
setelah mobil fred pergi meninggalkan rumah gisca, gisca pun masuk ke dalam rumah.
rumah dalam keadaan sepi.
tapi televisi di ruang tengah pun masih menyala. gisca melihat mamanya tertidur di sofa masih sambil memegang remote tv.
"maa...maaa.." panggil gisca lembut membangunkan mama nya.
"hmmm...kamu udah pulang sayang?" mama mengerjapkan matanya bertanya dengan nada suara serak khas orang bangun tidur.
"iya ma, kok mama bisa tidur disini sih? nungguin aku yah?" tanya gisca.
"iya sayang. mama takut ga kedengeran nanti kalo kamu pulang, eh ini malah mama beneran ketiduran. yaudah kamu bersih-bersih diri terus langsung tidur ya.
mama mau ke kamar."
mama pun beranjak menuju kamarnya.
gisca mematikan tv dan mematikan lampu ruang tengah kemudian naik keatas menuju kamarnya, membersihkan diri dan langsung rebahan di atas kasur.
dia mengingat adegan saat dia di cium oleh freddy tadi sambil memegangi bibirnya.
ciuman pertama nya.
dia tersenyum membayangkan mungkin freddy melihata betapa merahnya wajahnya saat itu saat mendapat serangan tiba-tiba itu.
gisca yang membayangkan pun jadi malu sendiri sambil masih tersenyum mesem-mesem
oh my god fred... gisca bergumam.
lalu dia mengambil ponselnya dan ingin menghubungi fred.
tapi...mungkin aja dia masih di pesta.
gisca mengurungkan niatnya.
gisca pun meletakkan ponsel dan mencoba untuk memejamkan mata, tapi tiba-tiba bayangan raybi muncul di kepalanya.
senyuman yang menunjukkan dua lesung pipi itu sangat manis dengan binar mata yang berwarna coklat terang itu.
membuat siapa saja terpesona.
gisca berpikir mengapa seharian ini dia bisa bertemu raybi sampai tiga kali. kebetulan kah?
aaahhh ngapain juga gue mikirin dia.
gisca berbalik ke arah kanan. memeluk bantal guling dan mencoba untuk tidur. mencoba menghilangkan pikirannya tentang raybi.
cukup lama dia membolak balikkan badan untuk mencari posisi yang nyaman tapi matanya tetap enggan terpejam.
gisca pun kembali mengambil ponselnya dan mencoba berselancar di sosial media miliknya.
dia melihat postingan sahabatnya cloi yang sedang berlibur bersama kakaknya di pantai yang indah, bermain ombak dan berenang memakai bikini.
gila.. cloi seksiiihhh bangett... gumamnya.
gisca pun masih berkutat dengan sosial medianya. cukup lama sebelum akhirnya dia tertidur dengan ponsel yang masih menyala.
sementara gisca yang sudah terbang ke alam mimpinya, suasana pesta dirumah fred pun mulai berangsur sepi. para tamu undangan telah kembali kerumah mereka masing-masing.
tak terkecuali raybi.
dia melonggarkan ikatan dasi di lehernya, membuka jas nya dan meletakkan di atas kasur. dia berdiri di depan jendela kamarnya. mengambil sebatang rokok dan menyulutnya.
dalam-dalam raybi menghisap rokok tersebut lalu menghembuskan asapnya ke udara.
dia memandangi kilauan lampu-lampu yang terlihat seperti hanya titik kecil dari tempatnya berdiri sekarang.
sunyi, sepi, hanya dirinya seorang diri.
dia teringat tentang perkataan ibunya untuk segera menikah di usia nya yang sekarang.
menata hidup untuk berumah tangga.
dia lalu berpikir apakah nicole akan cocok menjadi istrinya? apakah ibunya akan menyetujui nicole?
pertanyaan-pertanyaan itu muncul begitu saja di benaknya yang jawabannya pun belum dapat dia pastikan.
setelah habis rokok yang dihisapnya, raybi pun segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
dia melucuti pakaiannya satu persatu, dan kini pahatan tubuh polos yang sempurna itu telah berdiri di bawah pancuran air shower yang hangat. membiarkannya membasahi diri raybi yang seharian ini sudah sangat lelah.
raybi pun keluar dari kamar mandi.
dia kemudian berpakaian, dan menuju kasurnya untuk segera beristirahat. raybi memejamkan mata.
tak butuh waktu lama, dengan cepat dia sudah terlelap dalam tidurnya yang panjang...
***
kriiinggg.....kringggg....kriiinggg...
alarm menunjukkan pukul 7 pagi. mengagetkan raybi yang sedang asyik dalam lelap tidurnya.
tangan nya meraba-raba mencari letak alarm tersebut sambil mata terpejam. kemudian mematikannya dan melanjutkan tidur kembali.
seperti itulah kebiasaan buruk raybi.
dia selalu tidak bisa untuk bangun lebih pagi seperti orang pada umumnya.
bahkan dia bisa menghabiskan waktu sampai setengah hari untuk melanjutkan tidur malamnya.
tok...tok...tok....
tok...tok...tok...
tok...tok...tok...
bunyi ketukan pintu yang sedari tadi berbunyi pun membuat sang raybi beranjak.
siapa ini pagi-pagi sudah mau bertamu
raybi membuka pintunya, dan mendapati nicole yang datang.
nicole segera masuk dan mencium pipi raybi.
"selamat pagi sayang..." senyum lebar di wajah nicole.
tapi raybi hanya cemberut dan berbaring di sofa ruang tv nya.
"kamu tu ngapain sih pagi bangett udah gangguin aku tidur. " sungut raybi.
nicole pergi ke dapur mengambil mangkok untuk meletakkan sarapan yang dibawanya.
tak lupa dia membawa air putih untuk raybi minum.
nicole memang kekasih yang sangat perhatian, hanya saja terkadang sifat nicole yang egois sering memicu pertengkaran diantara mereka.
"kok bete sih. ini udah jam 10 sayang, kamu harus ke store." jawab nicole
raybi meminum air putihnya, dan memakan sarapan yang dibawa nicole.
nicole pun duduk disebelah raybi.
"sayang.. aku besok mau pulang dulu untuk beberapa hari, papa menelpon katanya mama sakit." nicole berbicara sambil melingkarkan tangannya di lengan raybi
"untuk berapa lama? perlu aku temenin?"
raybi masih memakan sarapannya.
"ga perlu. aku juga ga tau sampe berapa lama. kamu kan harus kerja. aku pulang sendiri aja." lanjut nicole.
"yaudah, nanti aku antar ke bandara ya."
raybi menoleh ke arah nicole. mengusap rambutnya. pandangan mereka pun bertemu.
lalu terjadilah ciuman lembut nan mesra. begitu lama... yang berujung raybi menggendong nicole ke kamarnya.
sampai didalam kamar raybi membaringkan tubuh nicole di kasurnya, mencium nicole lagi, sampai ke seluruh tubuh. desahan nicole yang lembut membuat raybi bertambah bergairah di pagi hari yang mulai beranjak siang tersebut.