
***flashback**
rumah duka telah ramai didatangi para pelayat. karangan bunga tanda belasungkawa berjejer rapi memenuhi halaman rumah christian. suasana haru masih sangat menyelimuti keluarga besar nya
awan mendung menyelimuti langit pun seakan ikut bersedih dengan kepergian sang perjaka tampan di usia yang terbilang muda.
gisca duduk melamun bersama ibu dan ayah christian di mobil jenazah yang membawa christian menuju ke pemakaman. luka di telapak kaki yang diakibatkan semalam tak memakai sandal pun tak begitu di dirasakannya lagi.
hari itu tepat pukul 2 siang, jenazah chris di makamkan, chris di kubur dalam perut bumi dengan damai, tanpa merasakan sakit apapun lagi. mungkin inilah takdir yang tuhan tuliskan untuk chris.
andai kematian memberikan tanda kepada kita yang masih hidup. pastilah kita semua akan memberikan waktu terbaik untuk dihabiskan bersama orang-orang yang tersayang.
tak terkecuali gisca, kepergian chris begitu menyisakan duka yang dalam baginya.
tak pernah terbayangkan berpisah dunia dengan chris secepat ini.
rasanya baru 2 hari yang lalu mereka masih tertawa, bersepeda bersama mengelilingi taman perumahan mereka di sore hari.
rasanya masih seperti mimpi. begitu cepat dan tiba-tiba.
gisca masih berusaha mencerna semua yang terjadi saat ini
taburan bunga berwarna warni memenuhi gundukan tanah yang masih basah itu. foto chris dengan senyuman lebar yang manis di atas pusaranya masih dipandangi gisca dengan lekat.
airmata yang tak tampak jatuh seakan menyiratkan bahwa tak ada lagi yang bisa di teteskan. gisca duduk termenung, tatapannya kosong tanpa ekspresi.
ibu chris yang tak hentinya menangis dalam pelukan mama gisca seakan lebih bersedih melihat ekspresi gisca.
tak ada perpisahan yang lebih menyakitkan selain perpisahan karna kematian.
sesakit apapun menahan rindu ingin bertemu, semua takkan ada ujungnya.
satu bulan kemudian keluarga chris pun pindah. mereka tak ingin menempati lagi rumah yang begitu banyak kenangan tentang chris. setiap sudut semakin menambah kesedihan yang mendalam
"sayang, terimakasih karna kamu menjadi sahabat bagi chris, dia sangat bahagia memiliki kamu. kamu pun sudah membuat kami merasakan telah memiliki anak perempuan.
kamu harus tetap bahagia, jangan berlarut dalam kesedihan. om dan tante sangat sayang kamu."
pelukan dan ucapan terakhir mama dan papa chris sebelum akhirnya mereka pindah keluar negri.
***
tiga bulan berlalu setelah kepergian chris duka itu masih terasa sangat dihati gisca.
senyuman, wajah, hidung, mata, semuanya sampai ujung kaki gisca masih mengingatnya dengan lekat.
tapi berlarut dalam kesedihan pun tak akan membuat chris hidup kembali. gisca sadar,
life must go on.
ya..gisca harus melanjutkan hidup, melanjutkan hari-harinya tanpa sang sahabat.
gisca menyesal mengapa dahulu dia tak mengatakan bahwa dia menyanyangi chris melebihi sebagai sahabat. mengapa baru sekarang dia menyadari setelah chris tiada.
"life is so cruel without you in besides me, chris...i miss you.." gisca memandangi potretnya bersama chris saat sedang memakai seragam sekolahnya*.
****
dan sore ini gisca terkenang cukup lama dengan chris, tanpa dia sadar matahari pun bergerak turun meninggalkan bumi yang kan digantikan oleh sang bulan.
dia menutup pintu balkon dan memasuki kamarnya.
gisca turun kebawah, menghampiri mamanya yang sedang menyiapkan makan malam.
"hmmmm....wangi bangettt...masak apa ni." gisca mengambil potongan pergedel dan memakannya lalu duduk di meja makan.
"udah laper sayang? yok makan." ajak mama gisca.
"freddy itu pacar kamu gis." tanya mama tiba-tiba.
gisca tersedak, nasi yang dimulut hampir menyembur keluar. gisca pun langsung minum.
"hmmmm..temen deket kok ma." jawab gisca kikuk sambil melanjutkan makannya.
"hahahha...jujur aja ga usah gugup itu," mama tertawa.
"lagian mama seneng, akhirnya kamu udah ga sedih soal chris lagi. kamu berhak dekat dengan laki-laki lain lagi supaya lebih hidup."
"wahh emang selama ini aku mati ma?" jawab gisca asal.
"iyaa, kayak mayat hidup maksudnya" mama tertawa lagi melihat candaan gisca.
"besok kamu mau daftar kuliah kan?" tanya mama yang sudah menyelesaikan makannya.
"mama temenin kamu, abis itu ikut mama jalan-jalan ke mall ya. mama mau cari sesuatu"
"kok tumben ngajak aku sih, mau ajak aku belanja ya?" cecar gisca kegeeran.
"aahh yang penting ikut aja. urusan mama itu mau belanja atau gak." mama berlalu ke dapur membawa piring kotor.
"iya-iya deh..." gisca melenggang berjalan ke ruang tv.
***
freddy yang dari tadi berkutat dengan laptop mengurus dokumen kepulangan mama papa nya pun hampir lupa bahwa dari tadi sore dia belum menghubungi gisca.
fred ingin memberi tahu bahwa orangtua nya besok akan tiba dari luar negri dan mengadakan pesta reuni bersama teman-teman mama papa nya dulu.
freddy beranjak mengambil telpon nya dan langsung menelpon gisca.
freddy : "sayang. lagi ngapain?"
gisca : "ga ngapa-ngapain kok. lagi nonton ajah."
freddy : "aku kangeenn...hehehe'
gisca : "ah kamuu, tadi kan udah ketemu." (gisca mesem-mesem di seberang telpon)
freddy : "sedetik aja ga liat kamu, rasanya setahun kali" (freddy menggombal) "oh iya, besok mama papa pulang. terus nanti ada pesta penyambutan gitu untuk mereka yang diadain temen-temen nya."
gisca : "oh ya, waahh pasti seneng tuh mama papa kamu."
freddy : "kamu bisa datangkan besok?"
gisca : "hmmm.. sebenernya si mama juga ngajak aku pergi jalan bareng dia. jadi aku belum tau bisa datang atau ga di pesta kamu."
freddy : "oh gituu. yaudah atur kamu aja. tapi kalo sempet usahain ya sayang."
gisca : "iya, nanti aku usahain kok. ya udah ya. kamu tidur gih.'
freddy : "iya. kamu juga ya. gudnite darling. love you.."
gisca : "nite. love you too. saa...yang.."
panggilan berakhir.
freddy tersenyum kegirangan mendengar gisca memanggilnya sayang.
cloi yang kebetulan lewat dari dapur langsung mengagetkannya
"cieee bucin lagi berbunga-bunga tuh. hahahahaha."
"hahaha bisa aja lo." freddy pun beranjak menuju kamarnya.