
Di tempat suci, tetua telah mengumpulkan bala pasukan goblin, orc, dan 1 hobbit bernama brino.
Total 50 prajurit, 7 ksatria.
Mereka adalah 49 prajurit dari kepemimpinan orc bernama refeengereth, 50 pasukan goblin yang akan dipimpin oleh brino sang hobbit cerdik.
Dan 6 ksatria, aryan, buggy & estaroth, griszy, elfieny, jacky, dan kicak, yang menjadi garda terdepan pasukan yang dipimpin oleh Griszy, pendekar wanita yang pertama kali ada.
Sementara di lain pihak, terdiri dari 2 iblis jahat yang menaungi tubuh bacht shadow a.k.a bachtruiel dan tubuh raja lucyferd.
Yang dibantu oleh 50 pasukan dark elf yang dipimpin oleh raja useriel. 50 pasukan dark elf lain yang dipimpin oleh fadeniel. Serta 100 pasukan dark dwarf yang dipimpin oleh Arez, pangeran dwarf. Total 200 prajurit dan 5 ksatria. Griszy pergi dahulu sebagai perwakilan awal untuk memastikan terjadi atau tidaknya perang tersebut. Diam-diam Jacky atas perintah sorcerer tengah mengikuti Griszy.
Sementara itu, Pasukan jahat sedang menuju padang krakasetra yang berada di wilayah other city.
bachtruiel a.k.a beelzebub a.k.a bacht shadow menunggu musuh datang sembari menunggu pasukannya menuju ke padang krakasetra untuk berperang.
"Genosida, adalah tujuan kami, huuuuaaaaaahahahahahahaha", bacht berkata sendiri sambil tertawa.
"Tentu, itu tak akan berhasil, jika aku masih hidup", tiba-tiba Griszy datang dan menyahut perkataan bacht.
"0hw, kau... jadilah permaisuriku", ujar bacht.
" aku lebih menyukai dirimu yang asli, sebelum kerasukan iblis jahat itu", jawab Griszy.
"Hahahahaha semua sudah terlambat. kini aku adalah simbol kejahatan.", ujar Bacth.
Tiba-tiba muncullah jacky teman kecil bacth,"hey kawan sadarlah".
"Oh jack kah?, rasakan ini", tiba-tiba jack disihir untuk menjadi menjadi iblis.
Namun hal itu sia-sia, aryan datang untuk memurnikan jiwa jack yang akan menjadi iblis.
"Kau, beraninya menggagalkan sihirku, siapa kau", ujar bacht.
"Aku adalah teman mereka" jawab aryan.
"Untuk sementara, hal yang dapat aku lakukan dengan mata ini adalah, melihat masa depan Alternatif, membuka portal ruang. Setelah kematian Tiariel, teknik mataku bangkit seutuhnya. Aku dapat memurnikan sesuatu yang berbau kotor", ujar aryan dalam hati.
"Kau akan kubunuh duluan, kau adalah kelemahan kami", ujar bacht.
"Nah, mengapa kelemahanmu kau tunjukkan. Kepada musuhmu iblis bodoh", ujar griszy sambil marah dan ngeledek.
"Hey hey, boleh aku bergabung", ujar bacth.
"NO, ...!!!!", ujar semua pihak Griszy.
"Baiklah, aku akan coba memurnikan jiwa bacth", Aryan yang mencoba memurnikan jiwa bacht dengan melihatnya dengan tatapan penuh.
Tiba-tiba mulut aryan keluar darah, "aaarghhhh, rupanya konsekuensi mata ini adalah mengurangi umurku", ujar aryan.
Tiba-tiba aryan pingsan, kesadaran berganti ke kepribadiannya bernama rain.
Rain tiba-tiba menyerang bacht dengan shars merahnya, hal itu dihindari langsung oleh bacht, rain terus menyerang bacht, sesekali rain mengeluarkan kemampuan mata miliknya untuk memurnikan jiwa bacth, tidak disangka, ia lebih terampil dalam menggunakan kemampuan matanya itu.
mereka bertarung habis-habisan secara brutal, tiba-tiba bacth menjahui aryan/rain dari pertarungan, bacth mengeluarkan sebuah sihir jiwa untuk memanipulasi jiwanya sendiri.
"Kalau begitu, aku akan menggabungkan dengan secata komprehenship mengenai jiwa iblis ini dan jiwaku, kami akan menjadi satu dan tak bisa dipisahkan", ujar bacht.
"Gawat, buggy, iblis itu sekarang semakin kuat, karena bergabung dengan jiwa bachtruiel", ujar estaroth yang berbicara dengan buggy.
Tiba-tiba keetjhaght menyerang bacht dengan kapaknya, hal itu sia-sia. Tubuh bacht sangat keras hingga kapaknya hancur.
Aryan yang sadar kembali, dan tak mengetahui hal ini, ia mencoba kembali ke tempat suci dengan kemampuan portalnya, ia mencoba bertanya kepada tetua agung bagaimana cara mengendalikan kekuatan matanya agar umurnya tak berkurang.
"Guru, bagaimana caraku mengantisipasi kekuatan mata murni ini agar umurku tak berkurang", ujar aryan.
"Akan kubukakan kitab vishanti", jawab tetua.
"cara agar umur seorang tidak terkurang ketika memurnikan sesuatu adalah dengan memanipulasi jiwa pengguna mata itu dengan 'waktu',"
"Jadi, coba lihat dirimu, pikirkanlah untuk memutar waktu kepada dirimu, jadi ketika kau akan muntah darah karena memurnikan sesuatu yang kotor, maka pikirkan sesuatu seperti mengembalikan waktu menjadi ke waktu sebelum kau memurnikan sesuatu, jadi umurmu tak akan berkurang", ujar tetua.
"Aku paham, intinya ketika umurku berkurang secara drastis, tugasku hanya mengembalikan umurku di waktu semula". Ujar aryan.
"Ya, seperti itu sederhananya", jawab tetua
Tetua melanjutkan untuk membuka kitab vishanti di halaman berikutnya,"mari kita lihat, semua kemampuan matamu".
Kitab Vishanti di halaman berikutnya.
Artinya: " Mata murni adalah mata yang masih mengandung misteri. Mata murni adalah mata dari seorang yang telah reinkarnasi dengan teknik terlarang yang dipadukan dengan darah keturunan keluarga murni dan taat. Yang menjadikan mata itu menjadi teknik mata murni. Sejauh ini mata murni hanyalah disebut sebagai legenda yang orang-orang taat percayai. Diketahui, teknik mata murni meliputi; tekhnik utama;purify eye, blakchole, timemanipulation, dan reflection."
Melihat isi dari kitab Vishanti di Bab 'kemampuan mata', sang tetua sangat terkejut. Bagaimana tidak, tak disangka, Aryan adalah sang pemegang pertama mata murni yang melegenda.
"Artinya apa guru?, mengapa ekspresi anda seperti itu?". Ujar Aryan.
"Kau adalah pemegang pertama Purify Eye(mata murni), alasan kau bisa memilikinya adalah karena kau berasal dari darah keluarga taat, ditambah kau adalah reinkarnasi dari seorang yang telah mati karena menggunakan kitab Darkhold yaitu Arya, dibarengi kematian Zaima yang itu membuatmu bersedih lalu secara otomatis mata itu bangkit". Jawab Tetua Agung dengan penuh kekaguman.
Tetua melanjutkan perkataannya,"matamu itu memiliki tekhnik utama bernama purify eye, ini sama seperti nama matamu itu, kemudian blackhole, timesmanipulation, dan refleksi.
"Jadi, intinya aku adalah orang yang terpilih oleh takdir guru?", ujar Aryan dengan penuh ekspresi ketidak tahuan.
"Ya seperti itu, sifatmu tak pernah berubah. Kau selalu menyederhanakan penjelasanku agar dapat dimengerti", jawab sang tetua dengan senyum.
"Entahlah guru, aku seperti selalu mengerti bagaimana cara memahami sesuatu". Ujar aryan.
"Hmm kalau begitu, aku memberikanmu dua kitab sebagai hadiah atas kekagumanku padamu". Jawab tetua dengan Ekspresi senang.
"Aduh guru, mana mungkin aku pantas menerima pemberian anda ini", ucap aryan dengan ekspresi segan.
"Tak apa, jadi inilah waktu yang telah kutunggu. Aku menunggu seorang murid yang hatinya polos dan murni dan bisa membiat membuatku kagum, maka akam kuwariskan buku vishanti kepada muridku itu", ujar Tetua.
"Jadi saya memang pantas guru?", ucap aryan.
"Kau sangat pantas muridku", jawab tetua.
"Kau tahu tempat penyimpanan buku vishanti kan?", ujar tetua.
"Tentu guru, di persimpangan universe", jawab aryan dengan penuh semangat.
-to be continued-