
BOOM!!!!!, sebuah ledakan terjadi karena ulah Arthur, Pemimpin dari kelompok atau sekte penyembah jin Ameet. Semesta 696 lekat dengan sihir dan jin, maka dari itu Rasyid menjadi Avathar dari jin Khonsu, sedangkan Arthur nantinya akan menjadi Avathar dari jin Ameet.
Aryan memiliki luka bakar, beruntung Rasyid telah memakai kostum avatharnya yang berjuluk Mr.Madness yang berguna untuk menginmortalisasikan tubuhnya terhadap segala serangan jenis apapun.
"Hey, kau tak apa?, Aryan", tanya Rasyid.
"Jangan, khawatirkan aku, mari kita kabur. Kita hanya akan menodai realitas jika tetap melawan mereka.", ucap Aryan.
"Baiklah", ucap Rasyid.
Mereka kabur begitu saja, Aryan kemudian mengembalikan Rasyid ke timelinenya. Sementata itu, Aryan tengah bersiap secepatnya untuk pergi ke semesta Dandelions atau disebut dengan kode semesta 616. Tempat keberadaan Rosen dan lainnya. Aryan pun tiba di kediaman Rosen.
"Hai Rosen. Tampak seperti telah ada pertempuran. Apa yang terjadi?,", ucap Aryan.
"Kami telah diserang oleh moon elf. Pemegang rune elemental.", jawab Rosen.
"Aku kemarin juga telah bertempur, tentunya dengan banyak negosiasi dan kekerasan sedikit, aku telah mengatasinya. Ceritakan kejadianmu sebelumnya. Entah mengapa ini terjadi secara bersamaan, seakan kode atau peringatan dari tuhan terhadapku.", ucap Aryan.
"Ceritanya begini.........", Ucap Rosen yang kemudian bercerita kejadian sebelumnya.
POINT OF VIEW (sudut pandang): ROSEN Rosen_32
Di pagi hari yang akhirnya kembali seperti biasanya, aku pun bersantai di tempat duduk yang berada di depan rumahku.
"Aku berharap ketenangan kali ini bisa berlangsung sedikit lama" Gumamku pelan.
"Kau bicara sesuatu Ros?!" Ucap noel yang sedang menyiram bunganya di depan ku.
"Tidak... Lanjutkan saja apa yang kau lakukan" Ucapku,
dia pun mengangguk dan terus menyiram bunganya, aku tidak melihat nigurath sedari pagi.. Dimana dia yah.
"Kau tau nigurath dimana?.. Aku dari pagi tidak melihatnya" Tanyaku ke noel.
"Nigurath?.. Ya hari ini jadwalnya untuk mengambil misi dan dia katanya ingin membantu ku mengambil kan tanaman obat mu untuk ku, jadi dia pergi pagi tadi saat aku memasak" Jawab noel.
Ohh Iyah.. Sekarang jadwalnya nigurath untuk mengambil misi, kami menjadwal kan karena siapa yang akan menjaga rumah nanti saat keluarnya bersama-sama kan, hari sudah mulai sore.. Dan nigurath belum juga kembali dari misinya.
"Apa kau tidak merasa khawatir Ros?.. Nigurath.. " Ucap noel yang sedang duduk di sebelah ku.
"Ya aku tahu.. Ini juga terasa aneh, nigurath seharusnya sudah kembali dari misinya, apa aku harus mencarinya saja?" Tanyaku.
"Aku setuju, lebih baik kau mencarinya saja secepat mungkin" Jawab noel.
Setelah itu aku pun bergegas membawa peralatan ku dan pergi menjemput nigurath di dalam hutan, kemungkinan besar nigurath ada di sekitar area hutan sebelah sini, karena di sini area yang paling banyak tanaman-tanaman herbal.
"Jika nigurath tidak ada di mana pun... Apakah aku harus mengsumnon likantrof untuk melacaknya lewat hidung tajamnya" Gumamku.
Aku pun membuat posisi dan meng summon likantrof untuk melacak bau nigurath dengan hidungnya, dan betul saja dalam beberapa menit likantrof itu langsung menemukan sesuatu.
"Ini.... Armornya..." Ucapku pelan.
"Dan ini senjata Nigurath!!.. " Ucapku sedikit menaikkan nada bicara.
Dan setelah itu karena aku tidak sadar telah mengeluarkan suara yang cukup tinggi, sepertinya aku menarik perhatian monster.
"Mungkin sebaiknya aku segera pergi dari sini" Ucapku.
Saat aku hendak berbalik dari tempat berdiri ku saat ini, aku baru tersadar ternyata aku sudah dikelilingi oleh energi sihir.
"Ini tidak baik... Aku harus melakukan sesuatu" Gumamku pelan.
"Apa kau rekan dari si ras dwarf yang memakai senjata palu itu?" Ucap seseorang dari balik bayangan malam.
"Ya.. Aku adalah rekan dari Ras dwarf yang memakai palu itu" Ucapku.
Perlahan keluar seseorang dari balik bayangan, dan itu ternyata Ras moon elf yang dikenal tidak akan meninggalkan silmirion atau pulau terbangnya.
"Kalian itu... moon elf?" Ucapku.
"Yah kami adalah moon elf, kami juga mengenalmu.. Rosen sang dark elf" Ucap moon elf di depan ku.
"Kau tau dari mana nama ku?.. " Ucapku.
"Siapa yang tidak tahu sosok yang dijuluki dengan nama the great controller, cerita mu sudah seperti legenda urban di mana-mana" Ucap moon elf.
Setelah berbincangan yang sedikit menegangkan, akhirnya aku mulai untuk melancarkan rencana, tanah disekitar sudah mulai bergetar dan tidak lama dari itu seekor wyvern muncul dari dalam tanah.
Saat semua sibuk melawan wyvern ku, aku diam diam menculik salah satu dari mereka untuk kujadikan sandera dan penunjuk ke arah nigurath.
"Tunjukan dimana dwarf tua yang kalian tangkap, atau kulelehkan wajah kesayangan mu itu" Ucapku.
Setelah itu moon elf yang ku sandera menuntun ku ke arah sebuah goa dan di dalamnya terdapat sebuah portal yang menuju ke arah pulau terbang silmirion.
"Teknik sihir moon elf memang tidak diragukan lagi" Gumamku pelan.
Setelah itu aku sampai dipenjara bawah tanah pulau silmirion.
"Nigurath!!" Ucapku.
"Sen!!" Ucap Nigurath.
Setelah aku menemukan nigurath yang sedang di kurung di penjara bawah tanah, aku pun langsung membunuh moon elf yang kujadikan sandera dengan menggunakan teknik graps heart.
"Kita akan kembali... Dengan menggunakan portal yang digunakan oleh moon elf tadi" Ucap Nigurath, aku pun mengangguk dan langsung melepaskannya dari penjara.
Setelah itu kami berusaha kabur dari penjara bawah tanah itu, tapi tidak semudah yang kami kira, kami di hadang oleh pasukan moon elf dan mau tidak mau harus terlibat pertarungan.
"Berhenti!!.. Dasar kalian para pencuri kristal kami" Ucap salah satu prajurit.
Aku pun menoleh sedikit heran ke nigurath dan nigurath langsung menjawab rada penasaran ku tanpa akun bertanya.
"Yah.. Aku mencuri rune elemental dari mereka waktu itu, bersama griszy rekan aryan yang mempunyai wujud elf" Ucap Nigurath.
Hhh... Aku sedikit bernafas panjang dan pasrah untuk membantai mereka saja.
"Yah kalau begitu ini adalah salah satu dosa anak itu(aryan)" Ucap ku pelan.
Setelah itu aku meng summon beberapa skeleton dan undead untuk mengulur waktu aku sekaligus meng summon chimera andalan ku yang bertubuh serigala dan bersayap elang, saat mereka sibuk kami berusaha keluar dari pertempuran dan menuju portal yang berada di dekat goa saat itu.
"Bagaimana kabar perlawanan wyvern ku tadi..." Gumam ku pelan.
Aku pun mencari wyvern ku tadi dan ternyata wyvern ku sudah tertidur di tumpukan mayat moon elf yang sudah dia bunuh.
"Bagus sekali.. " Ucapku.
"Kita pulang?..." Tanya nigurath.
"Kita pulang" Jawab ku.
Aku dan Nigurath pun berjalan keluar dari hutan dan menuju rumah, sekarang kini sudah pagi dan kita baru saja sampai di rumah.
"Kalian!! Kemana saja... Aku tidak tenang dari kemarin hanya menunggu kalian" Ucap noel yang keluar dari pintu rumah.
"Yah, aku pulang, dan sepertinya aku punya beberapa hal yang harus ku bicarakan ke kalian" Ucapku.
Akhirnya.. Momen pembalasan para pemegang batu, aku tidak tau penjaga batu mana saja yang akan memburu ku atau memburu para rekan ku, tapi yang pasti... Kita harus bersiap akan hal itu.
"Baiklah... Waktunya persiapan untuk melakukan pertempuran besar lagi... ".
"Itulah ceritanya", ucap Rosen.
"Yang jelas, kita harus waspada terhadap apa yang sudah kita perbuat di masa lalu.", ucap Rosen lagi.
"Bagianku sudah ada pemegang dua batu yang telah membalas, masing-masing adalah bloodstone & scarabstone.", ucap Aryan.
"Bagianku masih pemegang rune elemental. Walaupun begitu, kita harus waspada", ucap Rosen.
"Berarti masing-masing ada tiga pemegang batu yang telah kita atasi.", ucap Aryan.
"Tinggal rune magus, dan rune astra", ucap Rosen.
"Kau kurang dalam perhitungan. Pemegang Time stone masih tetap harus kita waspadai", ucap Aryan.
"Apa,?, apa maksudmu. Bukankah itu manifestasi dari mata murnimu itu?,", ucap Rosen.
"Ceritanya begini......", ucap Aryan..... tapi di next chapter hehe hehe.....
.
-to be Continued-