
Saat tengah beristirahat dan memulihkan tenaga, Nugurath menanyakan semuanya kepada Aryan.
"Jadi, ceritakan semuanya!.", ucap Nigurath.
"Kami telah terhisap, dan terpental dalam sebuah Ngarai. Menurut Rosen, itu adalah Ngarai tanpa Ujung. Gila!!!,,. Saat di sana kami, bertemu dengan monster yang bernama Hydra. Kami memenangkan Pertarungan, sehingg kami dapat menemukan Rune Magus ini. Setelah semua yang terjadi, kami memiliki sebuah ide untuk mempercepat pengambilan Batu. Rosen ingin berada di semesta Tempat Noel dan Buggy. Sedangkan Aku, disarankan untuk menolong kalian. Rosen memiliki ide agar aku bisa menghemat energy-ku. Dengan cara, ia sendiri yang menyusul kita ke sini. Sedangkan aku beristirahat.", ucap Aryan.
"Kau, bagaimana bisa dia berpindah semesta?.", ucap Nigurath.
"Hmm, begini. Dia sekarang berada di semesta yang lekat dengan dunia Roh. Entah, rencana ini berhasil atau tidak. Aku akan mengaktifkan portal blackhole-ku, sementara itu Rosen akan mengaktifkan Skill Glutony-nya untuk menghisap dirinya sendiri. Aku sudah menandai setting tempat terhisapnya Ia dengan Glutony itu. Sehingga pada saat ia terhisap dengan Glutony-nya, aku akan mengaktifkan teknik blackhole-ku dari sini, sehingga Glutony Rosen akan mengarahkan dirinya ke sini.", ucap Aryan.
"Bagaimana cara kalian menyamakan waktu?. Jika kedua semesta yang ternyata beda timeline, kalian tak memiliki kesempatan untuk menyamakan waktu pengaktifan teknik kalian.", ucap Nigurath.
"Maka dari itu, entah cara ini berhasil atau tidak, bawakan aku makanan untuk memulihkan energyku, lapar sekali aku. Nah, kembali ke topik. Rosen dan aku membawa alat waktu berupa jam pasir yang waktu-nya sama. berhasil atau tidak, cara ini akan kami pakai.", ucap Aryan.
"Jika tak berhasil, apa yang kau lakukan?.", Ucap Nigurath.
"Aku akan menjemputnya. Hey ayolah paman, aku sudah lapar. Ketika aku sudah memulihkan energy-ku, aku tak peduli ide kami berhasil atau tidak, yang terpenting aku masih bisa menjemputnya jikalau energy-ku pulih.", ucap aryan.
"Hahahah, sebenarnya aku tak nemiliki persediaan makanan.", ucap Nigurath.
"Yang benar saja kau ini paman.", ucap Aryan yang kemudian keluar mencari sebuah makanan. Aryan terlihat sangat lapar, karena fisiknya sangat lemah ketika ia kelaparan.
Ketika Aryan mencari makanan, ia menggenggam sebuah benda, yang ternyata itu adalah time-stone atau batu keabadian yang disebut Batu Purify.
"Batu ini, adalah batu ke lima yang kami miliki. Cukup mudah untuk mendapatkannya, namun sulit untuk mencari petunjuknya.", gumam Aryan.
Pada saat berpisahnya Aryan dengan Rosen, ia diam-diam menduplikat dirinya dalam bentuk Aryan versi masa depan, atau biasa disebut oleh author dengan nama "Aryan Future". Aryan Present memerintah Aryan Future untuk pergi mencari petunjuk keberadaannya.
Aryan Future melihat sebuah masa lalu, bahwa mata-nya lah yang ternyata itu adalah representasi dari Batu Purify.
Aryan future melihat masa lalu bahwa Tuhan telah menciptakan Batu Purify yang kemudian dijaga oleh anggota The Ten Commandment yang pada saat itu diketuai oleh Malaikat Azazil. Aryan Future menyaksikan bahwa Azazil diam-diam menggunakan Kekuatan Batu itu untuk dirinya sendiri. Tuhan akhirnya menghukum ia dengan mengusirnya dari Nirwana dan ditempatkan di Inferno karena dosa keserakahannya.
Pada saat di Inferno, Azazil esensinya berubah menjadi Iblis dan berganti nama menjadi Lucifer. Lucifer yang dikuasai oleh dendam dan amarahnya, tengah membuat Sebuah Anggota bernama The Seven Deadly Sin's. Tujuan dari anggota itu adalah mencuri Batu Purify yang diketahui tengah menjaga batu itu. Malaikat Mael yang saat itu dituduh oleh lucifer pada saat ia masih menjadi Azazil, membuat tuhan ikut menghukumnya, serta mengubahnya menjadi Iblis dengan sebutan Estaroth.
Mengetahui bahwa Rencana Lucifer adalah menguasai kekuatan Batu Purify, Estaroth menawarkan dirinya untuk menjadi Anggota terakhir the seven deadly sins karena kosongnya satu anggota.
Tanpa pikir panjang, Lucifer menerima tawaran dari estaroth. Pada saat Lucifer mengetahui bahwa Terdapat portal untuk keluar dari Inferno dan masuk dunia manusia karena sihir Darkhold yang dilakukan oleh Rosen, Estaroth mengikuti Lucifer dan Beelzebub.
Pada saat yang sama, satu tahun kemudian pada di hari kelahiran Aryan, Batu Purify telah di taruh oleh Tuhan yang telah direpresentasikan olehNya menjadi sebuah mata. Anak yang memperoleh berkah dari tuhan tersebut adalah Aryan.
Mengetahui penglihatan masa lalu alternatif tersebut, Aryan Future mendatangi Aryan Present dan memberitahu semuanya. Dengan segala keternekatan yang ada dalam hati Aryan, demi mengatasi Inkursi yang dialami oleh semestanya, Aryan Present mencungkil kedua matanya. Lalu mengkonversi tubuh Aryan Future menjadi sebuah Energy. Kedua mata itu pun berubah menjadi sebuah batu bersinar biru murni.
Aryan Present berkata, "semua yang kulakukan ini akan berakibat menjadi Dosa yang kutanggung. Demi kehancuran semesta yang ditempati oleh orang-orang yang kusayangi. Demi keluargaku, apapun akan ku lakukan. Batu Purify sudah ada di genggamanku.".
Cerita berganti ke Aryan yang mencari sebuah makanan di semesta 616(Dandelion;curse Adventure Rosen_32). Ia tak mendapatkan makanan sedikit pun. "Cih, tak ada makanan apapun di sini. Aduh, lapar sekali!.", ucap Aryan.
Tiba-tiba ia mendengar sesuatu yang gaduh. Sebuah pencuri emas di toko perhiasan telah berlari menuju Aryan. Emas tersebut di taruh oleh pencuri tersebut saat berprapasan dengan Aryan, dan secara mengejutkan ia dituduh oleh pencuri tersebut sebagai pencuri.
"Dialah pencuri itu!.", ucap pencuri tersebut yang jari telunjuknya mengarah ke Aryan.
"Hey, apa-apaan kau ini. Aku bahkan tak mengenali semesta ini!.", ucap Aryan.
"Cih, masalah apa yang menimpaku!, ia di ringkus oleh para Warga dan lima orang prajurit. Ia mengaktifkan teknik Refleksinya. Sesaat setelahnya ia pingsan.
Ketika Aryan bangun, ia berada di sebuah kamar.
"Ha?, di mana aku?. Ucap Aryan.
"Kau berada di rumahku.", ucap Seorang Dwarf lelaki yang bernama Rudreeth.
"Bukankah tadi ada orang-orang yang meringkusku?.", ucap Aryan.
"Yaa, aku melihat semuanya. Tadi aku berada di daerah situ, aku melihat para warga yang meringkusmu telah tumbang semua. Entah, apa yang terjadi.", ucap Rudreeth.
Dalam hati Aryan berkata, "sesaat sebelum aku pingsan, aku telah mengaktifkan reflection-ku.".
"Makanlah, aku tahu kau lapar. Karena dari tadi, kau selalu bergumam dengan lapar.", ucap Rudreeth yang memberikan sebuah kentang rebus.
"Wah!!!. Kentang?, kesukaanku!!.", Aryan melahap habis kentang itu.
"Terima kasih banyak!,", ucap Aryan.
"Tak masalah, aku masih memiliki banyak persediaan kentang.", ucap Ruudreeth.
"Apa kau tahu tentang 'perkedel'?.", tanya Aryan.
"Emm, apa itu?, aku tak tahu.", ucap Rudreeth.
"Itu adalah makanan olahan dari kentang.", ucap Aryan.
"Aku biasanya hanya merebusnya.", ucap Rudreeth.
Aryan kemudian mencari semua bahan yang ada, termasuk beberapa kentang dan bumbu-bumbu pilihan.
"Kau memiliki sebuah minyak untuk menggoreng??.", ucap Aryan.
Rudreeth kemudian mencari sebuah minyak, "ada!, ini.".
Aryan kemudian menggoreng sebuah olahan kentangnya yang disebut perkedel. Ketika sudah masak, Rudreeth pun memakannya.
"Wah, enak sekali.!", ucapnya.
"Yaa, itu adalah makanan kesukaanku. Aku akan mengajari cara membuatnya. Terima kasih untuk makanannya.", ucap Aryan.
Aryan kemudian pamit pergi dan kembali ke tempat nigurath.
Sementara itu, Buggy, Nole, dan Rosen, tengah berada di Semesta Roh.
-to be Continued-