
"Baiklah, kurasa kami harus kembali ke semesta kami. Inkursi teratasi, walaupun keenam batu itu sudah hilang.", ucap Rosen.
"Kau, jangan terburu-buru. Santai dulu di sini.", ucap Aryan.
"Tidak, semestinya kami secepatnya kembali", ucap Rosen.
"Kalau begitu, baiklah", ucap Aryan.
Aryan kemudian membuat portal Black hole universe dan menuju ke semesta dandelions, tempat Rosen Tinggal. Semua anggota saling berpamitan, Rosen, Noel, dan Nigurath berpamitan.
"Terima kasih banyak atas bantuan yang kalian berikan", ucap Aryan.
"Tak usah formal begitu, sudah sepantasnya kami ikut mengatasi inkursi ini, karena semesta kami juga memiliki dampak walaupun itu kecil." Ucap Rosen.
Rosen dan lainnya kemudian memasuki portal blackhole tersebut dan pulang.
Aryan, Buggy, dan Noel kemudian berpamitan kepada Raja Kahfez dan Pangeran Arez, Mereka kembali ke Shanctum Santorum. Aryan masih menjadi penyihir Agung yang bergelar The Eye of Supreme, untuk mengelola dan memimpin jalannya kultus multiverse di Shanctum Santorum.
Aryan kemudian memulai meditasinya untuk mencari kedamaian atas kesedihannya karena telah mengenang kematian Tiariel. Buggy dengan kebiasaan barunya tengah latihan penggabungan antara teknik the Sunshine dengan teknik berpedangnya. Griszy terus mengasah kemampuan panahnya yang dicombo dengan teknik bola energy. Semua memiliki hikmah, ketika mereka berkolaborasi dengan Rosen dan lainnya. Kelompok the Villainess masih tetap hidup, walau mereka sudah berada dalam beda semesta, jiwa mereka tetap memegang teguh akan prinsip-prinsip the villainess.
Semua berjalan damai, tiga bulan kemudian kemampuan mereka terasahkan, karena meditasinya, tanpa sepengetahuan Aryan, ia memiliki kemampuan baru yang didapati dari mata kanannya. Kemampuan ini akan aktif ketika ia berada dalam kondisi menyedihkan. Entah karena apa, Aryan telah berhasil menambahkan kekuatan mata baru dalam mata kananya. Sayangnya, Aryan tidak sama sekali kalau dia sudah memiliki mata ini sedari ia lahir. Mata bernama mata Dirty, kebalikan dari mata purify.
Tepat di abad ke-24 bulan ke-3, ancaman baru datang. Tamu dari semesta lain memasuki semesta kuno (semesta 000 dunia Aryan). Dia adalah The Beast, yakni julukan bagi kepribadian Trian dari semesta 010, dan Mr.Madness atau Rasyid dari semesta 696. Saat itu Aryan akan pergi ke kampung halamannya, karena sudah lama ia tidak pulang. Saat tengah memasuki portal blackhole-nya, portal tersebut didapati orang yang keluar dari lubang itu dan dengan cepat menyerang Aryan dengan tusukan batang besi lancip yang menembus jantung Aryan. Beruntung, aryan tidak menggunakan teknik refleksinya, karena jika ia mengaktifkan teknik tersebut, orang misterius yang menyerang jantung aryan akan bernasib sama seperti aryan.
"Salam. Varianku....., kembalikan batu kami.!", ucap Rasyid yang ternyata di balik orang yang menyerang Aryan, yang dibersamai oleh Trian.
"Kembalikan batu darah milikku!", ucap trian.
"Ah, rupanya varianku dari semesta lain. Batu itu sudah hilang dicuri oleh orang dari masa depan.", ucap Aryan.
"Kurang ajar!", ucap the beast(trian) sambil mencekik Aryan.
"Reflection;full Counter!!!!!", ucapan Aryan untuk menyanted kedua musuh.
Seketika organ bagian jantung Rasyid berlubang, thes beast yang tak bisa bernafas karena efek cekikannya pada Aryan kembali ke dirinya sendiri.
"Kalian tidak belajar dari masa lalu. Kalian bukan tandinganku, aku sudah mencapai level dewa. Ini bukan merupakan sesuatu yang bisa disebut kesombongan, melainkan pernyataan dariku karena telah meremahkanku.", ucap Aryan.
Rasyid jatuh sekarat, the beast diam tak berkutik. Aryan kemudian menghentikan waktu Rasyid agar dirinya tidak mati, kemudian memurnikan pikiran dan hati trian yang telah dimiliki oleh the beast sepenuhnya.
"Kau, kau sangat mirip dengan diriku yang dulu, dulu aku memiliki kepribadian lain selain aku, yang sulit untuk aku singkirkan. Sekarang kepribadian itu sudah tak ada.", ucap Aryan yang tengah menyelesaikan pemurniannya terhadap trian. Trian kemudian pingsan. Aryan juga menyembuhkan Rasyid yang telah terluka. Rasyid pun ikut pingsan.
"Ah, siapa kau, mengapa wajahmu mirip denganku?", tanya Trian.
"Aku, adalah varianmu, kepribadianmu yang seperti mahluk buas telah mengenalku, sementara kau belum sama sekali bertemu denganku, jadi seperti baru pertama kali ini kita bertemu.", ucap Aryan.
"Bagaimana kau tahu tentang kepribadian?,", tanya Trian.
"Aku mantan alter ego, seperti dirimu. Namun, ia telah lama pergi.", ucap Aryan.
"Ha?, bagaimana bisa?,", tanya Trian.
"Panjang ceritanya, yang jelas. Setelah aku murnikan, kini kau dapat mengendalikan semua kepribadianmu, seperti Rasyid dan Ahmad yang sering bertukar kesadaran.", ucap Aryan.
"Biarkan aku bicara Trian. Berikan aku kesadaran, karena kapanpun kau dapat merebut kembali kesadaranmu, jika aku merenggutnya.", sahut Kepribadian The Beast dalam suara pikiran Trian. Trian pun memberi kesadaran pada kepribadian The Beast.
"Hai bocah, kita bertemu lagi... haaaarrrgggghhhh.", ucap The Beast.
"Aku akan menolongmu mencari Blood-stone. Sekarang ceritakan bagaimana kau menemukannya?", ucap Aryan.
"Ceritanya begini. Saat itu, terdapat sebuah permainan hidup mati pada keluarga bangsawan di semesta kami. Di sana terdaoat sebuah labirin yang di tengah-tengah pusatnya ada sesosok monster yang bahunya didapati batu darah itu. Misi dari permainan itu adalah membunuh monster tersebut dan mengambil batunya. Akan tetapi, itu hanya kedok. Di balik permainan itu, adalah misi pembunuhan terhadapku, tidak..., maksudku membunuh Trian. Karena trian memiliki kepribadian The Beast, yaitu aku. Aku berhasil melumpuhkan semua peserta, termasuk keluarga bangsawan itu. melumpuhkan semua orang di sana tentu tidak mudah. Aku juatru dibantu oleh monster itu. Dia menjadi temanku. Karena pada dasarnya kami sama-sama monster, namun aku berbentuk kepribadian. Singkat cerita, aku mengambil Blood-stone itu dan kugunakan untuk kepentinganku.", ucap The Beast.
Tidak berselang lama, Rasyid pun terbangun.
"Apa, yang kau lakukan terhadapku?, jantungku tadi serasa hancur.", tanya Rasyid.
"Kau terkenal full Counter dari teknik Refleksiku.", ucap Aryan.
"Tapi, aku biasanya memiliki tubuh yang immortall, bahkan dengan apapun, tubuhku tidak bisa terluka, tapi kenapa tadi kau bisa melukaiku dengan teknikmu?", tanya Rasyid.
"Sebenarnya aku hanya memanupulasi lilitan kostum immortal-mu dengan teknik time-manipulation-ku, secara tidak kau sadari kostummu berlubang di bagian jantungmu. Karena telah kulubangi dengan teknik waktu milikku tadi, jadi sebab itu jantungmu tidak memiliki efek immortal yang berasal dari kostummu. Sekarang ceritakan bagaimana kau dapat memiliki batu Scarab itu, aku akan membantumu mencarinya lagi.", ucap Aryan.
"Cerita akan kupersingkat. jadi, saat itu aku mencurinya dari sekelompok koloni yang diketuai Arthur, seorang ketua dari sekte pemercaya jin yang bernama Ameet. Sudah, itu saja mungkin cerita dariku.", ucap Rasyid.
"Baiklah, sekarang ceritakan bagaimana kalian bisa memasuki semestaku?", ucap Aryan.
"Sebenarnya, aku dan ahmad, kepribadianku yang lain, telah berhasil memasuki semesta milik Trian, sedangkan trian memiliki kepribadian bernama Richard yang memiliki kemampuan mengetahui semua apapun yang terjadi di ruang lingkup semesta. Jadi, berkat bantuannya, kami dapat melacak semestamu dengan cara menunggumu mengeluarkan portal blackhole-mu.", ucap Rasyid.
-to be Continued-