ARYAN AND THE VILLAINESS

ARYAN AND THE VILLAINESS
Chapter 42| Manivestasi Batu Purify



Wakatonia, tempat tinggal Nigurath.


"Hai Aryan, darimana saja kau?.", ucap Griszy.


"Oh Griszy.., kau sudah siuman. Bagaimana perasaanmu?.", ucap Aryan.


"Apa?, perasaanku?. Kepada siapa?", tanya Griszy.


"Eh, apa maksudmu?.", ucap Aryan.


"Loh, kau kan bertanya tentang perasaanku?.", ucap Griszy.


"Maksudku, bagaimana keadaanmu setelah bertarung melawan monster itu?.", ucap Aryan.


"Oh, sangat menegangkan.", ucap Griszy.


"Oh.. kalian lapar kah?. Makan ini.", ucap Aryan yang membawa beberapa olahan Kentang yang cukup banyak.


Di sisi lain, Rosen menunggu jemputan portal blackhole Aryan untuk masuk semesta dandelions.


"Lama sekali temanmu itu, apakah dia mati?.", ucap Rosen.


"Entahlah, kemungkinan benar dia mati haha.", ucap Buggy yang suka dengan hal-hal yang absurd.


"Ohh ****!, aku lupa sesuatu.", ucap Aryan.


"Apa?.", ucap Nigurath.


"Aku harus menjemput mereka.", ucap Aryan.


"Blackhole:Glutony dimension Rosen.", ucapan mantra Aryan yang membuat Portal blackhole untuk membuat Rosen dan lainnya kembali.


Saat tengah membicarakan hal yang absurd, Buggy terkaget dengan munculnya Blackhole milik Aryan.


"Siapa yang kau sebut mati Bodoh.", ucap aryan sedikit kesal namun tersenyum melihat keadaan Buggy baik-baik saja.


"Ke mana saja kau?. Lama sekali.", ucap Rosen.


"Aku, menunggu tengah hari untuk memulangkan kalian. Walaupun ini sesuai rencana, akan tetapi konsep waktu antar semesta sedikit memiliki perbedaan.", ucap Aryan.


"Aku hampir menunggumu selama satu jam.", ucap Rosen.


"Yaa, itu karena sedikit ada perbedaan waktu di semesta Roh dan semesta Dandelions ini.", ucap Aryan.


"Bagaimana keadaanmu Ros?.", ucap Nigurath.


"Seperti biasa, beginilah keadaan di akhir zaman ini.", ucap Rosen dengan senyuman dingin.


Anggota the Villainess berkumpul kembali setelah sekian lama.


"Kalian beristirahatlah dulu.", ucap Aryan.


"Kau tak memiliki waktu, bagaimana dengan nasib keluargamu?, ibumu, ayahmu?.", tanya Rosen.


"Mereka saat ini sementara mati, karena efek nexus yang disebabkan oleh inkursi di semesta kuno-ku.", ucap Aryan.


"Baiklah, tunggu apalagi. Kita harus mencari batu terakhir itu. Time stone.", ucap Rosen.


"Kau ini semangat sekali Kawan.", ucap Aryan.


"Yaa, menurutku hal itu harus dilakukan agar Semestamu normal kembali.", ucap Rosen.


"Aku memiliki petuntuk tentang time-stone atau yang biasa kalian sebut batu purify itu.", ucap Buggy.


Aryan hanya diam mendengar perkataan Buggy. Karena pada dasarnya, ia sudah menemukan batu itu dengan cukup mudah.


"Bagaimana, ceritakan Buggy.", ucap Griszy yang berbaring di rumah Nigurath.


"Kau ini tidurlah, tubuhmu butuh istirahat.", ucap Buggy.


"Tutup saja mulut absurd temanmu itu.", ucap Noel yang menyahut dengan jengkel terhadap Buggy.


"Kalian ini kurasa pasangan yang cocok.", ucap Aryan dengan santai, sedangkan dari kejauhan Rosen sedang melirik Aryan.


"Ingatkah kalian saat Rosen menggunakanku sebagai kartu As-nya untuk memusnakan benua Southeast.?", ucap Buggy.


"Iyaa,iya, kami ingat sekali.", ucap Aryan dan Rosen yang tidak sengaja bersamaan.


"Saat itu, Aryan telah menuelamatkanku dan memurnikan Eataroth. Saat dimurnikan, Eataroth ternyata adalah seorang Malaikat yang dikutuk menjadi seorang Iblis. Nama aslinya adalah Mael. Kisahnya adalah saat ia, lucifer, dan malaikat lainnya yang masih menjadi anggota the Ten Commandment. Saat itu, lucifer masih dalam bentuk azazil. Azazil masih menjadi ketua the ten Comandment dengan misi untuk menjaga batu kebadian yang bernama batu purify. Anggota the ten commandment beranggotakan sepuluh malaikat perintah tuhan. Azazil sebagai ketua, Mael anggota kedua, Gabriel anggota ketiga, Stigma anggota keempat, Izra Anggota kelima, Ludociell anggota keenam, Arsenikos anggota ketujuh, Arren anggota kedelapan, Aiden anggota kesembilan, dan anggota kesepuluh sekaligus terakhir bernama Lumion. Kekacauan terjadi setelah Azazil menggunakan kekuatan Batu Purify itu untuk kepentingannnya sendiri. Akhirnya Azazil dihukum oleh tuhan. Nasib Mael sangat menyedihkan, ia juga ikut tertuduh atas tuduhan Azazil yang akhirnya Mael ikut dihukum oleh tuhan untuk ditempatkan di semesta inferno. Singkat cerita, Azazil berubah menjadi Luicfer, dan Mael berubah menjadi Estaroth. Batu purify tersebut akhirnya disembunyikan oleh Tuhan ke dalam semesta Kuno. Itulah kebenaran dan petunjuk yang aku terima dari Mael.", cerita Buggy.


"Semesta itu saat ini sedang mengalami Inkursion, bagaimana bisa kita nenemukan Batu purify itu?.", ucap Rosen.


"Kalian tenanglah. Rosen, kau masih ingat seberapa di luar nalarnya kemampuan mataku?.", tanya Aryan.


"Iya, bahkan sampai saat ini aku masih heran dengan kemampuan matamu itu.", ucap Rosen.


"Sebenarnya Tuhan telah menyembunyikan mata itu di bagian tubuhku. Mataku lah manifestasi dari batu purify itu.", ucap Aryan.


"Apa?, bagaimana bisa?.", ucap Buggy.


"Aku telah melihat masa lalu alternatif yang kejadiannya adalah sama persis seperti yang telah kau ceritakan sebelumnya.", ucap Aryan.


"Jadi begitu, lantas bagaimana cara kita mendapatkan batu itu?.", ucap Buggy.


"Tentu saja Dengan mencongkelnya?.", sahut Rosen.


"Apa?, yang benar saja?. Bagaimana bisa kita mencongkel matamu itu. Hal ini saja kami seperti menyakitimu?.", ucap Buggy.


"Yaa, benar sekali apa yang telah dikatakan oleh Rosen. Kita harus mencongkel mataku.", ucap Aryan.


"Apapun itu jika menyakitimu, aku dan Griszy tak menyetujuinya.", ucap Buggy.


"Yaaa, benar sekali.", ucap Griszy.


"Hey kalian tenanglah. Aku sudah mencongkelnya", ucap Aryan dengan senyuman manis terhadap Buggy dan Griszy.


"Apa?, bagaimana bisa?.", ucap Buggy.


"Rosen, ingatkah kau setelah kota berpisah untuk menolong tim kita pada pertarungan perebutan batu di semesta masing-masing.?", ucap Aryan.


"Iya, terus?.", ucap Rosen.


"Ini terjadi ketika kita berpisah antar semesta setelah pencarian batu magus itu. Jadi begini ceritanya.....", ucap Aryan.


-Flashback Aryan menceritakan tentang pencariannya terhadap batu purify.-


Sudut pandang: Aryan


Pada saat berpisahnya diriku dengan Rosen, aku diam-diam menduplikat diriku dalam bentuk Aku versi masa depan, atau biasa disebut olehku dengan nama "Aryan Future". Aku memerintahkan Aryan Future untuk pergi mencari petunjuk keberadaan batu purify itu.


Aryan Future melihat sebuah masa lalu, bahwa mata-ku lah yang ternyata itu adalah manifestasi dari Batu Purify tersebut.


Aryan future melihat masa lalu bahwa Tuhan telah menciptakan Batu Purify yang kemudian dijaga oleh anggota The Ten Commandment yang pada saat itu diketuai oleh Malaikat Azazil. Aryan Future menyaksikan bahwa Azazil diam-diam menggunakan Kekuatan Batu itu untuk dirinya sendiri. Tuhan akhirnya menghukum ia dengan mengusirnya dari Nirwana dan ditempatkan di Inferno karena dosa keserakahannya.


Pada saat di Inferno, Azazil esensinya berubah menjadi Iblis dan berganti nama menjadi Lucifer. Lucifer yang dikuasai oleh dendam dan amarahnya, tengah membuat Sebuah Anggota bernama The Seven Deadly Sin's. Tujuan dari anggota itu adalah mencuri Batu Purify yang diketahui tengah menjaga batu itu. Malaikat Mael yang saat itu dituduh oleh lucifer pada saat ia masih menjadi Azazil, membuat tuhan ikut menghukumnya, serta mengubahnya menjadi Iblis dengan sebutan Estaroth.


Mengetahui bahwa Rencana Lucifer adalah menguasai kekuatan Batu Purify, Estaroth menawarkan dirinya untuk menjadi Anggota terakhir the seven deadly sins karena kosongnya satu anggota.


Tanpa pikir panjang, Lucifer menerima tawaran dari estaroth. Pada saat Lucifer mengetahui bahwa Terdapat portal untuk keluar dari Inferno dan masuk dunia manusia karena sihir Darkhold yang dilakukan oleh Rosen, Estaroth mengikuti Lucifer dan Beelzebub.


Pada saat yang sama, satu tahun kemudian pada di hari kelahiranku, Batu Purify telah di taruh oleh Tuhan yang telah dimanifestasikan olehNya menjadi sebuah mataku ini. Aku adalah Anak yang memperoleh berkah dari tuhan.


Mengetahui penglihatan masa lalu alternatif tersebut, Aryan Future mendatangiku dan memberitahu semuanya. Dengan segala keternekatan yang ada dalam hatiku, demi mengatasi Inkursi yang dialami oleh semestaku, aku memiliki niat untuk mencungkil kedua mataku. Akak tetapi aku dicegah oleh Aryan future. Aryan future sendirilah yang mencongkel kedua matanya. Beruntung congkelan mata Aryan future tak mempengaruhi mataku. Setelah mata itu kubawa, aku mengkonversi tubuh Aryan Future menjadi sebuah Energy. Kedua mata itu pun berubah menjadi sebuah batu bersinar biru murni.


semua yang kulakukan ini akan berakibat menjadi Dosa yang kutanggung. Demi mengatasi kehancuran semesta yang ditempati oleh orang-orang yang kusayangi. Demi keluargaku, apapun akan ku lakukan. Batu Purify sudah ada di genggamanku.


-to be Continued-