
Latihan berat dimulai, Aryan, Buggy, dan Griszy tengah saling bertarung dengan tujuan berlatih. Aryan melatih penglihatan masa depannya untuk membuat strategi pertarungan.
Griszy membuat sebuah bola energy untuk menyerang Aryan, Agar ia menghindari semua serangan bola energy, menghindar ke serangan Buggy dengan pedangnya. Namun, Aryan dapat menghindari kedua serangan tersebut. Ia seolah dapat melihat masa depan, karena mampu membava serangan Buggy dan Aryan.
Menjelang sore hari, Sorcerer mengahiri latihan mereka. "Baik. Latihan hari ini kita sudahi dulu. Selanjutnya, kita akan mempelajari tentang dua esensi. Aku melihat dua hal itu, pada diri kalian.".
"Dua hal?, apa itu guru?.", ucap Buggy.
"Avatar dan wadah.", ucap Aryan.
"Yaa, benar sekali. Apa yang dikatakan Aryan memang benar.", ucap Sorcerer.
"Avatar adalah seorang yang tubuhnya memiliki mahluk lain, namun dapat mengendalikannya. Hal ini berbeda dengan wadah. Wadah lebih mengarah ke sebuah pemanfaatan.", ucap sorcerer.
Berarti guru?.", ucap Buggy.
"Wadah akan menjadi budak dari pengguna wadah. Wadah hanya dimanfaatkan. Kalian adalah ketiga muridku yang memiliki dua esensi itu.", ucap Sorcerer.
Tiba-tiba Aryan merasa pusing, dan melihat masa depan.
Dalam penglihatan itu, sudut pandangnya memiliki realita bahwa ia bertarung dengan Buggy. Semetara itu, Sorcerer tengah menengahi mereka.
"Sudah kuduga guru mengatakan hal ini, aku memiliki penglihatan bahwa Buggy adalah sebuah wadah dari iblis semesta inferno. Aku adalah wadah dari kemauan tuhan", ucap Aryan.
Sorcerer tiba-tiba diam., "guru!, ada yang tidak dengan Aryan!", ucap Buggy.
"Hai Rain, jangan menyamar sebagai Aryan. Aku mrncurigahimu sedari aeal tadi bahwa kau bukanlah Aryan. Tapi kepribadiannya yang lain bernama Rain.", ucap Sorcerer.
"Hahahah, sopankah begitu?.", ucap Rain.
Rain kemudian menyerang Buggy. Sorcerer membiarkan hal itu. "Guru, mengapa anda membiarkan mereka bertarung?.", ucap Griszy.
"Aku memancing Iblis yang ada dalam diri Buggy.", ucap Sorcerer.
Serangan demi serangan dilakukan oleh Rain. Buggy hanya bertahan. Namun, tiba-tiba Buggy menjauh dari pertarungan. Kepribadian Buggy akhirnya direnggut oleh Iblis dalam tubuhnya. Rencana sorcerer Supreme berhasil. Dengan menggunakan Rain sebagai pemicu munculnya Iblis dalam diri Buggy.
Masing-masing dari keduanya berlari dan menyerang. Akan tetapi, keduanya dihentikan oleh Sorcerer Supreme. Keduanya akhirnya dikurung oleh Sorcerer Supreme dalam dimensi Cermin yang ia ciptakan. Sorcerer Supreme membiarkan mereka terkurung sampai keduanya tersadar. Hari pun mulai gelap, sorcerer supreme mengahiri latihan mereka.
Kesokan Harinya, Buggy terasa seperti menjauhi Aryan. Ia takut menjadi pemicu munculnya kepribadian Aryan yang bernama Rain itu.
Sorcerer Supreme mengumpulkan mereka dan akan membicarakan sesuatu.
"Aryan, Buggy, dan Griszy. Kalian akan kuberi waktu dan tempat untuk memaksimalkan latihan kalian. Hal ini akan sangat berguna untuk kalian, agar dapat mengakses teknik-teknik dari esensi yang bersemayam dalam tubuh kalian. Buggy, kau akan ku tempatkan di Dimensi cermin tiruan dimensi Inferno. Aryan, kau kutempatkan di sebuah Ruang yang menjadi celah persimpangan antar semesta. Dan Griszy, kau kukirim pulang ke rumahmu dan berlatih bersama Ayahmu. Kalian akan menemuiku lagi ketika kalian sudah bisa mengakses kekuatan esensi yang bersemayam di tubuh kalian. Aryan, pelajarilah kitab yang bernama Vishanti itu, jangan lupa untuk membawa shard-mu. Buggy, kau akan akrab dengan Iblis itu.", ucap Sorcerer.
"Apakah anda mengatakan tentang Vishanti?, bukankah buku itu dibawah oleh ayahku?.", ucap Aryan.
"Rafael kemarin telah menyerahkan buku itu kepadaku untuk bekal pembelajaranmu, dan sekarang buku itu kuletakkan di ruang yang kubicarakan sebelumnya.", ucap Sorcerer, yang kemudian memberikan arahan untuk Griszy, "Dan Untukmu Griszy, kau harus dapat menemukan panah Gandiwa yang kau impikan. Jika belum mendapatkannya, jangan perlihatkan dirimu kepadaku. Ini adalah perintah seorang Guru terhadap seorang Murid.".
Mereka bertiga pun masing-masing pergi untuk menjemput masa depan mereka.
Sementara itu, di Istana Kerajaan Aratnasun. Lucyferd tengah mencari cara untuk mengambil wadah dari esensi Tuhan.
"Aku telah melihat bahwa bocah mata murni itu adalah seorang yang bernama Aryan. Rupanya dengan membuat Tiariel menjadi wadah yang kusebut Avatar. Aku membuatnya seolah-olah ia adalah avatar dari dewi kelinci. Namun, salah besar. Kelinci itu adalah iblis peliharanku yang kubawa dari inferno. Aku semakin dekat dengan kesempatan memasuki Nirwana. Aku yakin, hal itu akan terwujud.", ucap Lucyferd.
Latihan Kebangkitan mata mata Murni telah dimulai.
Ketika Aryan membuka kitab Vishanti, semua ia pelajari. Dari mulai halaman pertama, kedua, Ketiga, dapat ia pahami dengan baik. Karena pada dasarnya, ia pernah mempelajari di bagian awal saja bersama ayahnya.
Namun, pada saat ia membuka halaman kelima. Kalimat pada halaman tersebut, sulit untuk ia interpretasikan.
Menginterpretasikan berbeda dengan menafsirkan. Jika menafsirkan adalah sebuah cara untuk memahami sebuah kata-kata. Maka, Interpretasi adalah menafsirkan sebuah kata-kata yang sudah ditafsirkan. Pada dasarnya, Buku Vishanti sejarahnya masih menjadi misteri. Baik pada klan pemercaya Tuhan Penguasa Multiverse, maupun Kultus Multiverse di Shanctum Santorum. Akan tetapi, di akhir halaman bahwa buku itu adalah sebuah mahakarya dari seorang yang bermata murni. Selain itu, tidak ada petunjuk apapun darinya. Bersamaan dengan kitab Vishanti, Aryan juga dibekali oleh Sorcerer Supreme dengan buku bahasa penerjemah kitab Vishanti. Selama beberapa hari ia mempelajari bahasa-bahasa yang terdapat di dalam Buku Vishanti.
Dalam Ruang celah itu, Sorcerer Supreme memberinya sebuah kantong sihir makanan, untuk persediaan makanan terhadap Aryan.
Di sisi lain, Buggu bersemedih di Ruang dimensi Cermin yang suasananya seperti berada dalam Inferno, yang dilakukan Buggy hanyalah bersemedih saja.
Namun, dalam alam bawah sadarnya, ia tampak berbicara dengan Estaroth.
"Selamat datang wadahku!.", ucap Estaroth.
"Kau, dari kapan bersemayam di tubuhku?.", ucap Buggy.
"Dari kelahiranmu.", ucap Estaroth.
"Apa motif niatmu bersemayam di tubuhku?.", ucap Buggy.
"Aku, aku memiliki misi agung yang diperintahkan oleh keinginanku. Ada seorang iblis bernama Lucifer dan beelzebub yang tengah keluar dari Inferno untuk mencari sebuah batu keabadian.", ucap Estaroth.
"Jika memang kau tidak jahat seperti mereka, aku tak keberatan untuk meminjami tubuhku sebagai bidak untuk tujuanmu.", ucap Buggy.
"Aku mengapresiasi atas kerja samamu terhadapku. Keselamatanmu akan menjadi tanggunganku.", ucap Estaroth.
"Tak usah formal begitu, aku hanya ingin kejahatan hilang dari semesta ini. Itulah yang kupelajari dari Guru.", ucap Buggy.
"Lantas, mengapa kau begitu cepat mempercayaiku?.", ucap Estaroth.
"Entahlah, firasatku mengatakan bahwa kau adalah Iblis yang baik.", ucap Buggy.
"Baik. Kesepakatan sudah selesai, kapanpun kau bisa mengakses kekuatan anti-sihirku. Dan kapanpun aku bisa mengambil alih kesadaranmu.", ucap Estaroth.
"Baiklah, setuju.", ucap Buggy.
"Emm, sampai kapan kita berada di sini?", ucap Estaroth.
"Entahlah, tunggu keputusan Guru kami.", ucap Buggy.
Di sisi lain, Giszy yang sudah berada di Wilayah Pacequell bersama Ayahnya.
"Ayah, kata sang Guru, aku harus mewujudkan impianku untuk menjadi pemegang panah Gandiwa.", ucap Griszy.
"Baiklah nak, aku sudah mengerti semuanya, namun ayah memiliki tugas penting. Di umurmu yang masih 12 tahun, tentu aku tidak membiarkanmu pergi sendirian. Aku membuat permintaan kepada Raja Useriel untuk membuat pangeran Bachtruiel menemani masa pengelanaanmu.", ucap Fadeniel, ayah Buggy.
"Ha?,, apa?. Pangeran Bacht?, aduh..., aku malu ayah.", ucap Griszy.
Kesekan harinya....
-to be Continued-