ARYAN AND THE VILLAINESS

ARYAN AND THE VILLAINESS
Chapter 37| Scarab Stone & Blood Stone



"Baiklah, mari kita mulai..., sebelumnya aku ingin berterima kasih kepadamu karena sudah mau bekerja sama denganku, Rosen!!", ucap Aryan.


"Jangan formal begitu, tujuanku adalah agar semestaku ini suasananya seimbang seperti semula. Apa rencanamu?", ucap Rosen.


"Pertama, kita harus meminjam Amulet milik temanku, letaknya di universe 696.", Ucap Aryan.


"Tunggu! Itu kode semesta?,", ucap Nigurath.


"Emm, entahlah.. aku hanya memberinya kode agar mudah untuk diingat", ucap Aryan.


"Hmmm naruhodo(jadi begitu)", ucap Noel.


"Baiklah, sudah siap semuanya?", ucap Aryan


"Hmmm(senyum sinis), siapa takut", ucap Rosen.


Aryan kemudian membuka portal Blackhole menuju semesta 696, kediaman Rasyid (Mr.Madness).


Sementara itu, di semesta 696 terlihat Ara Maharani dan Rasyid tengah membuat sebuah mesin waktu untuk meneliti sejauh mana fisika kuantum dapat digunakan sebagai portal menuju semesta lain. Tentunya didampingi oleh seseorang yang memiliki keahlian tentang fisika kuantum, Ahmad(Tn.Madness).


"Bagaimana Ahmad, Sudah siap kah?", ucap Rasyid yang tengah menguji penelitian mereka. |mereka adalah dua kepribadian yang saling bicara|.


"Baiklah, akan kunyalakan mesinnya", ucap Ara maharani.


"Oke silahkan", ucap Ahmad.


"Mesin, menyala dalam hitungan, lima, empat, tiga, dua, satu,.....", ucap Ara maharani.


Sebuah portal hitam yang muncul secara perlahan. Namun, tiba-tiba muncul enam seseorang yang ternyata adalah Aryan dan lainnya.


Rasyid dengan siaga langsung memakai kostum Mr.Madness-nya.


"Kau lagi!!!, ada apa ini..., ramai sekali!", ucap Rasyid.


"Salam Ara maharani!(sambil melirik dan tersenyum kepada Ara), santai saja kawan..., kau adalah varianku. Mengapa ketika kau melihatku, kau selalu terlihat seperti memiliki dendam kepadaku", ucap Aryan.


"Entahlah, aku hanya waspada dengan kegilaanmu!", Ucap Rasyid.


"Kegilaan, bukannya itu hal telah melekat kapadamu?", ucap Aryan.


"Tutup mulut kotormu itu. Hal yang kumaksud adalah kegilaan cintamu!", ucap Rasyid.


"Ohw, .... kau takut Ara kuambil dari pelukanmu?", ucal Aryan


"Sudah cukup. Langsung ke intinya saja!", Ucap Rosen.


"Baiklah. Kedatangan kami hanya untuk meminjam Jimat amuletmu itu. Aku tidak mengganggu Ara-mu lagi, karena aku sudah menemukan Varian Tiariel yang ternyata adalah seorang dari Ras malaikat. Ia bernama Raniel yang bergelar Maha. Jadi tenanglah Rasyid.", ucap Aryan.


"Oh, jadi begitu. Baiklah, apa yang kau cari?", ucap Rasyid.


"Kami mencari sebuah batu keabadian yang berjumlah enam. Namun, keenam batu itu masing-masing berada di semesta lain. Kami ingin kau mencarikan kami keberadaan dari keenam batu ini.", ucap Aryan.


"Baiklah. Aku akan menolong kalian.", ucap Rasyid.


"Hey. Wajah kalian berdua seperti kembar", ucap Griszy yang melihat Aryan dan Rasyid.


"Tentu saja, kami adalah varian yang sama. Masih ada satu semesta yang memiliki varian kami, ia adalah Trian dari semesta 010.", ucap Aryan.


"Hmmmm, Naruhodo (jadi begitu). Sedangkan dia, isrinya Rasyid mirip sekali dengan Tiariel. ", ucap Griszy.


"Benar sekali, Ara ini adalah varian Tiariel. Sebelumnya aku telah menemukan varian Tiariel yang lain. Dia berasal dari ras malaikat yang tinggal di semesta nirwana, namanya Raniel yang bergelar Maha", ucap Aryan.


"Semoga kau cepat bertemu dengannya", ucap Griszy.


Rasyid kemudian meletakkan batu ini ke permukaan, lalu mengatakan,"wahai sang scarab. Carilah keberadaan keenam batu keabadian seperti yang telah diinginkan oleh orang-orang ini".


Jimat kemudian melayang dan mengepakkan sayap besi seperti kumbang scarab. Lalu menunjukkan tampilan dari masing-masing keenam batu.


Tampilan pertama, batu blood-stone yang disebut toxid/toxin, berada di genggaman The Beast, kepribadian Trian di semesta 010.


Tampilan kedua, batu Astra yang di sebut rune Astra, berada di semesta yang di mana lekat dengan dunia roh.


Tampilan ketiga, batu elemental yang disebut rune elemental, berada di sebuah pulau yang diterbangkan oleh sihir serta dijaga oleh moon elf. Pulau itu bernama sirmilion.


Tampilan keempat, batu Magus yang disebut rune Magus, berada di sebuah Ngarai. ketika melihat ngarai itu, Rosen terlihat sangat familiar dengan tempat itu.


Tampilan kelima, Batu waktu yang disebut purify. tampilan itu hanya menampilkan mata dari wajah Aryan. Melihat hal itu, Buggy seakan mengingat sesuatu.


Tampilan keenam, batu scarab yang disebut Amulet. Ketika melihat hal itu, Rasyid tengah waspada dan memikirkan sesuatu.


"Baik Aryan, cepat tandai tempat-tempat itu. Aku tengah ada sesuatu yang mendadak", ucap Rasyid.


.....".


"Tidak, tidak boleh. Kau tidak boleh membawa amulet ini", ucap Rasyid.


"Mungkin cara kekerasan adalah hal yang terbaik untuk menimimalisir waktu!", ucap Rosen.


"Jangan sakiti suamiku Aryan", ucap Ara Maharani.


Kostum Mr.Madness pun otomatis muncul ketika Rasyid dalam bahaya. Namun, tiba-tiba gabungan portal semesta yang dibuat oleh Ahamad tercampur dengan portal blackhole milik Aryan telah mengihisap Rasyid serta Scarab-Stone-nya, Rosen, Aryan, Buggy, Nigurath, Noel, dan Griszy. Kemudian tertutuplah portal yang telah menghisap semuanya itu dan hanya meninggalkan Ara sendirian.


"Oh tidak, penelitian ini gagal. Suamiku telah terhisap ke dalam lubang hitam itu.", ucap Ara Maharani.


Ke tujuh orang tersebut terlempar oleh sebuah takdir, yang kemudian diletakkan di masing-masing keberadaan keenam batu keabadian tersebut.


Rosen tengah terlempar dan terjatuh ke Ngarai, keberadaan Rune Magus. Aryan dan Rasyid terlempar ke semesta 010, keberadaan The Beast kepribadian Trian, sekaligus pemegang Blood-Stone.


Griszy dan Nigurath terlempar ke semesta di pulau sirmilion keberadaan Rune Elemental yang dijaga oleh Moon Elf.


Sedangkan Noel dan Buggy terlempar di semesta yang lekat dengan dunia Roh, sekaligus keberadaan Rune Astra.


|Stone-war akan segera terjadi di tiap masing-masing semesta. Maka dari itu, author akan menceritakan pertarungan perebutan batu ini dengan secara berurutan.|


Rasyid dan Aryan yang tengah terlempar ke semesta 010 tengah akan bertarung. Ketika akan bertarung tiba-tiba diserang oleh The Beast, yaitu kepribadian yang menguasai Tubuh Trian.


"Haaaaarrrrghhhhhhgghhhrrt(suara raungan the beast yang dikuasai oleh kemarahan), penyusup!. Siapa kalian?", ucap The Beast.


"Hey kau..!, hati-hati dengan orang ini (menunjuk Aryan), ia tengah mencari sebuah Batu keabadian yang akan mengancam semestamu!", ucap Rasyid.


"Haaaaaaaaaaarrrrrrrgggghhhhgg, aku adalah pemegang Blood-Stone, yang disebut Toxin.", ucap The Beast.


"Iya, hati-hati dengan orang ini. Sebentar lagi ia akan merebut batu itu dari genggamanmu", ucap Rasyid.


"Malahan akan aku gunakan untuk membunuh kalian!", ucap The Beast.


"Hey, Rasyid!, dan kau trian!, Tunggu. Aku hanya ingin meminjamnya saja. Setelah kupakai, batu itu akan kukembalikan kepada kalian. Bukankah negosiasi lebih baik daripada kekerasan?. Lagi pula, kita ini sesama varian bukan?, lihat wajahku, lihat wajah kalian. Mirip sekali bukan?.", ucap Aryan.


"Hmm, omong kosong! Kau. Hey kau siapa namamu(sambil melihat Trian/the Beast), kerja samalah denganku untuk membunuh bajingan ini. Jika memang ada yang namanya varian diri atau diri alter atif, maka Aryan ini adalah aib bagi kita.", ucap Rasyid.


"Haaaaaaaarrhhggrrhhhhh, Trian?, aku bukan Trian. Aku adalah the beast. Trian masih tertidur dalam tubuh ini. Trian harus selalu tertidur, agar dia terlindungi. Karena, keberadaanku hanya untuk melindungi Trian dan kekasihnya yang bernama Diana", ucap The Beast.


"Dia adalah ancaman bagi semesta ini. Jika semesta ini terancam, maka orang-orang yang kau sayangi berada dalam bahaya.", ucap Rasyid.


"Berhenti Rasyid!, kau melewati batasanmu.", ucap Aryan.


"Kau,... matilah kau!!!!", ucap The Beast yang menyerang Aryan dengan Blood-Stone-nya.


"Aŕrrrrrrrghhhhhhgghhhh", rintihan Aryan yang kesakitan karena darahnya diubah oleh The Beast menjadi sebuah racun. Ia kemudian tersungkur tidak sadar diri.


"Mati kau bangsat!", ucap Rasyid.


"Tak lama lagi ia akan mati, karena racunnya kuubah menjadi sebuah Racun", ucap The Beast.


"Hahahahaha (tawa Aryan dengan rasa meremehkan). Di Manakah kematian yang kalian maksud itu?", ucap Aryan yang terbangun dari pingsannya.


"Apa!!, mustahil", Ucap The Beast.


"Reflection;Full Counter", ucap Aryan.


"Arrrrrggghhhhhhhhh,", rintihan The Beast.


"Gedebukkkkk!!!!!!", suara The Beast yang jatuh pingsan karena teknik reflection milik Aryan, membuat darahnya menjadi Racun. Sementara itu, Aryan memanipulasi darahnya menjadi normal dengan teknik manipulasi waktu.


"Blood-stone sudah kudapatkan. Kini tinggal, Scarab-Stone. Cepat Rasyid, serahkan batu itu kepadaku!", ucap Aryan.


"Langkahi dulu mayatku!!", ucap Rasyid yang kemudian menyerang Aryan dan menginmortalisasi tubuhnya.


Aryan mengaktifkan zona dan senjata waktu-nya. Ia membuat sebuah ikatan waktu, untuk mengikat Tubuh Rasyid.


"Apa ini, mengapa aku tidak bisa bergerak?", ucap Rasyid.


"Kau kuikat dengan manipulasi waktu milikku, jadi kau takkan bisa bergerak", ucap Aryan.


Aryan kemudian merebut Scarab-Stone dari Rasyid lalu mengembalikan ia kesemestanya dan menyembuhkan The Beast(Trian), dari Racun Blood-Stone yang mengubah darahnya menjadi Racun.


Chapter selanjutnya tentang pengambilan Rune Magus yang terletak di sebuah Ngarai tanpa Ujung.


-TO BE CONTINUED-