Asmara Gisca

Asmara Gisca
19. pengalaman pertama.



pukul setengah 10 gisca telah berada di area parkiran mall tersebut, dia berjalan menuju pintu karyawan yang ada disamping mall.


suasana mall yang masih sepi membuatnya berjalan dengan santai dan tak terburu-buru.


kemudian sampailah ia di store raybi. karyawan store sudah ada yang datang dan sedang bersih-bersih mempersiapkan nanti pada jam 10 teng pintu store akan dibuka untuk pengunjung.


gisca masuk. "permisi,"


semua menoleh, ada picha, ellie, dan yang lainnya.


"spg baru ya?" picha bertanya ramah.


"iya, aku gisca." gisca mengulurkan tangannya. berkenalan dengan semuanya.


"oke gisca, kamu letakin aja tas kamu di ruang karyawan itu. masih ada waktu 15 menit untuk kita bersiap-siap, membersihkan toko dan merapikan semua nya. kamu juga setelah itu berdandan serapi mungkin ya." ellie memberi instruksi.


"oke mbak ellie"


gisca melakukan semua perkejaan yang di instruksikan padanya, walaupun dia spg baru dia terlihat cekatan dalam merapikan barang-barang yang ada di store.


pukul 10 telah tiba. semua lampu dinyalakan dan pintu store dibuka.


semua karyawan dan spg telah tampak cantik dan rapi. siap menyambut dan melayani para pengunjung mall.


picha dan gisca yang berdiri di dekat pintu bertugas untuk menyambut bila ada pengunjung yang masuk ke dalam store.


sedangkan yang lain berpencar di setiap sudut store melayani pengunjung yang membutuhkan size, warna ataupun product knowledge.


tak lama setelah itu raybi datang. hari ini tumben sekali baginya datang di jam seperti ini.


kalau di hari biasanya dia akan datang pada siang hari di sekitaran jam 2 siang, tapi hari ini dia datang di jam 11pagi.


dia menoleh kearah gisca saat memasuki pintu store,


gisca hanya tersenyum tipis padanya.


raybi kemudian berlalu menuju ruangannya.


raybi duduk di kursinya. memeriksa email dan beberapa laporan keuangan.


kemudian dia memanggil gisca keruangannya.


gisca gugup. mengapa raybi memanggilnya.


gisca pun masuk ke dalam ruangan raybi.


ruangan yang cukup bagus. berwarna putih dengan kursi kerja berwarna hitam. senada dengan warna meja yang terdapat komputer di atasnya.


laporan-laporan keuangan berjajar rapi di raknya, diurutkan berdasarkan bulan nya.


kemudian ada beberapa figura yang menghiasi di dinding. terdapat foto raybi, dan foto keluarganya.


gisca berdiri di depan meja kerja raybi.


"selamat datang gisca, selamat bergabung bersama kami." ucap raybi santai.


"i-iya mas...ehh.. kak maksud saya." gusca menganggukkan kepala.


"haahaha ga usah tegang gitu gis. panggil aja mas ray seperti kamu biasa ya." pinta raybi


"hari ini kamu cantik banget dengan setelan seperti itu." raybi memandang gisca sambil tersenyum.


"ma-makasih mas," gisca bertambah salah tingkah karna raybi memujinya.


"baiklah gisca, ini adalah standar operasional prosedur kerja disini. kamu bisa membaca dan mengikuti semua peraturannya. setiap hari store akan buka pada jam 10 pagi dan tutup jam 10 malam.


nanti minta pada ellie jadwal kerja shift kamu" raybi menjelaskan dan emberikan selebaran pada gisca.


"dan setiap hari kamu akan dapat waktu istirahat selama 1 jam, bergantian dengan yang lain." lanjut raybi


gisca mengambil selebaran itu. melihatnya sekilas.


"ada yang ingin kamu tanyakan gis?" tanya raybi.


gisca menggeleng.


"oke kalau kamu udah ngerti, kamu boleh kembali kerja." perintah raybi


gisca pun permisi keluar dari ruangan raybi. kembali berdiri di dekat picha untuk menyambut dan melayani pengunjung.


***


bekerja seperti ini adalah pengalaman dan hal yang baru bagi gisca. bila biasanya dia adalah pengunjung dan dilayani oleh spg ataupun karyawan. tapi mulai hari ini dia yang akan melayani pengunjung.


picha yang juga merupakan spg senior banyak membantu dan mengajari gisca, mereka tampak bekerja sama dengan baik. tentu saja karna picha dan gisca hampir seumuran, walaupun picha lebih tua dari giska 1 tahun.


astagaa pegel banget kaki gue.


gisca mengeluh. sepatu heels yang dipakainya hampir seharian ini membuat kakinya terasa pegal. dia belum terbiasa


ellie menjawab bahwa giliran gisca yang akan beristirahat di jam 3 sore hari ini.


raybi hanya mengangguk. dan melihat gusca masih sibuk melayani customernya.


raybi mengkode pada picha untuk menggantikan posisi gisca. gisca menoleh setelah picha bicara bahwa dia akan beristirahat di jam ini.


gisca mengangguk. kemudian menyerahkan customernya untuk picha handle.


raybi pun menyusulnya diruangan istirahat karyawan.


ruangan yang sebenarnya adalah gudang stok barang menjadi tempat multifungsi bagi karyawan dan spg disana.


"ayo gisca istirahat makan siang." ajak raybi yang sudah berdiri di depan pintu. gisca menaikkan bahunya tanda terkejut. lalu menoleh.


kapan datangnya ni orang tiba-tiba udah di depan pintu aja. gisca bergumam sambil tersenyum


"tapii..." belum selesai gisca menjawab raybi langsung memotong ucapannya.


"udah lah ayo, kebeneran aku mau istirahat juga." raybi mengajak bahkan sedikit memaksa.


"yaudah ayo." gisca beranjak dari kursinya. dan mengikuti raybi berjalan di belakangnya. mereka keluar gudang dengan beriringan melewati ellie, picha dan yang lainnya.


"kakak istirahat dulu ya." raybi bicara sambil berlalu. gisca hanya mengikutinya.


mereka berjalan bersejajar menuju area foodcourt di lantai atas, tempat dimana biasanya para karyawan ataupun pengunjung mall untuk makan.


"mau makan apa gis?" tanya raybi


gisca melihat-lihat gambar makanan yang ada di depan nya dan berpikir sejenak "hmmm...bakmi goreng aja deh." ucap gisca.


"loh ga pesen nasi?" tanya raybi lagi


"nggak mas, itu aja cukup. trus minumnya es jeruk ya mbak" gisca lalu menoleh pada pramuniaga nya.


"aku sama aja deh sama dia." ucap raybi akhirnya.


mereka pun duduk di kursi yang disediakan. menunggu pesanan mereka diantar.


gisca terlihat melepaskan heels nya dan menggosok-gosok betisnya dia merasa sangat pegal di area itu, raybi yang melihatnya pun tersenyum.


"pegel ya gis?"


"bangeett.. ga nyangka kerja itu susah juga." keluh gisca


raybi tertawa "hahaha nanti juga terbiasa, ini kan baru satu hari."


kemudian pesanan mereka datang, dan mereka menyantap makanan itu sambil di selingi beberapa obrolan. gisca hanya menanggapi, kebanyakan raybi yang berbicara.


gisca tampak bersikap biasa saja, tak secanggung tadi saat diruangan raybi.


drrrtttt....drrrtt....


sms di hp gisca masuk.


gisca membukanya kemudian tersenyum-senyum sambil membalasnya.


pasti itu sms dari pacarnya.


raybi yang melihatnya berspekulasi sendiri.


dia melanjutkan menyedot minumannya dan berlalu ke kasir untuk membayarnya.


gisca yang kemudian tersadar teringat untuk menyusul raybi ke kasir dan ingin membayar makanannya.


"udah..udah aku bayar semuanya gis."


"loh kok, aku ga enak ini jadinya." gisca gelagapan.


"kalo ga enak kasih kucing." raybi kembali ke kursi mereka tadi. gisca pun menyusul.


masih ada waktu 15 menit sebelum jam istirahat mereka berakhir.


"nanti pulang sama siapa gis?" tanya raybi


"paling naik taksi. mama lagi dirumah nenek. jadi ga bisa jemput. jawab gisca dengan masih membalas sms


"yaudah nanti aku anter." raybi berbicara singkat dan jelas.


"aduh ga usah mas, aku ga keenakan lo, beneran.


gisca menatap raybi.


"udah ga papa kan searah juga." raybi memutuskan.


gisca hanya manyun. antara baik sama maksa ga ada bedanya dia ini. pikir gisca