ARYAN AND THE VILLAINESS

ARYAN AND THE VILLAINESS
Chapter 34| Final Fight



Final Fight!!!!!, Duel akan tengah berlangsung antara Aryan Future vs Rosen.


Sementara Aryan Future akan melawan Rosen, Aryan Present tengah membawa Buggy ke Tempat Suci untuk diobati.


"Tuan Aryan Kau datang?", ucap Salah satu penduduk shanctum Santorum.


"Panggil saja aku Rian, Eh Aryan....!!! ", ucap aryan Present.


"Haa?, Rian?, siapa dia......,? Trs apa yang dialami Buggy? Sehingga ia sampai tidak sadar?", ucap salah satu penduduk.


"Entahlah,,,, bibirku salah mengucapkan namaku. Buggy, ia telah mengalami berbagai kesulitan!, tolong Rawat dia!!, karena aku harus melakukan sesuatu", ucap Aryan Present.


"Baik Aryan, lantas kau akan ke mana?, jangan pergi dulu Aryan.... shanctum Santorum sudah kehilangan banyak pejuang tangguh seperti, Jacky, Elfieny, lalu tetua Agung.", ucap penduduk itu.


"Aku harus melakukan hal yang penting", Ucap Aryan Prssent ýang kemudian pergi memasuki portal blackhole yang ia buat. Yang jelas menurut narator, ia tidak ikut campur pertarungan Aryan Future vs Rosen.


"Bersiaplah Bocah", ucap Rosen yang kemudian mengeluarkan teknik lifecurse untuk membuat Aryan Future tidak bisa melihat apapun.


"Ha?, asap hitam?, apa ini?, apa ini semacam Kabut?, aku harus memurnikannya, karena kulihat benda hitam ini bersifat kotor", ucap Aryan Future.


Saat tengag memurnikan, Aryan Future terkena serangan Fireball yang dikombo dengan earth bullet.


"Tunggu Rosen, kita bisa bicarakan ini baik-baik..... Arrrrrrgghhhhhhh panas cukk", ucap Aryan Future yang bernegosiasi namun, terkena serangan kombo Rosen.


"Aaahhh, aku sudah muak!!!. Baiklah.. aku akan melayanimu dengan serius 'Reflection-activation'.", ucap Aryan Future yang mengaktifkan teknik reflection-nya.


"Cruel angel cage!!!!, Life curse!!!!", ucap Rosen yang tengah mengurung Aryan Future dengan tekniknya yang dikombo dengan Asap hitam itu.


"Cukkkk,!!!, asap menyebalkan ini lagi.. aku harus memulihkan lukaku lalu keluar dari kurungan jelek ini", ucap Aryan Future yang kemudian menjadi pusing dan sesak karena menghirup asap itu.


Karena serasa pusing dan sesak, ia tidak bisa memulihkan semua luka yang ia alami. Aryan future kemudian terlihat lengah dan diserang dengan teknik grabs heart milik Rosen.


"Arrghhh, apa ini?... apa aku akan mati?", ucap Aryan Future yang jantung dan hatinya remuk. Aryan Future memuntahkan banyak darah karenan lengah. Saat aryan di dalam sangkar, Tiba-tiba Rosen terlihat pusing dan ikut sesak nafas lalu menyemburkan darah.


"Aarrrggggghhhhhh, apa yang terjadi, mengapa seakan aku terserang oleh seranganku sendiri?", ucap Rosen.


"Hahaha, itu adalah teknik reflection-ku, walaupun aku merasakan sakit...., kau juga ikut merasakannya", ucap Aryan future, yang kemudian ia melanjutkan ucapannya dengan heran, "Akan tetapi, aku tidak tahu, mengapa reflection-ku serasa melambat?, hmm tapi... yang jelas kau juga terluka!!!, organ dalammu akan ikut rusak.".


"Kurang ajar kau bocah!", ucap Rosen yang kesakitan.


Menyadari hal ini, Rosen juga ikut merasakan sakinya siksaan atas apa yang dialami oleh Aryan Future dari dalam teknik cruel angel cage karena pantulan yang dilakukan oleh Aryan Future.


Aryan Future kemudian menonaktifkan refleksinya dan segera memanipulasi semua luka yang dirasakan olehnya sehingga ia sembuh total. Ia kemudian keluar dari sangkar itu dengan portal blackholenya.


Aryan kemudian memanipulasi rosen yang sedang lemah karna terlalu bnyk mengeluarkan darah dengan teknik manipilasi waktu-nya.


"Aku tidak membutuhkan simpatimu!, apa yang kau lakukan?", ucap Rosen.


Rosen kemudian terlihat sehat bugar.


"Blood steal!", Rosen mengucapkan rapalan tekniknya untuk mengkorversi darah muntahan Aryan future dan muntahannya sendiri yang kemudian ia akumulasikan menjadi energy sihir.


"Rosep.. cukup!!, apa yang kau lakukan?... mari kita bicarakan ini baik-baik!, jika kau terus menyerangku, kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri!", ucap Aryan Future.


"Medium Glutony", Rapalan Rosen yang kemudian membuat sebuah portal mirip blackhole, namun sifatnya menarik. Aryan future secara tiba-tiba terhisap oleh lubang itu.


"Akhirnya aku bisa membuangnya. Dasar Ras rendahan, karena kaulah aku terjebak di sini selama 21 tahun. Energy-ku hampir habis!, kurasa aku harus beristirahat dulu.


Rosen terlihat lemah karna terlalu banyak energi sihir.


-Kilas balik saat Aryan tersedot oleh teknik glutony Rosen, Aryan future membuat portalnya sendiri lalu menduplikat dirinya dengan menarik Aryan Past dari masa lalu-


"Apa??, kau ada dua???, ilusi apa ini?, kau !, apa yang kau lakukan terhadapku bocah!?," ucap Rosen.


"Ini adalah teknik rahasiaku, sudah cukup!!, jangan melawanku lagi, karena kami sudah bukan tandinganmu lagi", ucap Aryan Future


Karena Rosen melemah, Aryan Future mengikat Rosen dengan ikatan 'waktu'. Cara kerjanya, Aryan Future membuat zona waktu di tubuh fisik Rosen kecuali kepalanya. Tubuh Rosen terhenti dan tidak bisa bergerak, karena tubuhnya diikat oleh zona waktu.


"Kau!! beraninya bermain-main denganku bocah", ujar Rosen secara dingin seperti biasa, namun dengan kondisi melemah.


"Hey tenanglah Rosen, aku tidak memiliki niat untuk membunuhmu, justru aku ingin memintamu untuk memaafkanku", ucap Aryan Future.


"Lantas, apa-apaan ini, aku tidak bisa bergerak. Padahal aku tidak melihat sebuah ikatan atau aoapun yang membelungguku ini. Apa ini?, apa yang sudah kau lakukan padaku", ucap Rosen yang marah sampai matanya menyala warna ungu.


Muncullah portal blackhole, Aryan Present datang lalu berkata,"misi selesai".


"Syukurlah", ucap Aryan Future.


"Apa maksudnya ini?, kau ada tiga versi?. Apa-apaan, kemampuanmu seperti dewa saja.", ucap Rosen.


"Aku bisa jelaskan semuanya, tapi kurasa aku harus melepaskanmu.", ucap Aryan Future.


Aryan Future lalu melepas belenggu waktu yang terlekat pada Rosen.


"Sudah kubilang bukan, aku disini tidak untuk membunuhmu. Jika aku berniat membunuhmu, maka dari tadi sudah kulakukan. Dengarkan baik-baik, aku adalah penyebab kelahiranku, kau juga penyebab kematianku pada kehidupanku sebelumnya, kau juga yang membuat mata ini aktif, entah ini ulahku atau ulah, namun bisa dikatakan semua ini ulah takdir dan kemauan tuhan. Sesaat setelah aku mengaktifkan mata murniku, kau terhisap ke semesta ini karena aktifnya mata murniku ini. Waktu itu aku tidak bisa mengendalikan kemarahanku karena kekasihku, zaima mati ditanganku. Ini semua ulahmu karena telah men-summon iblis dari inferno. Akam tetapi, semua itu juga ulahku karena menghisapmu dari semestamu lalu pada saat aku belum sepenuhnya menguasai kekuatan mataku, bukannya mengirimmu kembali ke semesta asalmu, aku justru mengirimmu di timeline masa lalu sebelum kelahiranku. Itulah kenapa semua ini kuanggap sebagai kemauan takdir", ucap Aryan Future.


"Bukan, bukan itu, maksudku.. kenapa kau memiliki kemampuan diluar nalar seperti ini, bahkan jika di kelas mahluk mutasi seperti aku ini, kau dianggap curang karena memiliki kemampuan seperti ini", ucap Rosen.


"Sebenarnya aku tidak mengerti mengapa aku memiliki mata seperti ini, sedari kecil aku selalu cakap dalam menguasai penglihatan, bahkan ketika aku hidup sebagai Arya, aku tidak memiliki kekuatan mata ini. Petunjuk aktifnya mata ini kudapat dari kitab vishanti, dalam penjelasannya, mata ini muncul karena aku terlahir di keluarga suci dan alim. Keluarga ini memikiki keyakinan dan keimanan untuk menyembah the lord of multiverse, tuhan yang maha satu", ucap Aryan Future.


"Jadi begitu, waktu aku memaksamu mengembalikanku ke semestaku, kau belum sepenuhnya mengendalikan kekuatan matamu. Dalam sudut pandangku, itu adalab anugrah tuhan yang disembah oleh keluargamu dan langsung diturunkan kepadamu", ucap Rosen.


"Jadi, setelah aku mengaktifkan kekuatan mata ini, aku banyak memiliki kemampuan, salah satunya adalah menjelajahi berbagai universe, bahkan sepertinya aku samar-samar pernah tidak sengaja memasuki universe yang di sana lekat dengan sihir dan pedang. Entah!?, pada saat itu aku berada di kedai berbagai bunga, salah satunya adalah bunga dandelions", ucap Aryan Future.


"Yaaa, itu!!, itulah semestaku. Lantas, kemampuan lain selain menjelajah universe, apalagi kemampuan yang kau miliki dari kemampuan matamu itu?", ucap Rosen.


"Reflesi, manipulasi waktu, memurnikan sesuatu yang kotor, dan jelajah waktu, semesta, dan portal pindah tempat. Namun, ada kemampuan terlarang yang dirasa oleh keluargaku itu adalah tindakan yang dilarang oleh keyakinan keluargaku. Teknik itu adalah manipulasi waktu. Menurut keluargaku, manipulasi waktu sama saja dengan mengulang takdir, mengubah takdir, mengubah kodrat realita yang berjalan alami dan natural. Aku menyebutnya ini sebagai sebuah 'dosa', jika terus kulakukan, maka diriku dipenuhi oleh dosa. Dosa karena menodai kodrat alami", ucap Aryan future.


"Yang jelas, apapun itu, kembalikan aku di timeline saat aku terhisap", ucap Rosen.


"Sebelum mengembalikanmu, aku minta maaf!!, Rosen, dan jika takdir mempertemukan kita, kuharap kita adalah teman.", ucap Aryan Future.


"Sudahlah, permintaan maafmu tidak penting, dengan mengembalikanku ke semestaku saja itu sudah cukup", ucap Rosen.


"Baiklah, tapi aku harus memulihkan energymu dengan manipulasi waktu", ucap Aryan Future.


Dengan sedikit rasa dendam tapi tidak punya niat untuk membalasnya, Rosen pun kembali ke semesta di timeline saat ia terhisap. Muncullah portal blackhole ke semesta yang di mana terlihat ada pertempuran yang terjadi di medan perang.


"Selamat tinggal, teman future-ku", ucap Aryan Future.


"Hai?? Aryan present?, bagaimana?, apa misimu sudah selesai?", ucap Aryan Past.


"Tentunya sudah", ucap Aryan Present.


-TO BE CONTINUED-