Arrabella

Arrabella
Chapter 9



Arrabella berjalan pelan mengitari seputaran kolam renang yang terletak didalam mansion mewah ini,lalu keindahan matahari terbenam bisa ia nikmati dari sini.keindahan yang belum pernah ara lihat sebelumnya.Ara hanya bisa duduk disalah satu sofa yang berdiri kokoh ditengah tengah kolam itu.



Hingga membuat Ara sedikit melupakan perasaan aneh,tentang pertemuan menyebalkan dengan pria tadi siang.entah mengapa kehadiran sosok pria itu mampu membuat semua kegundahan hati nya hilang seketika.apakah mungkin Ara sudah jatuh cinta?Ah,sepertinya tidak karena rasanya terasa jelas berbeda dan Ara bisa meyakinkannya.


"Sangat indah ya"


Bariton suara itu membuat ara reflek berbalik menampakan seorang pria tampan dengan pakaian casualnya,Itu Alexander jonshon putra tunggal Mattew dan marina yang Ara kenal selalu mengandalkan fisik dan harta ayahnya.



"Alex aku merindukanmu"Pekik nya seraya memeluk pria itu erat,Demi tuhan ara benar benar merindukan nya karena perbedaan negara membuat nya sulit bertemu dengan sepupunya itu.


Begitupun dengan alex,pria tampan itu sangat menyayangi Arrabella.pria tampan itu sangat terobsesi untuk memiliki adik perempuan namun dia harus memelan kekecawaan sebab ibunya marina tak bisa memberikannya,Dan pilihan nya jatuh pada arrabella.jika dibandingkan antara arrabela dan seana bagi alex arabella nya jauh diatas segalanya.



Alex terkekeh"aku juga merindukanmu bby"Alex mencium puncak kepalanya adik kecil nya ternyata sudah dewasa sebab tubuh yang selalu ia peluk dulu tak setinggi ini"Bagaimana kabarmu?"


Arrabella melepaskan rengkuhan nya masih dengan senyum yang tak memudar dari bibirnya,baginya tak ada yang lebih membahagiakan selain mengusili danes dan juga bertemu alex"Aku sangat baik"


"Aku senang mendengarnya"Alex menuntun nya untuk duduk disalah satu sofa yang deket dengan nya,pria itu menyandarkan kepalanya dibahu Ara.sudah lama sekali mereka tak merasakan momen seperti ini"Apa mereka masih memperlakukan mu dengan tidak baik?"


Pertanyaan itu membuat senyum diwajah arrabella memudar perlahan,perbedaan kasih sayang keluarga jonshon kepada arrabella lah yang membuat alex begitu menyayanginya.alex sendiri sebenarnya kurang menyukai keluarga ini karena dengan tega nya mereka membedakan arrabella hanya karena harta dan alex tau semuanya.


Hidup memang terlalu sulit untuk dipahami,dari sekian banyak ketidakadilan dalam hidupnya arrabella bersyukur karena tuhan masih berbaik hati memberikan danes dan alex disisi nya.Gadis itu kembali memasang senyum indah diwajahnya,senyuman yang begitu tulus dan menenangkan bagi siapapun yang melihatnya.


"Ya begitulah alex kau tau kan jika jalan hidup ku sangat rumit?"Ara terdiam sesaat mata indah itu menatap lekat langit jingga yang dihiasi warna keoranyean"Tapi aku bahagia setidak aku masih memiliki seseorang yang bisa ku sebut keluarga"


Ucapan ara membuat hari kecil alex teriris,alex tau ara menderita meskipun bibir nya berkata iya tapi pandangan mata sendu itu mengatakan tidak"Apakau tidak pernah merasakan sakit saat mereka lebih mementingkan seana dibanding dirimu ara?"


"Tidak"Sedetik kemudian wajah itu menunduk menyembunyikan cairan bening yang sudah merembes keluar,Alex tersenyum inilah arrabella sosok perempuan yang ingin selalu terlihat kuat padahal sebenarnya ia begitu rapuh"Karena aku tau sosok seana tak akan pernah terganti menjadi arrabella,begitupun sebaliknya"


Pernyataan itu benar benar membuat alex sesak nafas,dibalik sosok arrabella yang periang ternyata tersimpan luka yang terbalut dengan begitu apik"Don't cry and don't fall just for dragging you in, I'm with you okey?"


"Aku tidak menangis"


"Lalu apa ini?"Alex menyentuh sisa air mata yang masih melekat diwajah cantiknya"Kurasa hari ini tidak turun hujan"Arrabella memukul pelan dada bidang nya membuat alex terkekeh karena telah berhasil menggodanya.


"KAK ALEX!!"


Suara yang sangat familiar itu membuat arrabella dan alex spontan menutup telinga nya bersamaan,situan putri seana jonshon ketika sudah berteriak suara nya pasti mampu memecahkan gendang telingan siapapun yang mendengarnya.


Itu seana jonshon gadis bermata biru yang juga merupakan sepupunya,tapi demi tuhan alex benar benar tak menyukainya.selain karena attitude nya yang kurang baik gadis itu juga begitu berisik.alex merupakan type pria yang menyukai ketenangan dan gadis seperti ini adalah ancaman untuknya.



Seana berlari lalu memeluknya gadis itu terlihat sangat riang seakan tanpa beban,karena pada dasarnya seana memang tak pernah tau apa itu hidup susah berbeda dengan arrabella"Aku merindukanmu kak"Ucapnya seraya mencium sebelah pipinya.


Alex mendengus tak suka dengan tindakan nya,seenaknya saja menciumnya memangnya dia siapa?..sedangkan arrabella hanya menggelengkan kepala dengan sikap seana yang over reaction menurutnya"Kau banyak berubah ternyata ya"Ucap alex nada suara nya terdengar bersahabat tapi tidak dengan raut wajahnya yang menampilkan ketidaksukaan yang begitu tercetak jelas.


"Tentu,semakin hari aku semakin cantik"


"Bukan itu maksud ku!"


Seana mengerutkan kening tak paham,apakah itu artinya secara tidak langsung alex mengatainya tidak cantik"Lalu?"


"Semakin hari kau semakin berisik"


Ucapan alex membuat arrabella menggigit mati matian bibir bawah nya untuk tak tertawa,jangan tanyakan seberapa tinggi puncak kekesalan seana saat ini.hentakan kaki diatas lantai membuktikan jika saat ini gadis cantik itu sedang berada dipuncaknya.