Asmara Gisca

Asmara Gisca
16. bermain hati 3



setelah membersihkan dirinya gisca duduk di meja belajarnya dan membuka laptop nya. dia berselancar didunia maya memainkan sosial medianya. dia penasaran tentang mark lalu dia mengetikkan nama 'raybi mark' di jejaring sosial instagramnya.


muncul lah sederetan nama raybi mark dengan foto yang berbeda-beda.


dia melihat satu persatu dari foto tersebut mengenali apakah itu wajah raybi.


klik....


dia mengklik akun dengan nama raybimark23.


muncul lah semua foto aktivitas mark yang dia posting, gisca memperhatikan setiap pose, senyum dan gaya berpakaian yang dikenakan raybi.


oohhh dia hoby ngegym toh.. pantes badannya keren.


gisca mengscrol sampai kebawah, melihat setiap foto yang di posting raybi, sudah bagaikan selebgram yang dibanjiri like dan komentar, pikir gisca.


emang beneran ganteng ni orang.


disaat masih sedang melihat semua foto raybi di instagramnya, gisca terkejut dengan suara dering ponselnya diatas kasur.


siapa yang menelpon malam-malam begini, pikirnya. dia beranjak melihat di layar ponselnya nomor yang tak dikenal.


nomor siapa ini,


gisca tak mengangkatnya sampai deringan ponsel berakhir.


lalu ponsel tersebut pun berdering lagi dengan nomor yang sama. gisca mengernyitkan alisnya kemudian mengangkatnya.


"ha-halo.."


"hai giss.... ini aku raybi."


gisca terkejut, ternyata raybi yang menelponnya. bisa dibayangkan bagaimana mimik wajah gisca saat ini. diam beberapa detik. seakan dirinya ketauan sedang melihat sosmed raybi.


"ohhh... haii.. ada apa mas ray? jawab gisca akhirnya.


"ga ada apa-apa, aku ganggu kamu ya?" raybi basa-basi


"nggak sih, ga lagi ngapa-ngpain juga." bohong gisca,


ga mungkin kan gue bilang lagi stalking instagram nya lo.


"ohhh heheheh, maaf ya aku lagi ga ada kerjaan, jadi nelpon kamu aja buat mastiin nomor hp kamu bener ga." jawab raybi beralasan.


"hahaha klise deh.. ga mungkin juga aku ngasih nomor yang salah kan." gisca tertawa.


"ya kali aja gis." raybi menjawab


keduanya lalu diam. bingung mau membicarakan apalagi. terasa canggung sekali.


"hmmm yaudah kamu istirahat gis, ini udah malem. anak gadis ga boleh tidur malem-malem entar kulitnya ga sehat" ucap raybi akhirnya.


"ahh kayak tau aja, emang mas raybi anak gadis juga?" canda gisca


"hahaha, bukannya semua cewek takut banget keliatan jelek, terutama soal kulit." raybi sok tau


"hmm iya sih. kalo nanti jelek siapa juga yang mau."


"selamat malam mas." gisca menutup telponnya.


dia kemudian duduk di tepi ranjangnya.


huuhhh... gisca menarik nafas panjang lalu membuangnya,


kenapa pas banget gue lagi stalking dia, eh orangnya nelpon. untung ga keceplos.


gisca pun beralih ke laptopnya lagi, dan mengklik layar kembali, keluar dari akun raybi. dan mematikan laptopnya.


dia berpindah di atas kasur memainkan ponselnya lagi, dan teringat untuk mengirim sms kepada fred.


gisca : sayang.. (terkirim)


fred : iya sayangkuu..


gisca : kangeen kamu.


fred : me too. always missing you. kamu belum tidur?


gisca : belum, ini lagi nyari watt tidur. kamu lagi ngapain?


fred : lagi ngerjain tugas kuliah. jangan tidur malem-malem ya.


gisca : iya. kamu juga jangan terlalu capek ngerjain tugas, jaga kesehatan.


fred : iya sayang.. kangeenn kamu banget. i love you.


gisca : love you too sayang. gudnite..


fred : nite cantikku..


gisca tak membalas lagi. dia meletakkan ponselnya di nakas, jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam membuatnya mulai mengantuk dan bersiap-siap berlayar ke alam mimpinya.


***


sementara itu fred yang tadi selesai menelpon gisca, kini tengah berada di balkonnya sambil menghisap rokoknya. kebiasaan yang selalu fred lakukan bila dia sedang sendiri berada di apartemennya.


dia memikirkan tentang hubungannya dengan nicole, kenapa nicole belum juga kembali sampai saat ini, dan jarak diantara mereka yang terbentang semakin tak bisa di hindari.


apakah akhirnya kami benar-benar akan berpisah. raybi menghisap rokoknya lagi.


nicole yang sudah jarang menghubunginya dan dirinya pun yang sibuk jarang memberikan kabar kepada nicole.


ditambah dirinya yang mulai dekat dengan mia, belum lagi gisca yang sekarang sedang dia coba kenali.


nicole bagaikan tenggelam diantara lautan perasaan yang sudah mereka jalani selama setahun belakangan ini. jatuh kedasar dan tak muncul lagi ke permukaan.


hubungan jarak jauh itu hampir memudarkan perasaan diantara mereka.


raybi masih memandangi langit malam ini. begitu kelam. hanya ada beberapa bintang yang tampak berkelip. lama dia masih berdiam ditempatnya hingga rasa kantuk pun mulai menyerang raybi, membuatnya membuang sisa rokok yang belum sepenuhnya habis.


dia masuk kedalam, dan membaringkan tubuhnya di atas kasur. mematikan lampu kemudian memejamkan matanya.