ARYAN AND THE VILLAINESS

ARYAN AND THE VILLAINESS
Chapter 7| Lord Of The Ring



"Apa yang dikatakan Buggy, memang benar. Aku melihatnya sendiri dengan kemampuan mataku. Guru, aku harus nengatakannya. Bahwasanya aku memiliki keahlian melihat sebuah masa depan dan masa lalu Alternatif. Aku jug bisa melihat kejujuran seseorang. Apa yang dikatakan Buggy dan kebenaran Iblis Estaroth memanglah benar. Buggy, aku harus mengatakannya. Hentikan diriku jika aku dikuasai oleh Kepribadian Rain. Ini adalah permintaanku sebagai sahabatmu.", ucap Aryan.


"Rupanya lambat laun, mata murninya akan berkembang dengan sepenuhnya. Semua petunjuk ada pada kitab Vishanti.", ucap Sorcerer.


"Sesuai permintaanmu kawan....,", ucap Buggy.


"Suatu saat, aku akan menolongmu untuk menghilangkan kepribadian itu ", ucap Griszy.


"Kalian......, terima kasih banyak. Kalian adalah keluargaku.", ucap Aryan.


"Sudahlah, jangan dipikirkan,", ucap Buggy sambil memeluk Aryan.


"Hey,,. Jangan memelukku seperti itu. Aku takut kau akan bertindak macam-macam.", ucap Aryan.


"Buggy kau memang maho ya.", ucap Griszy.


"Apa katamu...!!!!, ini adalah ikatan seorang teman." Ucap Buggy.


"Hey kalian.. sudahlah..", ucap Sorcerer.


"Guru, aku juga melihat bahwa semua iblis itu adalah ulah dari seseorang.", ucap Aryan.


"Apa maksudmu Aryan?.", ucap Sorcerer.


"Ada dalang di balik semua ini, ya walaupun dalang itu memanfaatkan Lucifer dan Beelzebub. Akan tetapi, dalang justru menjadi boneka bagi Lucifer. Aku semakin mengerti pemikiran Lucifer.", ucap Aryan.


"Kita harus tetap waspada. Kurasa kalian harus membuat sekutu dengan ras-ras lain.", ucap Sorcerer.


"Contohnya guru?.", ucap Girszy.


"Kalian harus membuat ikatan perteman dengan wilayah-wilayah Ras lain.", ucap Sorcerer.


"Mungkin bisa kita lakukan besok.", ucap Arya.


"Aryan, kau akan menuju ke wilayah kerajaan Dwarf di gunung Kazad. Buggy, kau akan pergi ke tempat yang paling jauh, di wilayah Mordor. Griszy, kau akan tetap di sini untuk berjaga. Aryan, kau besok akan ditemani oleh seseorang. Ia berasal dari tempatmu", ucap Sorcerer.


"Ha, siapa guru?.", ucap Aryan.


"Kau akan tahu besok.", ucap Sorcerer.


Keesokan harinya, di kerajaan Aratnasun. Tiariel yang sudah banyak menguasai Ilmu Avatar-nya tengah diberikan misi untuk mengawasi pergerakan para Ras-ras lain.


Tiariel mengemban tugas itu dengan sepenuh hati. Ia menuju ke kerajaan Dwarf terlebih dahulu.


Shanctum Santorum. "Aryan, dia adalah Kheetjhaght (kicak). Seorang yang berasal dari kota Greedred.", ucap Sorcerer.


"Tunggu, aku ingat. Kau adalah teman ayahku. Maksudku, anda adalah seorang yang berasal dari Kota Greenred. Paman Sincere.", ucap Aryan.


"Yaa, kau benar. Aku terkena sihir mutasi genetik yang dilakukan oleh elrond, maksudku Lucyferd. Pada saat itu, aku keluar dari batas penghalang klan-mu.", ucap kicak.


"Yaaa, aku ingat kisah itu dari Ayahku.", ucap Aryan.


"Baiklah. Mari kita berangkat!.", ucap kicak.


"Buggy, kau harus pergi sendiri. Mampukah?."ucap Sorcerer.


"Jangan panggil saya sendiri. Kami adalab tim dua orang.", ucap Buggy.


"Oh, aku mengerti. Hati-hati kalian. Doaku menyertai kalian.", ucap Sorcerer.


Mereka kemudian pergi dengan mengemban misi masing-masing.


Butuh waktu sekitar 5 hari bagi Aryan untuk sampai di kerajaan Dwarf. Sedangkan bagi Buggy, butuh waktu 14 hari untuk sampai di wilayah Moordor.


Tiba-tiba, sebuah telepati berada di pikiran Sorcerer.


"Bahaya, kerajaan Rivendell diserang oleh seorang Dwarf.", suara telepati Raja Useriel untuk Sorcerer.


"Apa?, siapa?.", ucap telepati Sorcerer.


"Pangeran Arez, pemilik lord of the Rings. Putra dari Raja Kahfez, raja Dwarf.", ucap Raha Useriel.


"Gawat, aliansi akan gagal kalau begini jadinya.", ucap Sorcerer.


"Aku harus membuat Aryan dan Kicak beralih menuju Rivendell.", ucap Sorcerer.


Sorcerer kemudian membuat sebuah portal daei alat yang ia pakai.


Pada saat Aryan dan Kicak berlari, ia dihadang oleh sorcerer yang tiba-tiba muncul.


"Kalian, rencana berubah. Kita harus menuju ke kerajaan Rivendell.", ucap Sorcerer.


"Guru, anda melakukan hal yang rumit kami. Mengala jika anda dapat melakukan portal ruang, tidak langsung mengirim kami saja.?.", ucap Aryan.


"Kita bicarakan saja nanti. Cepat ikut aku.", ucap Sorcerer.


Mereka tiba di kerajaan Rivendell.


Pangeran Arez mengamuk dengan memakai cicinnya.


Cincin tersebut membuat dirinya tak terlihat seperti teknik invisible Buggy.


"Aryan, hanya kau yang bisa melawannya. Gunakan penglihatan mata murnimu dan shard-mu.", ucap Sorcerer Supreme.


"Sesuai perintah Guru.", ucap Aryan.


Aryan kemudian mengatasi Arez dengan Shard-nya.


Arez yang sebelumnya tak bisa dilihat oleh siapapun, kini terlihat oleh Aryan.


Aryan menggunakan penglihatan masa depannha untuk melihat semua pergerakan Arez. Serangan Arez dengan mudah dapat dihindari Oleh Aryan. Aryan menggunakan Shard-nya untuk menyerang Arez. Namun dengan Mudah Arez menepis dengan pedangnya.


Aryan melakukan strategi sama untuk menghentikan Arez.


"Buggy!, gunakan Anti-sihirmu!. Griszy hadang dia seperti kau mengadang kak Jacky kemarin waktu latihan.", ucap Aryan.


"Kau halu ya!!!, Buggy tak berada di sini!.", ucap Griszy.


"Aahhhhhh. Aku lupa!.", ucap Aryan.


"Mungkin sihirku bisa membantu.", ucap Bachtruiell.


"Anda?, pangeran Bachtruiel yang membantu Griszy.", ucap Aryan.


"Ya. Apa yang bisa kubantu?", ucap Bacht.


"Anda bisa membuat sebuah asap atau apapun itu untuk memudarkan penglihatan Arez?.", ucap Aryan.


"Tentu.", ucap Bacht.


"Writing Magic; Shadow!!!", ucapan sihir tulisan milik Bacht.


Semua tempat terhalang oleh kabut milik Bacht. Aryan kemudian terbang dengan pijakan Satu Shard-nya. Sementara lima Shard lainnya ia gunakan untuk mengikat Arez.


Seluruh tubuh Arez dengan cepat terbelenggu oleh Shard Aryan.


"Lepas cicinnya.", ucap Aryan dari atas.


Griszy kemudian melepas cincin 'kekuasaan' milik Arez.


Arez pun kemudian terlihat dan tersadar.


"Apa?, mengapa aku berada di sini?, dan mengapa aku terikat seperti ini?.", ucap Arez.


"Cincinmu terkutuk. Itu yang membuatmu kehilangan diri dan kesadaran.", ucap Aryan.


"Yaa, aku telah menempanya dari logam besi terkuat kami.", ucap Arez.


"Aku sarankan untuk meleburkan cincin itu. Itu cincin terbusuk yang pernah ada. Mungkin kau bisa membuat ulang cincin itu dengan logam lain yang lebih berharga.", ucap Aryan.


"Aku memahami saranmu. Terima kasih telah menyadarkanku.", ucap Arez.


"Mungkin kau akan mengantar Arez untuk pulang Aryan. Aku memiliki saran, Murnikan cicin itu, lebur kembali dan saring. Kemudian Gunakan logam terbaik kalian yang lain.", ucap Sorcerer.


"Bagaimana caranya guru?.", ucap Aryan.


"Lihat masa lalu alternatifmu, lihat kehidupan pertamamu."


Aryan kemudian melihat semua masa lalu di kehidupan sebelumnya. Ia juga teringat dengan Tiariel, pearl, dan semua yang terjadi.


"Aku mengingatnya guru. Aku, maksudku Arya memiliki sebuah sihir terlarang yang ia pelajari dari kitab Darkhold.", ucap Aryan.


"Ya. Coba pakailah!.", ucap Sorcerer.


"Baik guru, Forbidden Magic; Purify.", ucap Sihir Aryan yang merapal sihir terlarang Darkhold, untuk memurnikan cicin tersebut.


"Arez, coba pakai cincin itu lagi.", ucap Sorcerer.


Arez kemudian memakainya kembali, ia kemudian tak terlihat. Namun masih samar-samar.


"Ini berhasil. Namun, menjadi samar-samar.", ucap Arez.


"Sebab itulah Aryan menyarankan dirimu untuk membuatnya ulang menggunakan logam terbaik kerajaanmu. Baik Aryan, sekarang antar Arez menuju kerajaannya.", ucap Sorcerer.


"Bagaimana dengan portal anda tadi?.", ucap Aryan.


"Oh, tidak bisa. Akan lebih baik jika dilakukan setapak demi setapak.", ucap Sorcerer.


-to be Continued-