ARYAN AND THE VILLAINESS

ARYAN AND THE VILLAINESS
Chapter 36| Terbentuknya Kelompok The Villainess



Nexus di Universe tak terelakkan, karena terjadinya inkursion, terjadilah kiamat.


Pada hari terjadinya inkursion, semua makhluk ataupun Ras yang berdampingan di sana seperti kumbang yang beterbangan. Gunung-gunung, seperti bulu yang berhamburan. Bumi diguncangkan dengan guncangan yang sangat dasyat. Terjadi gempa di mana-mana, semesta lain yang menabrak semesta 000 ikut hancur. Seluruh mahluk hidup kehilangan esensi kehidupan mereka. Tubuh semakin perlahan semakin memudar tak tersisa.


Namun, bertepatan pada saat Aryan, Buggy, dan Griszy bersama-sama latihan. Mereka pergi ke semesta lain untuk menyelamatkan diri, dan terpaksa meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.


"Kita harus bergegas, kalau tidak. Etensitas kehidupan kita akan direnggut oleh Nexus ini.", ucap Buggy.


"Aku tahu, semesta mana yang akan kita singgahi untuk mengungsi", ucap griszy.


"Semesta yang dulunya adalah musuh kita, Rosen", ucap Aryan.


"Apakah ia mau menerima kita sebagai sekutu?", ucap Buggy.


"Entahlah, kita coba dulu", ucap Aryan. Ia melanjutkan perkataannya,"


Sementara itu di universe 616(dandelions), terlihat Rosen yang tengah bersantai di padang bunga dandelion yang cantik nan indah.


"Bocah itu mungkin kapan saja akan datang kemari, firasatku mengatakan hal itu. Ia bisa menjelajahi semesta sesuka yang ia mau. Hmm apakah akan ada konsekuensi dari tindakannya?, entahlah.. dan mengapa tiba-tiba aku berpikir tentangnya?, hmm.", gumam Rosen pada saat bersantai.


Muncullah portal hitam seperti portal milik Aryan. ya, tentu saja itu adalah Aryan, Buggy, dan Griszy yang tengah mengungsi di semesta 616(dandelions).


"Hmm(sambil senyum sinis), sudah kuduga kalian akan ke sini", ucap Rosen.


"Semesta kami mengalami nexus yang disebabkan oleh inkursion", ucap Aryan.


"Tunggu!, apa katamu?, nexus?,", ucap Rosen.


"Yaa, mungkin sekarang Penduduk di semestaku sudah mati semua!", ucap Aryan.


"Kau ini Aryan versi yang mana?", ucap Rosen.


"Tentu saja hanya aku saja versinya", ucap Aryan.


"Naruhoto....(jadi begitu)", ucap Rosen.


Tiba-tiba, angin kencang datang menggugurkan beberapa putik bunga dandelion itu. Hujan yang harusnya belum musimnya tiba-tiba hujan. Musim tak menentu membuat Rosen curiga akan sesuatu.


Namun setelah angin dan hujan lebat, tiba-tiba teriknya panas matahari sangat menyengat.


"Ada apa ini, pikirku semesta ini mulai aneh", ucap Rosen yang kemudian mengajak Aryan dan lainnya berteduh.


"Kurasa ini efek dari nexus yang terjadi di semestaku!", aku juga berpikir demikian, kita harus melakukan sesuatu. kalau tidak, semesta ini juga akan memiliki dampak ketidak seimbangan ekosistem", ucap Rosen.


"Tunggu!, Rosen. Aku ingin menceritakan hal yang kurasa penting.", ucap Aryan.


"Apa itu?", ucap Rosen.


"Aku memiliki mimpi yang aneh, di mana kau menjadi muridku di sebuah akademi jenjang seumuran belasan tahun. Di mimipi itu, aku sekitar berumur 23 tahun, sama seperti umurku sekarang. Namun, umurmu masih sekitar kurang lebih 15 tahun. Dan yang tidak aku percayai, di sana ada Tiariel yang menjadi adik tingkat seperguruanmu. Ia juga menjadi muridku. Di mimpiku, kau banyak belajar denganku untuk membuat sebuah kisah. Namun, samar-samar aku tak memahami apa yang kita lakukan dalam mimpiku ini.", ucap Aryan.


"Apa hubungannya denganku?, bukankah itu hanya mimpi?", ucap Rosen.


"Sayangnya, dalam kultus multiverse yang terdapat di penjelasan the book of vishanti, mengatakan bahwa mimpi adalah jendela menuju multiverse atau semesta lain. Bahwasanya itu menyimpulkan, ada semesta baru yang baru saja kutemukan lewat mimpi di mana ada aku, kau, dan Zaima yang menjadi varian kita.", ucap Rosen.


"Hmmm, sulit dicerna oleh logika. Berarti aku pernah bermimpi tentang diriku yang tengah bercumbu dengan Noel, itu kejadian di semesta lain?. Akan tetapi, dengan bertemunya diriku denganmu, tidak menutup kemungkinan bahwa itu adalah hal yang nyata Aryan!!!", ucap Rosen.


"Tumben kau menyebut namaku?.", ucap Aryan.


"Entahlah. Hanya kebetulan, itu tak penting... yang jelas jika semestaku terkena dampak dari inkursi yang di alami oleh semestamu, maka kita harus melakukan sesuatu!", ucap Rosen.


"Itu benar, apa kau memiliki petunjuk?", ucap Aryan.


"Hmmm. Mengenai itu, tidak sama sekali. Namun, aku mengingat sesuatu", ucap Rosen.


"Apa?", ucap Aryan.


"Kau tadi mengatakan the book of vishanti, mungkin ada petunjuk dalam kitab itu.", Ucap Rosen.


"Ohw, mengapa hal itu tidak terpikirkan olehku?!", ucap Aryan.


Aryan kemudian membuka portal blackhole kecil untuk mengambil kitab itu yang berada di persimpangan antar semesta.


"Yaa, ini adalah the book of vishanti. Kitab ini hanya terdapat satu bendel saja, di antara semua cabang semesta.", ucap Aryan.


"Pantas, aku tak pernah melihatnya", ucap Rosen.


"Baik, mari kita lihat petunjuknya. Hmm mungkin akan kulihat dari daftar isinya terlebih dahulu", ucap Aryan.


"Bahasa apa itu?", ucap Rosen setelah melihat tulisan di kitab vishanti.


"Entahlah, ini semacam bahasa yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang tertentu.", ucap Aryan.


"Naruhodo(jadi begitu)", ucap Rosen.


Setelah membaca daftar isi dari awal, akhirnya Aryan menemukan sebuah cara mengatasi inkursion.


"Ini,,,,. Ini dia.... bab inkursion", ucap Aryan.


"Inkursion, Nexus dalam skala besar yang merenggut satu semesta, dan berefek pada semesta lainnya. Cara terbaik untuk mengatasi bencana ini adalah dengan mengandalkan 6 batu keabadian. Keenam Batu keabadian ini adalah Batu Amulet, Batu Darah, Batu Astra, Batu Elemental, Batu Magus, dan Batu Murni. Jika semua keenam batu sudah terkumpul, gunakan batu itu secara bersamaan dalam satu wadah. Kemudian ucapkan keinginanmu", Ucap Aryan saat menafsirkan penjelasan mengenai cara mengatasi inkursion pada Kitab Vishanti.


"Hmm, aku tidak memiliki petunjuk sama sekali mengenai keenam batu ini", Ucap Rosen.


"Aku memiliki cara!", ucap Aryan.


"Apa?", ucap Rosen.


"Aku mengenal seseorang, ia memiliki semacam benda semacam wadah, entah kemungkinan di dalamnya terdapat sesuatu. Wadah itu berbentuk seperti kumbang scarab. Aku menyebutnya jimat atau amulet. Benda itu memiliki kemampuan untuk mencari sesuatu yang kau tidak memiliki pentunjuk apapun tentang cara menemukannya.", ucap Aryan.


"Hmm, sepertinya batu murni itu, aku memiliki sedikit pengetahuan tentang batu itu. Estaroth, maksudku Mael. Ia pernah membicarakan tentang keenam batu keabadian. Salah satunya adalah batu murni, ia mengatakan bahwa hanya batu ini yang diciptakan oleh Tuhan dari esensinya sendiri. Sayangnya, menurut Mael, Batu itu berada di semesta kita yang telah hancur Aryan!", ucap Buggy.


"Berarti kuncinya, Kita hanya perlu meminjam jimat oleh seorang yang kukenal di semesta lain, lalu kita gunakan jimat itu untuk mencari keenam batu itu. Setelah mengetahui keberadaan keenam batu itu, aku akan menandainya dengan mark blackhole-ku, lalu kita cari bersama-sama", ucap Aryan.


"Eh tunggu, apakah kau bersedia untuk membantu kami?", ucap Buggy.


"Hmmm, kita anggap ini sebagai simbiosis mutualisme.", ucap Rosen.


"Ha?, apa itu.?", ucap Aryan.


"Semacam kerja sama yang keuntungannya dapat kita miliki bersama-sama", ucap Rosen.


"Baiklah, mari kita lakukan", ucap Girszy.


"Ohw. Kau???, berasal dari Ras elf sepertiku?", ucap Rosen.


"Yaa, aku adalah elf.", ucap Griszy.


"Aku..., dulunya aku adalah manusia yang kemudian berubah menjadi dark elf sepenuhnya setelah beberapa kejadian", ucap Rosen.


"Oh, naruhodo(jadi begitu)", ucap Griszy.


"Baiklah, kalian!... ikut bersamaku ke tempat tinggal kami", ucap Rosen.


"Ha?, Kami?", ucap Aryan.


"Yaa, kami tim tiga. Aku, dan dua rekanku", ucap Rosen.


Mereka kemudian berjalan menuju tempat tinggal Rosen. Ketika tiba di sana, terdapat dua Orang rekan Rosen. ia adalah Nigurath yang berasal Ras Dwarf, dan Noel yang berasal dari Ras elf.


"Noel, dan Nigurath... mari kita bantu mereka untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi di semesta mereka", ucap Rosen.


"Mengapa begitu mendadak Rosen?", ucap Noel.


"Karena ini sudah darurat. Aku akan menceritakan detailnya kepada kalian berdua", ucap Rosen.


"Baiklah, apa yang bisa kulakukan?", ucap Nigurath.


"Mari bekerja sama dengan kami untuk menemukan keenam batu keabadian. Hmm ini tidak terlalu penting, tapi tidak salah jika kita memberi nama pada kerja sama tim ini bukan?", ucap Aryan.


"The villainess, Itu adalah nama yang cocok untuk kita ini. Karena pada dasarnya, batu ini berada di semesta-semesta lain, yang konsekuensinya adalah kita akan menjadi musuh dari pemegang batu atau penjaga keenam batu ini", ucap Rosen.


-TO BE CONTINUED-