
hari ini gisca tidak berangkat ke kampusnya untuk kuliah, hari ini tidak ada jadwal kelasnya.
gisca masih bermalas-malasan di kamarnya. hari yang sudah menunjukan pukul 10 pun belum membuatnya tergerak untuk bangun dari kasurnya.
dia mengecek hp, terdapat beberapa sms yang masuk.
fred : morning my sugarr !! love you..
fred : pasti belum bangun ya. kangeen kamuu.
fred : nanti kalo sudah ga sibuk telpon aku ya sayang.
banyak sms dari fred yang masuk. mungkin dia mengirim pesan tersebut disaat gisca masih tertidur.
lalu gisca membuka sms yang lain. dia melebarkan matanya. ada pesan dari raybi juga.
raybi : pagi gisca.. selamat beraktivitas.
hanya satu pesan dari raybi.
mau ngarep aku balas apa, huhh nanti akrab lagi. gisca benar-benar tak membalasnya.
kemudian dia menelpon fred.
gisca : "pagi sayang."
fred : "pagi cantiikk. baru bangun?"
gisca : "iya, hari ini libur jadi masih males-malesan di kamar. lagi dimana?
fred : "lagi di kampus. kangen kamu sayang, kamu pasti belum mandi ya bau kamu sampe sini."
gisca : "andai beneran aku ada disamping kamu, pasti aku peluk kamu biar ketuleran bau." gisca tertawa. "kangeen kamu bangett"
fred : "tunggu liburan semester ke 3 aku pulang."
gisca : "haaa masih lama." rengek gisca.
fred : "sabar sayang.. hari ini kamu ga kemana-mana kah?
gisca : "kayaknya enggak deh. mau ngerjain tugas kuliah aja dirumah.
ohya sayang nanti liburan semester ini aku mau kerja kayaknya. freelance gitu, ngisi kekosongan aja biar ga bosen."
fred : "oh ya? kerja dimana?"
gisca : " jadi spg di salah satu store gitu."
fred : "emang kamu yakin ada yang nerima kamu kerja?"
gisca : "aaahh kamu gitu deh, sama kayak mama. ga percaya aku." gisca merajuk
fred : hahaha iya-iya aku percaya. yang penting kamu jaga diri, jangan berpaling dari aku. okey!! "
gisca : "ya enggaklah sayang. you are the only one."
cukup lama mereka mengobrol ngalor ngidul, hingga tak terasa kelas fred akan segera di mulai.
fred : "udah ya sayang, aku mau masuk kelas. nanti aku telpon lagi. bye cantik."
gisca : "bye sayang.. love you! "
fred : "love you babe"
panggilan berakhir.
gisca beranjak dari kasur, menuju kamar mandi. dia segera membersihkan diri dan turun menemui mamanya yang lagi masak.
"tuan putri udah banguunn.." sindir mama
"ahh mama,, kan ini hari libur" gisca mengambil air putih dan meminumnya.
"duhh gimana mau kerja, kalo bangun aja sesiang ini, mama berani taruhan paling lama seminggu kamu udah dipecat." mama tertawa
"aahh mama gitu deh. bukannya kasih semangat. malah ngeledek." gisca menuangkan oatmel dan susu kedalam mangkuk lalu memakannya.
"hahahaha, makanya anak gadis itu bangunnya pagi, gimana nanti kamu mau ngurusin suami kalo udah nikah."
"duuhh ma, gisca tu belum mau nikah kali. udah aah mau nonton tv ajalah."
gisca berlalu melanjutkan sarapannya diruang tv meninggalkan mama nya di dapur
gisca...gisca...semoga aja nanti suami kamu menerima kamu apa adanya.
tin tong...tin tong..
bunyi bel dirumah gisca. gisca berjalan keruang tamu membuka kan pintu.
"yookk keluaar.. ngemall." terdapatlah ketiga sahabatnya jennie, risa, cloi dibalik pintu yang langsung masuk nyelonong mengajak gisca pergi.
mereka duduk di ruang tv.
"gak ahh. banyak tugas gue, lagian ngapain sih ke mall terus." gisca duduk di sofa
"apa lagi kalo ga menghampiri pujaan hatinya" celetuk cloi
"hehehehe, ayolaahh bosen ni dirumah. kita cuci mata gitu liat yang bening-bening."
oh ya mama lo mana?" tanya jennie
"ada tuh didapur. lagi masak."
mereka pun ke dapur menemui mama gisca.
"hai tan.. wangi banget, masak apa nih." jennie mendekat ke kompor.
"eehh haii jenn, baru dateng? kalian udah makan? yok makan." ajak mama.
"mau bangett, laper."
"yaudah duduk di meja sana, tante siapin dulu."
mereka pun menikmati santap siang, sahabat-sahabat gisca ini memang sudah sangat akrab dengan mama gisca. sejak berteman akrab dengan gisca di kelas 1 SMA mereka memang sering main dirumah gisca.
"jadi gimana gis, kamu jadi kerja liburan ini? tanya risa sambil menyendokkan nasi ke mulutnya.
"tante ngijinin kan?" tanya jennie memotong ucapan risa.
"kalo tante sih terserah gisca aja, asalkan dia bukan kerja buat main-main."jawab mama
"liat nanti deh, aku juga belum bilang ke ray iya atau enggak." gisca menjawab.
"ray...? siapa ray?" tanya mama gisca
"itu tan manager disana, kemarin dia ngasih kartu nama ke gisca kalo gisca mau kerja gisca disuruh hubungin dia."
cloi yang menjawab
"oohhh..."
***
raybi mengecek ponselnya beberapa kali, tidak ada balasan dari gisca. dia meletakkannya di meja kemudian kembali menonton tv. hari ini ray belum berangkat ke store nya. mia akan datang ke apartemennya.
drrrt... hp ny bergetar tanda sms masuk.
raybi langsung mengambil dan membukanya. ternyata dari nicole.
tumben dia sms duluan.
nicole : ray...kamu apa kabar? kok udah lama ga telpon. ga kangen aku?
raybi pun membalas singkat
raybi : bukannya kamu sibuk terus,
nicole : aku banyak urusan disini bantuin bisnis papa. kamu lagi dimana?
belum sempat raybi membalas pesan, pintu depannya diketuk oleh seseorang. ada yang datang.
mungkin itu mia. pikir raybi
raybi segera membuka pintu.
benar saja, mia yang cantik dengan dress ketat berwarna maroon.
"hai ray.." mia masuk dan mencipika-cipiki raybi. raybi menutup pintu kemudian mereka berdua menuju ke ruang tv.
"ga ke store?" mia meletakkan tasnya diatas meja.
"belum. kan kamu mau kesini." raybi menatap mia.
mia pun bergeser duduk mendekati raybi
"wangi banget sih parfum kamu,"
mia mendenguskan hidungnya ke leher raybi.
membisikkan nya dengan nada yang menggoda.
sial.. mia jago banget kalo dalam hal menggoda gini.
"kamu juga cantik banget." raybi mencium bibir mia. dan disambut oleh mia dengan balas menciumnya.
"raayyy....
aaaaww" mia menjerit saat raybi mencium lehernya dan meninggalkan bekas merah disana.
raybi kemudian menjelajahi bibir, leher hingga melanjutkan mencium mia di dadanya dan meninggalkan bekas merah pula disana.
mia yang sudah bergairah melepaskan kaos raybi dan mendorongnya hingga raybi terlentang di atas sofa.
mia berada diatasnya melakukan apa yang harus dilakukan dan melanjutkan semuanya sampai tuntas.
pukul 3 sore tak terasa. mereka masih tergolek diatas sofa,melepaskan letih sehabis bercinta.
"miaa, kamu begini terus ga takut hamil kah?"
tanya raybi mengelus kepala mia. sesungguhnya dia merasa bersalah karna dia tak memiliki sedikitpun perasaan terhadap mia.
"tentu aja takut, tapi it's okey, aku pake kontrasepsi. aman kok" mia bangun dan melenggang ke kamar mandi untuk membersihkan diri, raut wajah mia menampakkan kesedihan. dia tau bahwa raybi tak memiliki perasaan kepadanya. dia dan ray hanya berteman di atas ranjang. begitu pikirnya.
"aku mau ke store. aku antar kamu ya." raybi membersihkan ruangan tv nya yang tampak berantakan usai berperang dengan mia.
mia menjawab iya dari balik pintu kamar mandi.
selesai membersihkan diri dan bersiap-siap, mereka pun keluar dari apartemennya. raybi mengendarai mobilnya mengantarkan mia pulang. tetapi mia meminta diturunkan di sebuah cafe.
"tapi aku ga bisa temenin kamu, aku mau ke store." ujar raybi memarkirkan mobilnya di pinggir jalan di depan sebuah cafe.
"it's oke ray. aku gapapa sendiri. kamu hati-hati ya. bye.." mia pun turun dan memasuki cafe