ARYAN AND THE VILLAINESS

ARYAN AND THE VILLAINESS
Chapter 47| Varian



"Baiklah, aku akan menduplikat diriku menjadi dua orang. Anggap mereka Aryan Future dan Aryan Past. Kau Rasyid, akan dibersamai oleh Aryan Future. Sedangkan kau Trian, ah .. maksudku The Beast akan dibersamai oleh Aryan Past. Kalian akan ditemani oleh para duplikatku untuk mencari kembali batu itu. Ini semua adalah tanggung jawabku karena telah merebut batu-batu itu dari kalian.", ucap Aryan.


Aryan kemudian membuka portal blackhole untuk mengambil dirinya dari masa lalu dan dari masa depan untuk bertanggung jawab atas hilangnya scarab-stone & blood-stone.


Masing-masing telah dibersamai oleh Aryan. The beast bersama Aryan Past, Rasyid atau Mr.Madness bersama dengan Aryan Future. Sementara Aryan Present atau Aryan Asli sedang bersemedi untuk mencari jati diri dari kekuatan mata kanannya.


Petualangan dimulai, author akan memulai kisah dari pencarian Batu darah atau Blood-stone milik Trian. Walaupun, timeline-nya bersamaan. Untuk mempermudah pemahaman pembaca.


"Blackhole;multiverse 010", ucapan Spell Aryan untuk memasuki tujuan semesta 010.


"Baiklah, di mana? Letak keluarga bangsawan itu?", ucap Aryan.


"Tepat di depanmu, gunakan mata saktimu itu, maka kau akan dapat melihatnya.", ucap The Beast.


"Mengapa kau bisa melihatnya?,", tanya Aryan.


"Aku, aku mendapatkan informasi ini dari Kepribadian Trian yang lain yang bernama Dr.Richard.", ucap The Beast.


"Oke, aku melihatnya. Apa?, mengapa dengan mata kiriku tidak bisa?, justru dengan mata kananku aku bisa melihatnya. Padahal mata murniku berada di mata kiri. Ada apa ini?,. Sudahlah, kita tak memiliki waktu lagi.", ucap Aryan.


"Baiklah, mari kita masuk lewat pintu tak terlihat itu. Kita langsung memasuki labirin tempat mosnter disembunyikan. Akan tetapi di sana ada diriku yang juga ingin merebut batu itu.", ucap The Beast.


"Emm aku mungkin akan melakukan sesuatu pada dirimu yang di sana", ucap Aryan.


"Ikut aku, dia.. dia adala elsa.. keturunan keluarga bangsawan ini yang dikucilkan. Mari kita tangkap dia, karena waktu itu, dia menyusahkanku. Emm tapi aku memiliki ide lain untuk menangkap semua peserta labirin mematikan ini.", ucap The Beast.


"Aku lebih memiliki ide bagus. Daripada mebereskan semua peserta itu, lebih baik kita langung menuju monster itu.", ucap Aryan.


"Ha?  Bagaimana caranya?", tanya The beast.


"Blackhole-ku memiliki kekuatan untuk melakukan itu. Ayo cepat.", ucap Aryan.


"Baiklah, aku menuruti semua maumu. Yang jelas aku harus bisa mendapatkan batu itu lagi.", ucap The Beast.


"Sangat mudah. -blackhole;ruang pusat labirin-", ucap Aryan yang kemudian membuka portal blackhole untuk menuju ke ruang pusat labirin, tempat monster yang membawa bloodstone tersebut.


"Heyy, kawan... ini aku the Beast. Kuharap kau mempercayaiku. Serahkan batu itu, kemudian aku akan membebaskanmu", ucap the Beast.


Monster itu hanya mengangguk memakai bahasa isyarat kepada The Beast yang sama-sama sesosok monster.


"Baik aryan, batu sudah digenggamanku. Mari kita kembali dan membebaskan monster ini.", ucap the Beast.


"Ini akan menodai realitas. Tapi tak mengapa lah. Semua adalah tanggung jawabku. Kelak akan ada dua monster. Karena di timeline ini. Monster itu telah bebas. Di timeline sesungguhmya entah berada di mana monster itu, yang jelas kita sudah memiliki batu itu. Kau mau ku kembalikan ke mana?, ke tempat timelinemu apa ke semestaku?, atau ikut denganku untuk membantu Rasyid menemukan scarab stone.. emm tapi mungkin mereka sudah mendapatkan batu itu.", ucap Aryan.


"Aku, aku akan tetap tinggal di timeline ini", ucap Trian yang sengaja ingin tinggal di timeline tersebut.


"Apa kau serius?, apa yang kau lakukan?, ", ucap Aryan.


"Tunggu, mungkin kau bisa menolongku untuk pergi ke time line di mana aku telah membunuh seorang gadis. Aku akan mencegah diriku atau kepribadian the beast karena telah menculik beberapa seorang gadis.", ucap Trian.


"Baiklah, sesuai kemauanmu. Blackhole; timeline past.", ucap Aryan yang mengucapkan spell teknik matanya.


"Masuklah, lakukan tugasmu.", ucap Aryan.


"Terima kasih Aryan, kau sudah banyak membantu.", ucap trian.


"Tak mengapa, semua ini tugasku.", ucap Aryan.


"Terima kasih untuk semuanya aku pamit.", ucap trian.


Trian kemudian memasuki timeline saat the beast atau kepribadian trian yang buas tengah memakan seorang gadis hidup-hidup.


"Baiklah, aku akan menemui Aryan future, mungkin mereka sudah menyelesaikan tugasnya.", ucap Aryan Past.


"Apa?, mengapa mereka terkapar semua?,", ucap Aryan Past yang melihat Aryan Future & Rasyid tengah sekarat.


"Tunggu, aku akan melihat nasa lalu dalam pikiranku.", ucap Aryan Past.


Terlihat dalam pikiran Aryan, ia lengah karena ditusuk oleh Rasyid masa kini yang tengah ditolong oleh Aryan.


"Apa?, mengapa dia tiba-tiba menyerang Aryan. Aku harus lebih melihat masa lalunya.", ucap Aryan Past.


"Rupanya, kepribadian ketiga Rasyid yang bernama Rainer. Telah merenggut kesadaran Rasyid. Kemudian Rainer ikut terkapar karena terkena efek Refleksi yang sudah Aryan Aktifkan.", ucap Aryan Past.


Aryan Past kemudian mengkorversi tubuh Aryan future menjadi sebuah energy untuknya, dan menyembuhkan Rasyid.


"Hey, kau tak mengapa?", tanya Aryan.


"Tunggu, apa yang terjadi. Aku seakan tiba-tiba lupa terhadap kejadian tadi.", ucap Rasyid.


"Kau, kuharap kau mengerti bahwa kau memiliki kepribadian lain lagi selain Ahmad.", ucap Rasyid.


"Oh shittt, aku mengerti, itu kenapa aku sering melantur secara tiba-tiba waktu aku tersadar aku telah berada di tempat yang berbeda.", ucap Rasyid.


"Baiklah, semua sudah teratasi. Apa kalian sudah mendapatkan batu itu?", tanya Aryan Past.


"Ha?, mengapa kau tanya kepadaku. Bukankah kau sudah mengetahui yang terjadi sebelumnya?", ucap Rasyid.


"Tidak, kau telah membunuh diriku yang satunya. Aku adalah Aryan Past yang telah membersamai Trian atau The beast dalam perburuan batu darah atau disenut Bloodstone.", ucap Aryan Past.


"Ohw jadi, dia telah membunuh dirimu yang satunya. Maafkan aku. Baiklah, kita tengah berada di markas musuh. Mungkin batu itu sudah aku rebut saat itu. Ikut aku", ucap Rasyid.


"Hey, tunggu!, kemana?", tanya Aryan.


"Ke Sebuah bagasi seperti lorong yang biasa dipakai untuk orang beristirahat sejenak.", ucap Rasyid.


"Kita akan memakai teknik blackhole-ku.", ucap Aryan.


"Ohw iya aku lupa. Baiklah ayo", ucap Rasyid.


"Blackhole;lorong persembunyian", ucapan mantra atau spell Aryan untuk menuju ke ruang lain di semesta yang sama.


"Baiklah mari masuk", ucap Aryan.


"Ooke", ucap Rasyid.


"Inikah ruangannya?", tanya Aryan.


"Tepat sekali. Di mana kau menyembunyikan batu itu?", tanya Aryan.


"Ahmad, mungkin kau tau di mana batunya?", tanya Rasyid kepada kepribadiannya lain yang bernama Ahmad.


"Oh, kau lupa, kau sendiri yanh menaruhnya dalam tas itu bukan", ucap Ahmad.


"Loh, aku.. aku tidak menyembunyikannya. Baiklah kita periksa tas itu.", ucap Rasyid.


"He kalian. Tunggu. Biar aku yang memeriksanya, bisa saja itu jebakan atau semacam bom atau apalah untuk mencelakakan kita.", ucap Aryan.


Aryan kemudian memeriksa tas itu, yang ternyata berisikan uang dan batu scarab itu. Akan tetapi....


BOOM!!!!!!!, sebuah pedakan terjadi.


-to be Continued-