
Semua anggota The Villainess terluka parah terkena efek ledakan Keenam batu keabadian. Aryan pun ikut pingsan karena habisnya sisa energy yang ia miliki. Tinggal Rosen seorang yang masih sadar namun dalam kondisi melemah. Seorang tiba-tiba mendatangi mereka.
"Ahh, Rupanya kau!.", ucap Rosen yang kemudian pingsan.
Beberapa saat kemudian. Rosen membuka mata, "bagaimana kabarmu?,", ucap seorang yang mendatangi kelompok The Villainess yang ternyata adalah Aryan dari masa depan.
"Bagaimana kau tahu, kami sedang di ambang kematian?.", ucap Rosen.
"Itu karena keinginanmu Rosen.", ucap Aryan Future.
"Bagaimana bisa?.", ucap Rosen.
Ketika kau nanti membangunkan Aryan present kau memerintahkan dia untuk kembali ke masa lalu guna memulihkan semua anggota. "Baiklah, aku akan memulihkan mereka semua. Setelah kau membangunkan Aryan present, perintahkan dia untuk pergi ke masa lalu. Aku pamit dulu", ucap Aryan Future yang kemudian kembali ke timelinenya.
"Hey?, bangunlah.. kau sudah pulih bukan?.", ucap Rosen sambil membangunkan Aryan.
"Ahhh kau ini mengganggu waktu tidurku.., baiklah aku akan pergi ke masa lalu.", ucap Aryan.
"Ha?, kau sudah tahu semuanya?.", ucap Rosen.
"Ya, sebenarnya aku mengetahui bahwa Aku dari masa depan telah datang untuk menyembuhkan kita semua. Namun, aku lelah. Aku akhirnya tidur.", ucap Aryan.
"Kau ini, di saat genting seperti ini. Kau malah tidur.", ucap Rosen.
"Lihat Rosen. Semua sudah kembali seperti semula. Ada waktu kita harus bersantai atau beraksi", ucap Aryan.
"Sifatmu plin-plan.", ucap Rosen.
"Entahlah, aku harus me masa lalu untuk memulihkan kita.",
Aryan kemudian pergi ke masa lalu untuk memulihkan semuanya. Beberapa saay kemudian ia kembali lagi.
"Ha?, mengapa cepat sekali?.", ucap Rosen.
"Konsep waktu tidak relatif jika pergi ke timeline masa lalu atau masa depan. Butuh satu detik bagiku untuk mengatasi semuanya. Walaupun itu caraku mengatasinya perlu beberapa hari bahkan tahunan.", ucap Aryan.
Perlahan semua anggota the villainess sadar lalu beristirahat. Keesokan harinya mereka berencana membuat sesuatu karena ide Nigurath.
"Raja Kahfez, untuk sesama Ras dwarf. Bolehkan saya meminta sesuatu?.", ucap Nigurath.
"Apa?, kalian adalah pahlawan negri ini. Jadi jangan sungkan.", ucap Raja Kahfez.
"Kami menginginkan pecahan dari bejana dan singgasana anda yang hancur itu.", ucap nigurath lagi.
"Untuk itu, ada syaratnya.", ucap Raja Kahfez.
"Ayah, anda ini selalu seperti itu.", ucap Pangeran arez.
Dalam hati Aryan berkata, " hmm, seperti dugaanku.".
"Apa itu Raja?.", ucap Nigurath.
" tempahkan kami sebuah bejana baru lagi, maka kalian boleh mengambil berapa pun logam mithril itu.", ucap Raja Kahfez.
"Dengan senang hati Raja.", ucap Nigurath.
"Kau mau melakukan apa dengan logam itu paman ?.", ucap Aryan.
"Aku berencana membuat wadah yang efektif untuk keenam batu infinity itu.", ucap Nigurath.
"Kau tidak ingat dengan efeknya?.", ucap Rosen.
"Iya, itu membuat kita semua terkapar sekarat.", ucap Aryan.
"Maka dari itu, kita harus membuatnya dari logam mithril ini. Kemudian kita akan urutkan peletakannya.", ucap Nigurath.
"Baiklah, kita coba dulu.", ucap Rosen.
Nigurath kemudian mengambil pecahan-pecahan daei bejana dan singgasana Raja Kahfez. Ia kemudian memasuki ruang penempah untuk membuat Infinity Gauntlet.
"Perunggu, aku membuat cetakannya dari perunggu. Rosen, ambil cetakan Infinity itu di Dimensi penyimpananmu.", ucap Nigurath.
"Baiklah.", ucap Rosen.
Nigurath perlahan kelelehkan logam Mithril tersebut.
Perlu kurang lebih 25 jam untuk melelehkan logam ini.
Keesokan harinya, tepat 25 jam kemudian. Logam-logam mithril tersebut meleleh, dan siap untuk dicetak. Pencetakan Infinity Gauntlet sedang terjadi. Aryan dan lainnya sedang beristirahat sementara itu Nigurath sedang sibuk dengan menempah, memoles, membuat Sarung Tangan Besi untuk wadah keenam batu keabadian tersebut.
Keesokan harinya, Nigurath telah menyelsaikan pekerjaannya dalam pembuatan Infinity Gauntlet. Anggota The Villainess pada berkumpul di ruang penempah itu, Aryan satu persatu meletakkan keenam batu itu dengan secara berurutan. Scarab (Amulet), blood(toxid), rune Magus, Rune elemental, Rune Astra, dan Batu Purify, dan apa yang terjadi?, Boom cahaya sinar dari keenam batu itu sinkron.
"Baiklah, siapa yang mau mencoba memakainya?.", ucap Aryan.
"Aku akan mencobanya!.", ucap Rosen.
"Apa kau serius.", ucap Aryan.
"Ya, ini adalah kemauanku.", ucap Rosen.
"Baiklah.", ucap Aryan.
Rosen kemudian memakai Infinity Gauntlet tersebut. Sifat dari Infinity Gauntlet sangat Fleksible bagi penggunanya. Jika tangan pemakai kecil, ia akan mengecil. Jika tangan pemakai besar, maka ia akan membesar.
"Dalam hitungan satu, dua, tiga... ,", ucap Rosen kemudian memakainya.
"Arrrrghhhhh", rintihan Rosen.
"Hey, kenapa kau?", ucap Nigurath.
"Tak apa, ini hanya adaptasi.", ucap Rosen.
Keenam batu keabadian itu mengeluarkan sinar gamma yang merusak system syaraf lengan Rosen.
"Kau, cobalah untuk memakai kekuatan gabungan dari keenam batu itu.", ucap Aryan.
"Misalnya?", ucap Rosen.
"Emm, seperti apa yang kau inginkan ucapkan dalam hatimu. Maka keinginanmu akan terkabul.", ucap Aryan.
"Maafkan aku Aryan", ucap Rosen kemudian mem-Blib jemarinya untuk melancarkan kekuatan keenam batu keabadian itu.
"Boom!!!", suara ledakan.
"Hey, apa yang kau lakukan?.", ucap Aryan.
"Aku membuat dirimu melebur, memudar, dan akan mati. Kuharap kau bisa mengatasinya.", ucap Rosen.
Tubuh Aryan perlahan memudar, melebur, dari bagian kanan ke bagian kiri.
"Yang bena saja kau ini.", ucap Aryan kemudian tersenyum.
"Time manipulation;reverse reality", ucapan kemampuan Aryan untuk memanipulasi dirinya kembali ke bentuk semula.
"Hmm, sudah kuduga, kekuatan keenam batu ini tak berpengaruh padamu.", ucap Rosen.
"Aku telah pernah mencoba kekuatan dari batu Purify itu. Hasilnya, batu tersebut dapat digunakan untuk memurnikan sesuatu yang kotor, memanipulasi waktu dan teknik portal ruang menuju ke masa lalu, masa kini, dan portal menuju semesta lain secara tak terbatas tanpa adanya aturan apapun yang membelenggunya. Lantas, kekuatan Reflection-ku dari mana kalau bukan dari teknik mata ini?, namun pada saat aku mencoba kekuatan batu itu, Refleksi tidak muncul sama sekali saat aku ingin menggunakannya. Coba, ambil batu purify itu kemudian cobalah kekuatan Reflection. Dan Tunggu, tanganmu terluka, aku akan memulihkannya. ", ucap Aryan.
"Tidak, jangan. Ini adalah luka kemauanku. Baiklah aku akan mencoba kekuatan batu purify ini.", ucap Rosen.
"Tidak, aku akan memulihkannya", ucap Aryan.
Aryan kemudian memulihkan tangan Rosen yang terluka. Infinity Gauntlet tersebut kemudian diletakkan olehnya di atas meja. Tiba-tiba muncul sebuah portal dua orang misterius memakai tudung dan penutup wajah tengah menyerang Aryan dengan Teknik yang tidak asing bagi Rosen, teknik Pencuri Jantung. Aryan tergeletak tersungkur memutahkan Darah. karena lengah, ia tidak mengaktifkan teknik matanya. Rosen kemudian menyerang pria satunya dengan teknik Grab Heart, akan tetapi Rosen terkena pantulan dari teknik grab heart-nya. Ia memuntahkan Darah dan tersungkur. Dua anggota penting the villainess tengah tersungkur menggapai ajal mereka. Lantas bagaimana cara mereka kembali pulih?, infinity gauntlet telah hilang. Bagaimanakah nasib the villainess selanjutnya?, tetap cermati kisah ini dalam kisah the villainess.
-to be Continued-