
Rosen, ditakdirkan perpental ke semesta yang sangat familiar dengannya. Semesta kelahirannya, tepat di sebuah tempat yang yang sangat mempengarui kehidupannya sekarang. Tempat ini disebut Ngarai tak terbatas. Ngarai ini tidak memiliki ujung.
"Sial!!!!, aku terbuang ke tempat ini lagi!!.", Ucap Rosen.
Rosen pun terus menyusuri Ngarai itu, sudah setengah hari lamanya Rosen sudah tak terhitung membunuh beberapa monster kecil, seperti Hellhound, Skeleton dan Zombie. Setelah itu, ia bertemu sebuah goa kecil. Karena keadaan sekarang sedang hujan, Rosen pun berniat beristirahat di goa kecil tersebut. Akan tetapi, beberapa menit kemudian, Rosen menyadari bahwa goa tersebut bukan goa biasa. Rosen merasakan kekuatan sihir yang sangat amat besar di dalam goa tersebut. Rosen pun berdiri dan melanjutkan perjalanan dengan menyusuri goa itu, yang kemudian ia menemukan pemukiman ras likantrof yang sekitar berisi 500 ekor likantrof.
Rosen bertanya kepada salah satu likantrof yang mendekat dengan kesiagaan penuh.
"Apakah aku boleh melewati tempat ini?, agar aku bisa masuk lebih dalam ke goa itu?.", Ucap rosen dengan suara yang mengintimidasi.
"Tidak!, Kau tidak boleh melewati tempat ini!!.", Ucap salah satu likantrof tersebut.
Likantrof tersebut langsung berlari menjauhi Rosen dan memanggil bala bantuan untuk memukul mundur Rosen.
"Itu dia!!, orang yang membuat Rune Magus bergejolak. Mungkin karena energy orang ini beresonansi dengan Rune Magus!!.", ucap Likantrof.
Rosen pun berpikir,"hmm, Rune Magus?, Apakah ada di sini?"
"Cepat!, ambil formasi penjagaan rune magus. Niatkan dalam hati kalian, bahwa penjagaan rune magus ini seperti menjaga nyawa kalian sendiri!!.", Ucap pemimpin pasukan likantrof.
Tanpa pikir panjang, dengan cepat Rosen men-summon beberapa skeleton berpedang, dan salah satu kartu As dari skill summon skeletonnya, yakni skeleton monster berbentuk kaki Laba-laba dan tubuh manusia.
Terlihat, Rosen berada di bagian belakang hanya men-support para monster summon-nya. Dengan menembakan skill void blaze dan yang dicombo dengan beberapa skill earth bullet.
Sudah terhitung, sekitar setengah jam, pertempuran akan dipastikan dimenangkan oleh Rosen. karena senjata para ras likantrof sudah termakan usia dan memburuk.
Rosen akhirnya membuat pembantaian lagi di desa likantrof dan setelah itu Rosen mengambil semua darah yang ada di sana untuk dijadikan sebagai energi sihirnya.
"Energi sihir yang cukup banyak, bisa ku gunakan untuk men-summon Wyvern sekali lagi".
Rosen melanjutkan penelusurannya lebih dalam lagi ke goa. Akan tetapi dalam penelusurannya, ia menemukan pintu yang besar dan bisa di buka kapanpun tanpa adanya kunci.
"Aura rune magus semakin besar, pasti ada di dalam sini". Ucap Rosen yang kemudian langsung menyiapkan energi sihir.
Pada saat pintu itu dibuka, ternyata terdapat tempat yang sangat luas dan banyak sekali bangunan-bangunan tua di kanan dan kiri. Rosen kemudian berjalan masuk ke dalam tempat itu. Dalam beberapa langka, Rosen mendengar suara yang menggelegar sampai menggetarkan goa.
"SIAPA KAU!!!.", ucap suara yang menggelegar tersebut.
"Aku hanya Dark Elf biasa yang sedang mencari rune magus.", Ucap Rosen.
Rosen berniat melakukan negosiasi. Akan tetapi, Rosen terlalu melampaui batasannya, sehingga membuat makhluk yang bersuara itu marah.
"Siapa kau!?, hanya suara tanpa ada tubuh yang terlihat. Apa kau tak memiliki nyali untuk memperlihatkan dirimu di hadapanku?.", Tanya Rosen.
"AKU ADALAH ZAUN, SANG HYDRA PENJAGA RUNE MAGUS!!.", ucap Suara itu yang ternyata adalah zaun, sang hydra penjaga rune magus.
Tanah dan goa bergetar, Rosen melihat sebuah titik cahaya berwarna ungu di kejauhan, di bersamai oleh kemunculan sesosok naga berkepala 4 setinggi kurang lebih 6 meter, dan panjang 7 meter. Rosen terlihat santai, karena ia sudah menyiapkan seekor Wyvern yang ia summon dari dalam tanah. Makhluk ini setinggi 5 Meter dan panjang 7 Meter. terjadilah pertarungan yang sengit antara Rosen dan Naga itu.
"Yang Benar saja, dia adalah penjaga artefak kuno seperti rune magus, mungkinkah dia sangat kuat?", ucap Rosen.
Keadaan pertempuran, Rosen hampir kalah. Dia sampai men-summon Volibear untuk membantu wyvern.
"Aku akan kalah kalau begini terus. Karena, sihirku mencapai batasnya.", Ucap Rosen.
Tiba-tiba Portal Blackhole muncul. Aryan datang dengan portal tersebut.
"Kalau kau melihat keadaan ku pasti tau!.", Ucap Rosen.
Aryan langsung mengerti dan membuat Zona area time-manipulation di sekitar monster summon milik Rosen.
"Buatkan aku zona area time-manipulation yang dapat memberhentikan sesuatu di depanku.", Ucap Rosen.
"Berapa jarak yang kau inginkan?.", ucap Aryan.
"Hmm, 3 Meter saja.", ucap Rosen.
Aryan pun langsung membuatkan area time-manipulation di depan Rosen sebesar 3 Meter. Setelah itu, Rosen membuat Earth-Bullet dan Fireball untuk ditembakkan dan ditaruh di dalam area time itu. Area time ini berencana digunakan untuk memberhentikan musuh, yang kemudian mengarahkan earth bullet dan Fireball terhadap musuh yang telah diberhentikan tersebut.
"Tahan itu Aryan!! " Ucap Rosen
"Baiklah!!.", ucap Aryan.
Aryan pun menambahi area time manipulation untuk mempercepat waktu sehingga akan mempercepat tembakan fireball dan earth bullet yang dilepaskan secara bersamaan dari dalam zona area time manipulation yang berhenti tersebut.
Hydra secara tidak sadar tidak bisa bergerak karena telah berada dalam zona area waktu milik Aryan. Melihat hal itu, earth bullet dan fireball dilepaskan oleh Rosen dari zona area time stop kepada Hydra. ratusan skill yang dibuat Rosen melesat kearah hydra dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hal itu karena skill Rosen telah berada dalam zona area time speed milk Aryan. Rosen dengan cepat langsung menarik semua monsternya dengan glutony dan membiarkan hydra tertembak oleh ratusan skill fireball dan earth bullet.
Tiga kepala hydra hancur dan masih menyisakan satu yang langsung berlari kearah Aryan. Aryan langsung membuat area time manipulation di area dia berdiri dan mengaktifkan reflection-nya
"Rosen!!! Gunakan life curse ke hydra!!.", Ucap aryan.
Rosen langsung membuat life curse disekitar Hydra untuk memanipulasinya dan membuat Hydra menyerang Aryan. Aryan diserang dengan tebasan suara dari salah satu kepala Hydra, tubuh aryan hancur.
"Aryan kau!!!", ucap Rosen yang melihat Tubuh Aryan Hancur tapi belum mati.
"Reflection;Full Counter", ucap Aryan.
Tiba-tiba, tubuh Hydra hancur. Hal ini terjadi karena Hydra yang menyerang Aryan yang sempat mengaktifkan teknik reflection-nya. Aryan perlahan kembali memulihkan tubuhnya ke dalam bentuk semula, dan mereka pun memenangkan pertempuran.
"Apa kau baik saja?.", ucap Rosen.
"Aku kembali sehat seperti semula.", ucap Aryan.
"Mana-ku hampir habis karena terlalu banyak men-summon makhluk-Makhluk peliharaanku", ucap Rosen.
"Apa yang kau maksud itu energy?, di semestaku, itu adalah energy. Kalau begitu aku akan memulihkan energy-mu.", ucap Aryan.
"Yaa, intinya sama saja,. Ini adalah tenaga yang berasal dari tubuh", ucap Rosen.
"baiklah, mari kita ambil Rune Magus ini", ucap Aryan.
Next Chapter pengambilan Rune Elemental.
-TO BE CONTINUED-
|alur fight: Rosen_32 |
|editor: Author|