ARYAN AND THE VILLAINESS

ARYAN AND THE VILLAINESS
Chapter 19| Dreamwalk



Aryan duduk termenung, kembali ke kamar Tiariel. Ia berkaya sendiri lagi,


"Dan aku tidak bisa menahan diri dari rasa kecewa ini".


Aryan kemudian menuju ke balkon istana kerajaan, kembali lagi ke kamar Tiariel, menuju lagi ke koridor kerajaan, ia berkata sendiri seperti orang gila,


"Lihatlah mentari pagi telah berganti senja sore hari, Begitu pun yang terjadi pada setiap isi di hati, Bukan 'ku tak mempercayaimu, Tapi tak ada hati yang tak pernah tak berubah. Bila saat nanti kau hancurkan hatiku 'Ku tetap sayangimu walau hanya dengan


Serpihan hatiku, Yang telah kau hancurkan, Bila saat nanti kau remukkan hatiku 'Ku tetap cintaimu walau hanya dengan Serpihan hatiku Yang telah kau remukkan.".


Aryan kemudian melamun, ia seperti melihat bayangan Tiariel yang berada tepat di hadapannya, bayangan tiariel itu berkata,"Sudahlah jangan fikirkan, Itu takkan kulakukan, Serahkanlah pada penguasa multiverse, ia segala Pemberi jawaban. Bukan kuingin berpisah, bukan kuingin kau hancurkanku, tapi cukuplah kau tahu, hati ini selamanya untukmu".


Aryan menjawab perkataan Tiariel dalam lamunannya,"bila saat nanti, kau hancurkan hatiku, ku tetap sayangimu, walau hanya dengan serpihan hatiku, yang telah kau hancurkan. bila saat nanti, kau remukkan hatiku, ku tetap cintaimu, walau hanya dengan, serpihan hatiku.... yang telah kau remukkan........, dengarkanlah permintaan hati, yang teraniaya sunyi, dan berikanlah arti pada hidupku yang terhempar, yang terlepas, pelukanmu, bersamamu, dan tanpanmu, aku hilang selalu".


Aryan kemudian menuju ke taman istana kerajaan dan duduk santi sambil melamun bahwa Tiariel ada bersamanya dan kemudian ia berkata,


"Lihatlah luka ini, yang sakitnya abadi


Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu. Aku tak akan lupa, Tak akan pernah bisa, Tentang apa yang harus memisahkan kita. Di saat ku tertatih, Tanpa kau disini, Kau tetap ku nanti, Demi keyakinan ini. Jika memang dirimulah tulang rusukku, Kau akan kembali Pada tubuh ini, Ku akan tua dan mati, Dalam pelukmu


Untukmu seluruh nafas ini. Hmmmm".


Aryan membayangkan Tiariel menjawab perkataannya,


"Kita telah lewati, Rasa yang pernah mati, Bukan hal baru Bila kau tinggalkan aku, Tanpa kita mencari, Jalan untuk kembali, Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku, Di saat ku tertatih, saat ku tertatih,


Tanpa kau disini, tanpa kau di sini, Kau tetap ku nanti, Demi keyakinan ini. Jika memang kau terlahir, Hanya untukku, Bawalah hatiku dan lekas kembali, Ku nikmati rindu yang datang membunuhku, Untukmu seluruh nafas ini"


"Dan ini yang terakhir" (kata aryan)


"Ini yang terakhir"(kata Tiariel dalam lamunan aryan)


"Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi"(kata aryan)


"Ini yang terakhir"(kata Tiariel)


"Dan ini yang terakhir"(kata aryan)


"Tak kan ku sia siakan hidupmu lagi"(kata Tiariel)


Aryan berkata,"Jika memang dirimulah tulang rusukku, Kau akan kembali Pada tubuh ini, Ku akan tua dan mati Dalam pelukmu, Untukmu seluruh nafas ini"


Tiariel berkata dalam lamunan aryan, "Jika memang kau terlahir, Hanya untukku, Bawalah hatiku dan lekas kembali, Ku nikmati rindu yang datang Membunuhku, Untukmu seluruh nafas ini


Untukmu seluruh nafas ini"


tiba-tiba aryan tersadar dari lamunan dan menyadari bahwa semua perbincangan tadi hanyalah lamunannya.


Aryan kembali ke kamar Tiariel lalu mengambil lukisan Tiariel. Ia berkata lagi sembari meneteskan air mata,


Aryan kemudian bangkit dan teringat dengan dark elf yang bernama Rosen.


"Oh ****, aku lupa.. aku pernah mengirim dark elf yang bernama rosen kemarin yang aku kirim ke universenya. Ini membuktikan bahwa ada universe lain selain semestaku ini. aku juga teringat bahwa dalam penjelasan yang dikatakan oleh arya saat aku menemuinya di masa lalu, pada saat ia membuka isi darkhold, mimpi adalah jendela menuju multiverse atau cabang universe lain, aku sendiri pernah bermimpi bahwa diriku bermesraan dengan Tiariel. Ini membuktikan juga bahwa Tiariel memiliki varian di universe lain. Dengan kemampuan mataku, aku akan mencari cintaku ini menuju universenya."


Aryan berencana membuat portal blackhole-nya untuk menuju ke universe lain. Ia mencari keberadaan Tiariel secara random dan tak peduli yang mana universe yang ia masuki....


Aryan yang memasuki portal blackhole-nya berencana memasuki universe-universe lain secara random karena tidak memiliki petunjuk apapun. Berbagai universe ia masuki. Ia tiba di universe yang lekat dengan pedang dan sihir(tak sengaja memasuki universe dandelions).


"Di mana ini?", ujar aryan.


"Siapa itu yang menata bunga dandelion's?", ujar aryan setelah tiba di universe ini dan melihat seorang pemuda yang menata bunga dandelion's.


"Hmmm, di universe ini, aku tidak memiliki petunjuk apapun", ujar aryan.


Aryan kemudian masuk universe lain, ia memasuki universe modern,"apa?, mengapa ada besi yang bergerak sendiri?, ha????? Di dalamnya ada orang", ujar aryan dengan kaget setelah melihat mobil, karena universe aryan ber-timeline kuno (universe 000), aryan  tidak tahu tentang mobil.


"Haa???? Ada capung raksasa di sini!!!!", ujar aryan setelah melihat helikopter.


"Ha?, apalagi ini?, lipan raksasa", ujar Aryan yang melihat kereta.


Aryan terus pergi dan menyusuri univiserse ini.


"Oh tidak, ini apalagi????, ada kelabang raksasa, universe aneh", ujar aryan setelah melihat kereta api.


"Apakah benar, zaima berada di universe ini?, hmmm tak yakin aku".


"Oh iya, aku lupa... aku memiliki sesuatu!", ucap aryan.


Aryan kemudian membuka portal kecil sekecil roda mobil, tiba-tiba ada kitab vishanti di genggamannya.


"Sipp, semoga ada petunjuk dalam kitab ini".


Aryan terus membuka mencari petunjuk.


"cara mencari sesuatu, yang petunjuknya tidak kau miliki adalah dengan cara menggunakan Scarab stone (amulet)."


"Apa?, cuma ini petunjuknya!!. Hmm aku tidak memiliki petunjuk apapun tentang batu ini". Ucap aryan.


"Oh shittt !!!! di mana kau Tiariel!!!!", teriakan aryan setelah lelah memasuki berbagai universe.


"Aha!!!, aku memiliki ide. aku harus menggunakan kitab darkhold untuk melakukan dreamwalk, dengan itu aku bisa tahu keberadaan Tiariel". Ujar aryan.


|Seperti penjelasan chapter sebelumnya, bahwa mimpi adalah jendela menuju universe lain. Karena aryan pernah bermimpi bermesraan dengan zaima, berarti ia  dan zaima memiliki varian dirinya dan zaima di universe lain|


"Oh iya, bagaimana caraku menemukan kitab darkhold!?,. Hmm yang aku ingat. Kitab darkhold sebelumnya di pegang oleh inang iblis bernama, siapa ya? Emm kalo nggak salah, bachtruiel. Eh, iya arya, ya... arya pernah memakainya. Oke, berarti aku harus menuju ke timeline di mana arya menemukan darkhold itu", ujar aryan.


-to be continued-