Asmara Gisca

Asmara Gisca
4. said yess !!



gisca masih terdiam dan berkutat dengan fikirannya sendiri, dia bingung.


ingin hati mengatakan ya, tapi di sisi lain belum siap jadi bahan bullyan orang-orang.


ditambah duka hati yang belum seutuhnya pulih.


"giiss... kamu denger aku kan? kok malah bengong?" fred menyentuh tangan gisca. mobil pun terhenti.


"fred," gisca membalas sentuhan nya "aku juga suka sama kamu, ingin banget dekat-dekat kamu terus, tapi apa aku pantes? aku takut, aku ga kuat buat hadepin orang-orang yang suka kamu."


"lohh memangnya kenapa, ada aku dibelakang kamu, kamu ga perlu takut apapun gis, kamu ga usah peduliin orang-orang. cukup kamu membalas perasaanku,"


"kamu mau kan jadi pacar aku, 2tahun aku udah nunggu loh, aku rasa ini saatnya"


fred mencium kedua tangan gisca.


menatapnya dalam-dalam.


gisca pun menatap fred.


sesungguhnya dia pun merasa nyaman dengan sentuhan laki-laki ini, merasa senang bila di dekat nya.


gisca berfikir betapa sangat egoisnya bila menggantungkan perasaan seseorang terlalu lama lagi pula 2 tahun waktu yang cukup buat gisca mengerti tentang ketulusan fred.


hingga akhirnya gisca pun mengangguk dan tersenyum. pertanda setuju dengan fred.


"really...?" senyum mengembang penuh semangat tersungging di bibir fred.


"yess !! i wanna try with you"


gisca pun tersenyum meyakinkan fred.


fred pun langsung reflek memeluk gisca. gisca pun terkejut tapi dia membalas pelukan fred sambil menepuk-nepuk punggung fred.


"i'm so happy, you know.." fred seakan berteriak kegirangan.


gisca hanya tertawa.


"udah-udah, kita lanjutin pulang yuk, nanti orang-orang bingung kenapa mobil kita berhenti lama banget" gisca melepaskan pelukan fred. menyadarkan betapa sudah cukup lama mereka berpelukan.


mobil pun dinyalakan dan berjalan kembali.


sepanjang perjalanan fred slalu tertawa bahagia membuat gisca pun merasa lucu dengan tingkah fred.


fred merasa sangat senang, dia merasa dia harus berterima kasih pada teman-teman gisca karna selalu membantu dan memberikan kesempatan untuknya hari ini.


"aku harus traktir temen-temen kamu, mereka slalu ngebantuin aku buat curi-curi kesempatan deketin kamu."


"kamu ajak aja mereka ya nanti kita rayain hari jadi kita ini"


gisca tertawa. duh segitu senengnya sih kamu.


"okey, nanti aku ajak mereka. tapi jangan hari ini ya, ini kan udah malem. entar mamah ngomel lagi"


"its'okey darling. anything for you." fred menggenggam tangan gisca.


***


sesampainya dirumah, gisca langsug membersihkan diri, mengganti baju tidur dan bermain hp di atas kasur.


gisca ingin menelepon teman-temannya. memberitahukan tentang dia dan fred.


tuuttt..tuuuttt..


"heiii kalian masih di club? gila ini udah mau subuh kali," celoteh gisca


dentuman musik clubbing membuat risa dan jennie tak mendengar apa yang dibicarakan gisca. hanya wajah mereka yang sedang tertawa sambil berjoget.


"apa...!? lo ngomong apa gis, kita ga denger."


telunjuk mereka memutar di samping telinga, tanda isyarat tak mendengar.


gisca tertawa, sambil menggelengkan kepala dan berdecak "gila lo berdua, ga inget pulang. nanti pulang-pulang udah di coret dari KK lo sama bokap lo."


jennie dan risa tetap asik di seberang sana dengan suara musik dj yang mengalun.


risa dan jennie memang adalah sepupu. sama seperti cloi dan fred. hanya saja mereka tidak tinggal serumah.


"udah deh percuma gue telpon lo. ga nyambung.. yang ada gue malah nanti ikutan pusing.. bye..bye"


gisca melambaikan tangan ke arah hp nya.


dan panggilan pun berakhir.


bersamaan dengan gisca mematikan telponnya, hp nya pun bergetar tanda sms masuk.


freddy : gudnight my sugar.. mimpi indah ya.. love you !!


gisca tersenyum memandangi hp nya. lalu membalas sms tersebut.


gisca : nite...love you too.


gisca pun masih tersenyum sambil memutar-mutar hp ditangannya.


lalu menarik selimut dan kemudian mencoba memejamkan mata untuk hanyut kedalam mimpinya.


*kediaman cloi*


"cieee yang lagi falling in love, senyum teruss


senyum terusss..." sindir cloi kepada fred


"selamat yahh, akhirnya jadian juga ama gisca setelah sekian purnama menanti."


cloi duduk di samping fred di depan teras sambil memakan buah anggur.


"iya, thanks yah. berkat lo and the genk ini mah."


fred menyenggol lengan cloi dengah bahunya.


"no problem, udah gue bilang kan gisca tuh emang suka juga ama lo, cuma dia lagi ngeyakinin diri, kalo-kalo nanti dia di bully cewek-cewek penggemar lo jadi dia udah siap"


"lagian ya dulu gisca itu pernah di tinggal mati lo sama pacar nya. entahlah dibilang pacar atau bukan, intinya mereka deket sejak SMP gitu sampe SMA dan akhirnya meninggal tuh cowok. gue ga tau karna apa sih. gisca cerita dia meninggal mendadak gitu" sambung cloi


"seriously..." fred membelalakan mata.


"iyaaa....bisa lo bayangin orang terdekat ninggalin lo secara tiba-tiba. gisca shock bangett..


makanya dia ga pernah terlihat dekat dengan cowok kan selama 2 tahun lo ngejar dia. mungkin dia butuh waktu buat memperbaiki hati nya lagi, baru mutusin buat nerima lo sebagai pembalut luka hati." cloi pun berdiri dan ingin beranjak masuk. "gue masuk ya, banyak nyamuk disini."


fred mengangguk,


lalu diam dan berpikir.


hmmmm..gue bakal balikin hati lo kayak semula gis, gue yang bakal ngisi hari-hari lo mulai saat ini, gue yang bakal ngehapus kedukaan lo itu. tekad freddy.