Asmara Gisca

Asmara Gisca
20. pulang bareng



setelah menghabiskan waktu istirahat selama 1 jam, mereka akhirnya kembali ke store melanjutkan pekerjaan masing-masing.


raybi kembali ke dalam ruangannya, dan gisca kembali melayani pengunjung yang akan berbelanja di store tersebut.


suasana store yang tidak terlalu ramai membuat para karyawan dan spg dapat bersantai sedikit. tidak terlalu sibuk. picha ellie dan gisca pun berbincang bersama.


picha dan ellie baru tau bahwa gisca adalah seorang mahasiswi. mereka pun bertanya mengenai latar belakang gisca yang notabene nya adalah anak baru ditempat mereka.


"jadi kamu lagi libur kuliah, emang kamu ga punya pacar sampe mau kerja buat ngilangin kebosanan?" tanya ellie


"ada sih pacar mbak, tapi lagi ldr-an. dia kuliah diluar."


jawab gisca


"oohhh...nah kamu bisa kenal kak ray darimana?" picha ikutan kepo.


"jadi mas ray itu kolega nya papanya pacar aku, kita pernah ketemu sekali, jadi dikenalin deh." jawab gisca lagi.


picha dan ellie meng-oh kan saja. sambil manggut-manggut.


tak lama kemudian raybi keluar dari ruangannya, hingga membuat gisca, picha, dan ellie mundur ke tempat masing-masing.


rupanya raybi hanya melewati mereka berlalu keluar store, entah kemana. raybi tampak turun menggunakan tangga eskalator.


"pasti dia mau beli makanan, suasana senggang gini pasti bikin ngantuk." picha dan ellie mendekat kearah gisca lagi.


"eh gis, kayaknya ni kak ray suka deh sama kamu." picha menggoda gisca.


"iya, mana akhir-akhir ini mbak nicole juga udah jarang keliatan kan. udah putus mungkin" ellie menimpali.


gisca mengernyitkan keningnya.


"hahahah enggaklah, orang aku udah punya pacar." gisca tertawa renyah.


"ya tapi kan kak ray ga punya, bisa aja kamu nanti berpaling. kamu ga liat pesona dia, banyak yang suka sama dia disini gis. walaupun dia agak playboy tapi memang tampangnya kan ganteng wajarlah banyak yang ngantri" picha mengompori.


gisca hanya tertawa mendengar godaan picha dan ellie, tidak terlintas sedikitpun di pikirannya untuk mendua dari freddy. dan pula raybi yang jauh lebih dewasa diatasnya tidak memungkinkan membuat gisca tergoda.


bukan tipe gue sih. pikirnya.


tak lama raybi pun kembali. membawa kantong plastik berisi aneka makanan ringan.


memang kebiasaannya bila sedang berada di waktu senggang di store dia akan mentraktir para pegawainya untuk makan-makan walaupun sekedar makanan ringan.


"yok sini semuanya." ajak raybi sambil berlalu ke meja kasir.


meja kasir bagaikan markas apabila mereka sedang berkumpul makan bersama seperti ini.


semuanya mendekat tak terkecuali giska, aneka snack, roti, dan minuman dingin sudah terpampang diatas meja kasir. mereka bebas memilih mau makan apapun, karna raybi memang orang yang tak pelit kepada karyawannya.


waktu pun berlalu, pengunjung datng dan pergi.


hingga waktu sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.


mereka semua bersiap-siap untuk closing, sebagian lampu store pun sudah dimatikan. raybi memimpin doa. sebuah rutinitas yang akan dilakukan di store ini menjelang buka dan tutup toko.


mereka pun mengunci pintu store. berjalan ke area parkir, karna sebagian karyawan raybi memang ada yang membawa kendaraan sendiri.


gisca pun berjalan mengikuti raybi kearah parkiran mobilnya.


raybi akan mengantar gisca pulang. begitu paksa raybi sedari tadi siang.


mereka masuk kedalam mobil, melaju meninggalkan


area mall, keduanya tampak diam. entah karena sudah sama-sama lelah atau memang tak ada pembicaraan yang ingin di bicarakan.


"kamu laper ga gis? kita makan dulu yok." ajak raybi membuka obrolan mencairkan suasana.


"aku sih ga laper. aku mau pulang aja. tapi kalu mas ray mau makan aku temenin ga papa." jawab gisca lesu.


raybi melajukan mobilnya kearah rumah gisca. jalan yang berlawanan dari apartemennya.


gisca tertidur di kursinya saat mobil sudah berhenti di depan rumahnya.


"giis..giisss....kita udah nyampe" raybi menyentuh bahu gisca membangunkannya.


gisca langsung terbangun. dia baru sadar ternyata dirinya ketiduran.


"ehh maaf mas, aku ketiduran ya,"


"udah masuk gih. kamu kecapek.an bangett keliatannya." suruh raybi. "besok jadwal kamu apa?"


"aku besok jadwal siang kata mbak ellie tadi." jawab gisca sambil mengucek matanya.


"oohh.. yaudah sampe ketemu besok." raybi melambaikan tangannya bersamaan gisca membuka pintu mobilnya.


"makasih mas ray. aku masuk ya" gisca membuka pagar rumahnya.


gisca memasuki halamannya, lalu mobil raybi pun melaju meninggalkan rumah gisca dan kembali ke apartemennya.


***


raybi sampai di area parkir apartemennya. menaiki lift menuju lantainya. dia berjalan menyusuri lorong yang sudah sepi saat tiba-tiba dia melihat sosok wanita berdiri didepan pintu apartemennya seakan menunggu dirinya pulang.


wanita itu adalah nicole...


yaa... ia telah kembali.


"nicole..." raybi menghampirinya


nicole yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh dan berlari memeluk raybi.


"kapan kamu pulang, kenapa ga telpon aku." raybi membalas pelukannya


tak bisa dipungkiri walau perasaan itu telah tenggelam tapi mereka nyatanya masih sama-sama merindu.


raybi membawa nicole masuk ke apartemennya.


kemudian mereka saling berpelukan lagi, raybi mencium bibir nicole yang dibalas oleh nicole dengan menciumnya balik.


mereka pun kemudian duduk.


"jadi kapan kamu sampai?" tanya raybi lagi.


"hari ini kok, begitu sampai aku langsung kemari." jawab nicole.


"kamu.... baik-baik aja kan, ray..?" nicole bertanya seakan ada hal yang beda dari raybi.


"yaa...i'm okey." jawab raybi sambil berjalan ke dapur mengambil air minum.


"kenapa kamu jarang hubungi aku ray?" tanya nicole lagi begitu raybi muncul dari dapur membawa air minum untuk nya .


"bukankah kamu yang sibuk. sampai melupakan aku ya?" raybi duduk di sofa berhadapan dengan nicole.


"aku sibuk bantuin perusahaan papa ray, mama yang sakit membuat kami ekstra tenaga mengurus keduanya." nicole berdalih.


"heh..selalu itu yang kamu jadikan alasan nic." ray menjawab datar.


"udahlah ray.. ga akan ketemu ujungnya kalo kita saling salah gini terus." nicole beranjak pindah ke sofa di samping raybi. "aku kangen kamu ray. aku udah kembali sekarang" nicole memeluk raybi mesra.


raybi membalas dengan mencium nicole lembut. walau getar cinta itu tak begitu dia rasakan lagi,


hampir 1 tahun terpisah rasa rindu akan sentuhan nicole membuat raybi berhasrat.


raybi terbuai akan cumbuan nicole malam itu hingga keduanya menghabiskan malam panjang bersama.