
tin...tin....suara klakson mobil jennie didepan rumah gisca, mereka berpamitan pada mama gisca.
mereka sudah siap untuk datang ke pesta yang diadakan cloi dan fred di rumah cloi. pesta kelulusan yang merupakan akhir dari kesenangan dan keseruan mereka di masa SMA, menghabiskan waktu bersama bergembira, tertawa untuk menghibur hati bahwa nanti mereka akan memasuki dunia yang lebih serius, baik itu dunia kuliah atau dunia kerja.
tentunya mereka nantinya akan sangat sangat jarang berkumpul dan bersenang-senang seperti hari ini.
mungkin diantara mereka ada yang kuliah keluar negri, ada yang pindah keluar kota, atau mungkin ada yang memulai kehidupan baru, yakni berumah tangga.
fred mana yah kok ga keliatan dari tadi.
gisca membatin sambil minum softdrink.
sementara teman-temannya yang lain sudah sibuk berjoget, bernyanyi, berteriak. mereka semua menikmati pesta seakan lagi ditempat clubbing pribadi. dentuman musik dari dj yang disewa cloi menambah semangat untuk semakin bergoyang.
"my sugaarrr...."
fred datang dari belakang dan langsung menutup kedua mata gisca menggunakan tangannya. gischa terkejut tapi dia mengetaui bahwa itu pasti fred. karna hanya freddy seorang yang memanggil dirinya 'sugar'
ya, gula. manis. itu yang di definisikan fred terhadap gisca.
"heyy, how are you? bosan nungguin aku ya?
tanya freddy.
"ga kok, eh iya. hmmm.. emang kamu darimana si?" tanya gisca memecah kecanggungan.
"ga kemana-mana masih di hati kamu,"
bisik fred lembut. tercium aroma parfum strawberry milik gisca saat dia membisikkan di telinga gischa
gisca kikuk, kaget, merinding mendengar hembusan nafas fred di telinganya.
"ambil makan yuk laper" ajak gisca kepada fred.
gisca memang selalu begitu. selalu berhasil menepis suasana yang membuat jantungnya deg-deg kan karna fred.
fred tersenyum lembut, dan mengikuti langkah gisca dari belakang.
melihat gisca mengambil makanan, dan sesekali tertawa saat bicara dengan teman yang lain.
kenapa sii gis, kamu berhasil ngebuat gue setiap hari jatuh cinta, dengan keluguan dan kebiasaan lo yang ngehindari gue.
oohh gosshh beri gue kesempatan milikin bidadari ini.
fred merasa gemas dengan pemikirannya, dan tersenyum-senyum sendiri. baginya segala tingkah yang gisca lakukan selalu membuatnya gemas dan semakin menyukai wanita itu.
"duh mulai deh bucin." jimmy datang sambil menenteng minuman bersoda dan memberikan satu kepada fred.
fred mengambil dan meminumnya, sambil melihat gisca.
"menurut lo, apa yang ngebuat gisca belum jawab iya ke gue?" tanya freddy ke jimmy
"tapi dia juga belum nolak gue."
"entahlah. mungkin dia mau ngeyakinin diri x. mungkin dia udah punya pacar, tapi LDR-an dengan pacarnya.." canda jimmy
"sialan lo.." melempar kaleng bekas nya kearah jimmy
***
semuanya serentak mengucapkan kata yang sama dan memasang gaya segokil mungkin.
foto ini akan menjadi kenangan masa-masa indah mereka, the moment of part of sweet memorries.
semua berpelukan, berfoto bergembira sekaligus mengharukan di saat-saat terakhir bersama.
"gisca, lo dianterin fred aja yah, gue sama risa mau mampir ke club tempat pacarnya risa. atau lo mau ikutan kita?" jennie sengaja mau membiarkan gisca dan fred berdua. memberi kesempatan untuk fred menyatakan cinta sekali lagi pada gisca.
"hmmm....okey deh ga papa. gue dianterin fred aja."
"okey... bye... kita duluan yah sayang."
mereka pun berpelukan dan bercipika-cipiki.
fred menghampiri gisca yang lagi duduk sendirian sambil memainkan hp nya.
"mau pulang sekarang?" tanya fred
risa mendongak. "boleh deh. yuk.."
mereka berdua pun berjalan ke halaman luas di mana mobil fred terparkir.
fred memang ikut tinggal dengan orang tua cloi. karna orangtua fred yang berkebangsaan inggris dan menetap disana.
sedangkan fred memilih sekolah di kota x ini.
sampai di dalam mobil mereka pun sama-sama terlihat diam.
fred ingin sekali mengutarakan isi hatinya lagi kepada gisca. meyakinkan bahwa dirinya tulus dengan niat yang baik.
kok canggung gini ya, tumben si fred diem aja, hmmm jadi ga enak ni.
"fred, nanti abis ini mau kuliah dimana?"
akhirnya gisca memulai obrolan.
"gatau juga sih, papa mama nyuruh aku pulang ke inggris, tapi aku belum siap deh."
"lo..kenapa?" tanya gisca
"aku belum siap buat jauh dari kamu, apalagi dengan status kita yang belum pasti ini."
jawab fred tiba-tiba. membuat seakan kerongkongan gisca tercekat, terkejut.
"giiss..." panggil fred lembut.
"kamu sampai kapan mau buat aku nunggu, aku gatau perasaan kamu sama aku gimana kalo kamu ga pernah bilang.
apa kamu beneran ga bisa kasih aku kesempatan sekali aja?"
gue sukaakk bangeett sama lo fred, tapi gue ngerasa ga pantes aja bersanding sama lo.
tapi gue juga ga mau lo jauh dari gue.
ucap giska yang tentunya hanya didalam hati.