Asmara Gisca

Asmara Gisca
13. penasaran



raybi sudah rapi, dia akan berangkat menuju store nya. rutinitas yang tiap hari dia lakukan memantau para karyawan dan spg nya.


walaupun dia datang dan pergi tidak terjadwal tapi dia tetap profesional dalam mengerjakan pekerjaannya.


kring kringg kringg


telpon dirumahnya berbunyi. ibunya menelpon.


raybi : "iya ma."


ibu : ray..kok udah lama ga pulang. kamu udah lupa jalan kerumah ini ya?"


raybi : sekarang sibuk, nantilah kalo ga sibuk aku mampir."


ibu : "kamu ini, ga ada perhatian sekali sama orangtua, datang tunggu ga sibuk. kamu anggap apa mama mu ini."


raybi : "maa...jangan mulai." raybi menjawab dengan suara serendah mungkin. "nanti sore aku mampir kerumah. sekarang mau berangkat ke store dulu."


ibu : "oke mama tunggu. mama mau mengenalkanmu pada seseorang."


sambungan terputus.


raybi bergegas menuju lift dan segera berangkat.


sesampai di store dia segera masuk ke ruangannya tanpa menyapa para karyawan dan spg nya.


picha dan ellie sangat tau bila raybi sedang dalam keadaan tidak baik moodnya.


wajahnya datar dan dingin.


raybi menjatuhkan dirinya di kursi.


dia gusar memikirkan pembicaraan ibunya tadi.


apalagi yang mama rencanakan.


siapalagi wanita kali ini.


raybi mengeluarkan ponselnya, melihat dan memainkan hp nya untuk menghilangkan jenuh nya.


tiba-tiba pesan bergambar dari nicole masuk.


'sayang aku sudah tiba, miss you'


raybi membalas, dia mengirimkan lambang hati dan membalas miss you too.


dia sedikit tersenyum memandangi wajah nicole di layar hp nya.


pesan dari nicole sedikit meredamkan kegusarannya.


dia lalu keluar ruangannya. dan melihat kondisi store yang tampak ramai. dia berdiri di dekat meja kasir. tempat yang strategis untuk memantau seluruh isi store karena terdapat layar cctv disana.


hari minggu yang terbilang ramai membuat para karyawan dan spg nampak sibuk. dia terpikir untuk mengecek website store nya.


mungkin saja ada beberapa pelamar pekerjaan yang masuk kategorinya.


satu perasatu dia buka kiriman file dari para pelamar, membaca cv dan melihat foto diri yang di kirim kan, tapi tak satupun yang memenuhi kriteria sebagai spg nya.


menatap layar komputer cukup lama membuat matanya lelah. dia mengantuk.


raybi pun masuk ke dalam ruangannya lagi. dia duduk dikursinya dan memejamkan mata, dia ingin tidur menenangkan pikirannya sebelum bertemu ibunya sore nanti.


***


pukul 5 sore raybi telah meninggalkan store nya. dia mengendarai mobil dan melaju menuju rumah ibunya. rumah yang hanya ditempati ibu dan adik perempuannya.


sedangkan ayahnya tinggal dirumah kak sammy.


memang sejak berpisah, ibu dan ayahnya sangat jarang sekali bertemu. namun sebagai anak-anak mereka, raybi dan saudaranya tetap berusaha untuk menyatukan kedua orangtua mereka agar segera berdamai.


sedangkan adiknya saat ini tidak berada dirumah. dia di asrama. hanya pulang satu minggu sekali.


tin..tinn...


klakson mobil sammy memasuki rumah dengan pagar tinggi. raybi menoleh ke halaman terdapat satu mobil lain yang asing baginya.


dia pun turun dari mobil dan segera memasuki pintu utama rumah itu.


masuk ke ruang tamu dia mendapati ibunya sedang berbicara dengan seorang wanita.


"hai mam, bagaimana kabarmu?" raybi menyapa menghampiri ibunya dan mencium pipinya.


dia masih berdiri di samping kursi ibunya


tersenyum kepada seorang wanita yang sedang duduk dengan anggunnya.


"ray kenalkan ini mia, anak teman mama. dia baru pulang dari luar negeri." jelas mama.


raybi mengulurkan tangannya dan mengenalkan dirinya pada mia. mia tersenyum manis padanya.


raybi memandang tubuh montok mia.


hmmmm lumayan juga.


kemudian dia duduk disamping mamanya.


"karna mia ini baru sampai di negara kita, dia belum banyak mengetahui tempat-tempat disini, kamu temani dia ya berkeliling."


suruh ibu.


"no problem tant...masih banyak waktu buat aku dan ray untuk berkeliling kota ini..


iya, kan ray?" iya menyela omongan ibu raybi


raybi hanya tersenyum menganggukkan kepala tanda setuju.


"okeoke atur kalian aja mana bagusnya" mama tertawa. dia senang raybi merespon dengan baik.


ini akan berhasil pikirnya.


ibu pun ke dapur. memberikan kesempatan mia dan raybi untuk bicara berdua.


sepeninggal ibu raybi yang pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. raybi dan mia mengobrol mereka sama-sama tau maksud dari ibunya.


"jadi menurutmu apa kau mau bila kau dijodohkan denganku?" mia membuka percakapan.


"hahhaha..kau tau mia kau bukan yang pertama kali mama mengenalkan seorang gadis padaku." jawab ray.


"apa kau mempunyai pacar?" mia menyeruput teh nya.


"ya, dia sedang tidak di negara ini sekarang dia pulang kerumah orangtua nya untuk beberapa saat" raybi menatap mia.


mia tertawa. dia membetulkan posisi duduknya, membusungkan dadanya memberi kesan seksi dihadapan raybi. memikat seorang lelaki dengan gaya seperti itu tentu saja keahlian mia.


raybi menatap dada yang montok dan berisi itu. pikirannya mulai nakal.


"tapi...kita bisa mencobanya." raybi tersenyum penuh arti sambil menyipitkan matanya.


ibu datang dari dapur mengajak mereka untuk menyantap makan malam yang sudah disiapkan. mereka berjalan menuju ruang makan dengan mia yang berjalan di depan raybi.


raybi menatap bokong mia yang tampak padat dan berisi. tubuh mia memang benar-benar indah bak gitar spanyol. laki-laki mana yang tidak akan tergoda.


mereka pun menyantap makan malam.


tepat pukul 9 malam mia berpamitan kepada ibu ray, dia akan pulang ke apartemennya.


"terima kasih sayang sudah memenuhi undangan tante." ibu raybi memeluk mia dan mencipika-cipiki nya.


"it's oke tante. tante sudah seperti mama ku sendiri." mia tersenyum dan menoleh kepada raybi


"aku pulang ray." mia pun mencipika cipiki ray pula.


"hati-hati mia." raybi membalas.


mia masuk ke mobilnya. melambaikan tangan sebelum akhirnya meninggalkan rumah itu.


raybi pun berpamitan juga dengan ibunya. dia juga akan pulang.


"mama harap kamu mempertimbangkan mia ray.. dia gadis yang cantik." ibu berbicara dengan raybi penuh harap.


"maaa...aku masih berpacaran dengan nicole." ray menjawab malas.


"kau bisa berteman dulu dengan mia, mencari kecocokan dengannya." pinta ibu sambil memegang lengan raybi.


"aku pulang ma, aku akan memikirkannya." raybi memeluk dan mencium pipi ibunya.


lalu dia bergegas pulang.


didalam mobil ray masih terbayang permintaan ibunya. wajah dan tubuh montok mia, dia mulai berekspektasi nakal.


tapi dia pun teringat nicole.


tubuh nicole memang tak seindah mia, tapi nicole sudah menemaninya selama satu tahun belakangan ini.


aahh kenapa gue mikir yang aneh-aneh sih.


raybi memukul kemudi stir. menghilangkan pikiran nakalnya.


dia berpikir mia yang aduhai atau nicole kekasihnya?