain.


cukupp gis... jangan, jangan berani bermain api. nanti kamu akan terbakar.. bisik hatinya mengingatkan


pikirannya sudah jauh melayang. gisca pusing memikirkan itu. dia memutuskan untuk tidur demi menenangkan pikirannya.


sampai selarut ini pun lampu belum menyala dan hujan belum reda. gisca menarik selimutnya dan memejamkan mata dibaliknya.


***


sementara itu raybi yang masih belum juga tertidur setelah pulang dari rumah gisca pun tak kalah sibuknya memikirkan hal yang tak terduga itu.


hanya saja bedanya raybi terlihat senyum-senyum sendiri bila mengingat ekspresi mereka berdua setelah adegan itu. bagai orang yang habis kena grebek,malu, salah tingkah, kikuk.


dirinya pun tak menyangka bisa dengan mudahnya mencium gisca seperti itu.


demi Tuhan, giscaaa......kamu buat aku gila.


raybi bergumam disertai dengan mengusap rambutnya dengan kasar. seakan bagaikan orang yang sedang frustasi.


ya.... raybi frustasi.


memikirkan gisca, memikirkan nicole., bahkan memikirkan kebimbangan dirinya sendiri.


raybi bertanya pada hatinya apakah ini penyebab dirinya sampai tega memutuskan nicole.


apakah gisca memang sudah merebut tempat nicole.


ataukah dia hanya bosan dan ingin mencari sesuatu yang baru?


tak habis pertanyaan-pertanyaan konyol itu dipikirkannya. yang pasti dia hanya butuh seseorang yang mempunyai mimpi yang sama dengannya saat ini.


yaitu menikah !!