Asmara Gisca

Asmara Gisca
12. LDR



pukul 7.30 pagi raybi dan nicole sudah bersiap di dalam mobil mereka untuk bergegas menuju bandara.


pagi ini pesawat nicole akan terbang pukul 9.15. macetnya jalanan ibukota membuat mereka berangkat lebih awal agar tak ketinggalan pesawat.


mereka pun tiba di bandara pukul 8.45. masih ada tersisa waktu untuk melakukan boarding pass.


raybi pun memeluk nicole dan mencium keningnya. seakan ini adalah perpisahan untuk selamanya.


"have a nice flight baby.. kirim pesan jika sudah tiba." raybi mengusap kepala nicole.


nicole menggenggam erat tangan raybi. baru kemudian meninggalkannya di depan eskalator. nicole melambaikan tangan. raybi tersenyum sampai nicole sudah tak terlihat di pandangan nya lagi.


dia pun pulang.


karna hari yang masih terbilang pagi, raybi pun mampir membeli sarapan di depan area taman dekat apartemennya.


taman yang sangat ramai bila di hari minggu seperti ini.


ada yang berolahraga, ada yang bersepeda, ada yang menyantap sarapan, bahkan ada yang sekedar hanya mengantar anak mereka untuk bermain playground khusus anak-anak.


mobilnya pun terhenti di depan tukang gerobak aneka bakmi. dia menurunkan kaca mobil dan memesan satu bakmi goreng.


raybi turun. berdiri di dekat pintu mobilnya dan melihat-lihat sekeliling yang tampak ramai.


matanya tertuju pada seorang gadis yang sedang berjogging dan berlari kecil.


memakai setelan tanktop dengan handuk kecil di lehernya. rambutnya di ikat satu menyerupai ekor kuda.


gisca. dia bersama jennie dan risa.


mereka sedang asyik tertawa sambil bercanda dan tak melihat raybi yang berada beberapa meter dari mereka.


"ini mas bakmi nya". mas penjual bakmi mengejutkan raybi.


"oiya, makasih."


raybi menerima dan memberi uang kepada mas tersebut.


cukup lama dia berpikir untuk menghampiri atau tidak.


dan akhirnya menghampiri.


"hei...." sapa raybi. membuat gisca dan teman-temannya menoleh dan kelihatan bingung.


"gisca kan?"


gisca diam, dia terkejut. sesungguhnya dia sangat mengenali laki-laki ini. hanya saja dia bengong karna raybi menyapanya.


"eh gis kok diem aja," jennie menyikut risa,


"hai... gue jennie dan ini risa."


jennie dan risa berinisiatif menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan raybi.


raybi pun menyambutnya dan tersenyum.


2 temannya itu terlihat terkesima.


duhh mulai lagi deh ini bocah berdua.


"kok bisa disini, lagi olahraga ya" tanya raybi basa-basi. "freddy ga ikut kah?" dia mencairkan suasana.


"iya dia ga ikut, kami cuma bertiga aja." akhirnya jawab gisca.


"pak raybi olahraga juga?" gisca melihat bungkusan ditangan raybi


"ray...panggil aja ray..." raybi menjawab dengan senyum. "aku cuma lewat kebetulan beli sarapan. apartemenku disana." raybi menunjuk gedung tinggi yang bertingkat.


"ooohh. hmm.. yaudah kalo gitu kami lanjut lagi olahraga ya mas ray." gisca menarik kedua tangan sahabatnya untuk meninggalkan raybi segera.


raybi masih berdiri ditempatnya. memandangi mereka bertiga yang berjalan jauh sambil berlari kecil.


cepet-cepet banget, mau menghindar?


raybi tersenyum sarkastik kemudian raybi menuju mobil.


"eh siapa tu cowok ganteng. lo kenal dimana?" risa dan jennie langsung menyemprot pertanyaan kepada gisca begitu mereka menjauh.


"lah..tadi kan kalian udah kenalan namanya siapa." gisca masih berjalan menuju gerobak siomay.


"dia itu adik koleganya papanya fred. waktu itu ketemu di pesta mereka. nah kenalnya di situ." gisca menerima piring siomay nya.


"lagian baru ini kok kita saling sapa." lanjut gisca lagi.


"tapi kayaknya mukanya ga asing ya, pernah liat dimana gituu..." ucap jennie seolah sedang mengingat sesuatu.


"yaiyalah lo inget ga waktu kita masuk store yang di mall kemarin itu, nah dia manager nya disitu." gisca sambil mengunyah siomay nya.


"oooo" mereka membulatkan bibir secara bersamaan. "pantesan.."


"tapi kayaknya udah dewasa deh, keliatan mapan dan ganteng banget, mau deh gue jadi pacarnya. eehh jadi adiknya juga ga papa kok.." jennie tersenyum membayangkan.


"udah punya pacar belum gis?" tanya jennie.


"mana gue tau. orang belum pernah ngobrol. tapi kayaknya gue semalem liat dia sama pacarnya deh.. mungkin." jawab gisca.


"ya ampun, lagian mana mau dia ama lo jen, udah ga perawan gitu. hahaha." canda risa


"sialan lo.." mereka pun beranjak. dan bergegas untuk pulang.


***


gisca dan teman-temannya hari ini akan mengunjungi kediaman cloi.


cloi telah pulang dari liburan singkat bersama kakaknya, dia membeli oleh-oleh untuk sahabat-sahabatnya itu.


disana tak tampak fred. fred telah tinggal bersama orangtuanya sejak mereka pulang ke negara ini.


"cloi, kok freddy dari tadi ga keliatan?" gisca celingak celinguk mencari sosok fred.


"dia udah tinggal bersama om dan tante lagi. denger-denger mereka akan pindah ke negara xx untuk fred melanjutkan study disana." jawab cloi


"iyakah? tapi semalam fred ga ngomong apa-apa sih." gisca mengernyitkan keningnya.


"mungkin hari ini dia bakal bilang sama lo gis."


cloi berjalan kedapur mengambil beberapa cemilan untuk mereka.


berarti dia bakalan kuliah diluar, artinya kita bakalan ldr an dong. gumam gisca


entah mengapa gisca merasa sedih, dia akan berjauhan dengan kekasihnya itu. padahal itupun belum pasti karena fred belum membicarakan dengannya.


tok... tok... tok...


suara pintu diruang tamu. cloi segera beranjak dan membukanya.


"nah ni dia panjang umur, baru juga di omongin."


fred dan cloi muncul.


"hai sayang." fred menghampiri gisca mengusap kepalanya.


"haii.." gisca tersenyum dan merangkul lengan fred.


mereka pun masih melanjutkan mengobrol dan memilih-milih hadiah yang dibawakan cloi. lalu fred mengajak gisca meninggalkan teman-temannya dan pergi ke teras luar untuk bicara.


"sayang aku mau bilang sesuatu sama kamu, sebenernya semalem aku mau ngomongin ini tapi ga sempet." fred memandang wajah gisca lekat. menyisipkan anak rambutnya ke telinga gisca.


"iya aku udah tau, kamu mau ke luar negri kan? tadi cloi bilang." jawab gisca datar


"aku udah nolak, tapi mama papa maksa aku, aku bingung. disisi lain aku ga mau jauh dari kamu." fred terlihat sendu. dia sedih. bagaimanapum dia akan berpisah dengan kekasihnya ini.


"ga papa. kita masih bisa berhubungan walau jarak jauh, toh kamu pergi juga kan untuk kuliah. buat masa depan kamu." gusca menggenggam tangan fred.


"rencana nya kapan mau berangkat?" tanya gisca lagi.


"mungkin minggu depan. sekarang lagi ngurusin berkas-berkas biat daftar kesana."


"kamu beneran ga papa?" tanya fred memegang dagu gisca.


gisca berkaca-kaca seolah ingin menangis. tapi di tahannya.


gisca mengangguk, dia mencoba untuk tersenyum.


fred memeluk gisca dan mencium keningnya.


mereka pun kembali ke dalam bergabung bersama yang lain.