ARYAN AND THE VILLAINESS

ARYAN AND THE VILLAINESS
Chapter 43| Inkursion Teratasi



Keenam Batu Keabadian sudah terkumpul. Masing-masing batu itu adalah; Scarab-Stone, Blood-Stone, Rune Magus, Rune Elemental, Rune Astra, dan Time-Stone yang biasa disebut Batu Purify.


"Jadi, sekarang bagaimana?.", ucap Rosen.


"Kita membutuhkan sebuah wadah yang kuat daripada berlian, untuk membuat keenam batu ini terkumpul menjadi dalam satu power.", ucap Aryan.


"Aku ingat, logam terkuat daripada yang lain.", ucap Nigurath.


"Logam Apa itu?.", ucap Rosen.


"Logam Mithril. Kita harus mencari logam itu untuk wadah keenam batu keabadian ini, karena jika kita memakai wadah biasa, wadah itu akan hancur. Jadi, adakah petunjuk keberadaan Batu itu?.", ucap Nigurath.


"Kau, gadis Elf.. adakah Logam Mithril di Kerajaanmu.?", ucap Rosen.


"Hey, namaku Griszy.. kau ini tidak sopan.", ucap Griszy.


"Cih, semua gadis sama saja.", ucap Rosen.


"Aku mendengar apa yang kau katakan Rosen.", ucap Noel.


"Nasehati kekasihmu itu!?, biar dia tahu sopan santun kepada seorang wanita.", ucap Griszy.


"Ha???,. Siapa yang kau sebut kekasih.?", ucap Rosen.


"Haaa?, jadi, dia bukan kekasihmu?.", sahut Buggy secara tiba-tiba.


"Bukan, dia hanya keluargaku.", ucap Rosen.


"Ohhhh, jadi begitu!.", ucap buggy.


Mendengar perkataan Rosen, Buggy mendekati Noel dan mencium tangannya seraya berkata,"wahai Noel, sang maha cantik..., ayo menikah!.".


Dengan cepat, Noel menarik tangannya dam berkata," kau ini kirang ajar!!, aku tak sudi menjadi istrimu!".


"Hahah, Dasar Buggy si Pria menyedihkan!!", ucap Griszy.


"Dasar Elf jelek!!,", ucap Buggy.


Candaan, gurauan, tawa, seraya menghiasi kelompok ini. Mereka tidak mengetahui masa depan yang akan terjadi kepada kelompok the Villainess ini, hanya Aryan yang mengetahui.


"Hey, sudah-sudah. Kalian .. cukup.", ucap Aryan.


"Bagaimana bocah?, adakah petunjuk mengenai logam Mithril itu?.", ucap Nigurath.


Aryan terlihat masih tidak memiliki petunjuk apapun. Ia kemudian melihat sebuah cincin yang dipakai oleh Nigurath.


"Paman!!!, aku ingat!!!. Aku memiliki seorang teman dari ras dwarf seperti paman.", ucap Aryan.


"Lantas, petunjuk apa yang kau dapat?.", ucap Nigurath.


"Cincin yang ia pakai terbuat dari logam Mithril.", ucap Aryan.


"Baiklah, kita harus menuju ke tempatnya.", ucap Rosen.


"Tapi, semesta ini sudah hancur, bagaimana cara kita mengatasinya?.", ucap Aryan.


"Hey kawan, sudahlah.. mengapa kau tiba-tibq lla merasa putus asa begitu?.", ucap Buggy.


"Demi kebaikan semua, kita harus mengatasinya.", ucap Rosen.


"Ahhh, ada apa denganku??.", ucap Aryan


"Kau pasti merindukan Tiariel.", ucap Griszy.


"Baiklah, kita harus bangkit!!, ayo semuanya.. ikut aku. Blackhole;to semesta 000.", ucap Aryan.


Aryan kemudian membuat portal blackhole menuju semesta kuno. Semua rekan Villainess mengikuti Aryan menuju portal tersebut.


Portal blackhole aryan tengah menuju ke wilayah pegunungan Kazad.


"Mengapa semua penduduk menghilang?.", ucap Rosen.


"Inilah inkursion. Manusia di semesta ini sementara dirinya akan tergerus oleh efek inkursion. Entah di mana keberadaan mereka, atau mungkin dapat dibilang mereka tidak ada di semesta apapun. Kita harus cepat mengatasinya.", ucap Aryan.


Mereka semua kemudian menuju ke istana singgasana Raja Kahfez. Mata nigurath sangat tajam akan jenis logam.


"Bagaimana anda tahu paman.?", ucap Aryan.


"Kau ini meragukan pengetahuan paman Nigurath Aryan. Dia adalah seorang yang pandai menempah segala jenis logam, jadi bukan menjadi hal yang kau anggap heran, jika beliau paham tentang logam Mithril", ucap Griszy.


"Nah, ini. Pakai yang ini aja sebagai wadah keenam batu keabadian itu.", ucap Nigurath yang melihat sebuah bejana di depan singgasana Raja Kahfez.


Aryan kemudian meletakkan keenam batu itu, dan Booommm. Tak terjadi apapun.


"Apa?, mengapa tak ada efek apapun?.", ucap Aryan.


"Tunggu, mungkin kita harus menatanya terlebih dahulu secara urut.", ucap Rosen.


"Apa, bagaimana kau tahu?.", ucap Noel.


"Entahlah, fisaratku mengatakan kita harus mengurutkannnya.", ucap Rosen.


"Bagaimana cara kita mengetahui urutannya.?", ucap Buggy.


"Oh. Aku ingat!!", ucap Aryan yang kemudian membuka Darkhold yang sudah ia murnikan.


"Kau memiliki Darkhold juga?.", ucap Rosen.


"Ya, ini adalah milikku ketika aku hidup sebagai Arya ketika berada di kehidupan sebelumnya.", ucap Aryan.


"Bukankah Darkhold di semesta ini aku yang memegangnya?.", ucap Rosen.


"Ini, ...., Darkhold ini aku ambil dari Arya dengan menuju ke masa lalu. Namun, sudah kumurnikan dengan mataku.", ucap Aryan.


"Naruhodo(jadi begitu).", ucap Rosen.


"Baiklah, harusnya ada petunjuk urutan peletakan batu kebadian ini.", ucap Aryan yang membaca buku darkhold itu.


"Oke. Aku paham. Ini membuatku sedikit terluka, jadi aku harus mengaktifkan zona time-ku.", ucap Aryan.


Aryan memulai peletakan keenam batu itu. Satu persatu keenam batu itu mulai ia letakkan. Batu terakhir ada di genggamannya, yakni batu Purify.


"Kalian semua, menjauhlah, ada sedikit efek ledakan ketika batu ini terkumpul dengan urut.", ucap Aryan yang kemudian membuay para Anggota the Villainess menjauh menuruti perkataan Aryan.


Ketika batu Purify itu ia letakkan, dan terjadilah "Boom!!!!", ledakan yang dasyat.


"Aryan!!!, tanganmu!!!.", ucap Griszy.


"Tak apa, aku akan memulihkannya.", ucap Aryan.


Terlihat tangan kanan Aryan hilang lebur hancur karena efek ledakan keenam batu purify itu. Akan tetapi, bejana yang terbuat daei Mithril tersebut masih terlihat itu. Cahaya dari keenam batu itu menyorot ke atas.


Aryan kemudian memulihkan tangan kanannya yang hancur dengan metode manipulasi waktu, "Baiklah rekan-rekan. Kita harus bersama-sama melingkari bejana ini seraya mengucapkan kata-kata.", ucap Aryan.


"Apa?, kata-kata seperti apa?.", ucap Rosen.


"we are inevitable", ucap Aryan.


"Mengapa harus kata seperti itu.?.", ucap Rosen.


"Karena keenam batu keabadian membuat pemegangnya tak terelakkan. Aku akan mengaktifkan time-energy-zone-ku. Agar jika ada yang terluka, aku bisa memulihkannya.", ucap Aryan.


Mereka kemudian sesegera berkumpul melingkari wadah bejana itu, dan seraya dengan kompak mereka berkata,"we are inevitable!!,".


Cahaya keenam batu itu menyebar ke seluruh alam semesta kuno, perlahan memyembuhkan semuanya yang rusak, mengembalikan semua yang menghilang, menerangkan kegelapan karena inkursion.


Mulai dari Raja Kahfez dan Putranya beserta Rahyatnya, Ras Orc, Elf, Hobbit, Linkantrof, dan Manusia. Dari Benua Southeat, Northeast, sampai ke benua Westeast Semua kembali normal, mereka yang baru saja kembali terheran mengapa semua ini bisa terjadi.


Nexus perlahan menghilang, semua kembali dengan aman. Kelompok the villainess tak mengetahui bahwa di balik semua yang mereka lakukan akan menimbulkan hal tak diinginkan. Walau niat mereka menolong dan mengembalikan orang-orang yang mereka sayangi, namun semuanya memiliki konsekuensi.


Perlahan penyebaran cahaya itu mulai menghilang,  hingga pada akhirnya, "Boom!!!". Ledakan di akhir pada keenam batu tidak terelakkan. Keenam anggota the villainess tersebut terpental. Mengalami dampak luka yang mengerikan. Aryan terlihat pingsan.


"Gawat, saat-saat seperti ini justru dia pingsan!!.", ucap Rosen.


Tiba-tiba, seorang telah mendatangi mereka.......


-to be Conrinued-