Arrabella

Arrabella
Chapter 22



Sang surya naik ketempat peraduan nya,sinarnya membias setiap sudut kamar melalui kaca jendela yang hanya dibalut tirai tipis berwarna putih transparan,namun sinarnya mampu menjamah siapapun yang berada didalam nya.suara kicauan burung dan kucuran air yang entah dari mana asal nya,terdengar samar samar dipendengaran.



Arrabella terganggu,wanita itu mengerjap hingga manik biru nya terlihat berbinar saat kelopak matanya terbuka sempurna.Ara merasakan sesak ketika tersadar dari lelapnya,dan yang menyambut pagi nya membuat ia terkejut saat melihat tangan kekar melingkar diperutnya.langsung saja itu membuat Ara mendudukan dirinya dan melihat pria disamping nya dengan bertelanjang dada.


"Apa yang kau lakukan dikamarku?!"Kata ara setengah berteriak.


Suara cempreng yang keluar dari bibirnya itu berhasil membuat pria itu mengerjapkan matanya lalu mengusap wajah nya pelan menetralisir cahaya.


"Apa aku salah?"Seperti biasa bukan nya menjawab pria tampan ini malah balik bertanya,lalu mengedarkan pandangan menatap sekitar"Sepertinya aku tidak salah masuk kamar"


"Bukankah semalam pintu nya aku kunci?Bagaimana kau bisa masuk?"


"Apakau lupa apartement ini milik siapa?"Tanya ariel menyadarkan Ara.


Arrabella lupa jika dia hanya menumpang disini,dan itu membuat nya menghela nafas kasar"Iya aku tahu!Tapi apa yang kau lakukan disini?Bukankah kau sudah memiliki kamar sendiri tuan ariel yang terhormat!"Ucap Ara yang sudah tak bisa lagi menyembunyikan rasa gemas nya.


"Tentu saja untuk menyetubuhi kekasihku"Hell..mungkin selain menyebalkan pria tampan bernama Ariel ini memang patut mendapat predit orang termesum,sebab bahasanya tak pernah jauh jauh dari kata vulgar.


"Bisakah kau perbaiki cara bicara Ariel!"Ucap Ara yang tak mengerti dengan jalan fikiran nya,jika saja ada sekolah kata kata kemesuman,Ara yakin Ariel pantas menjadi gurunya.


Ariel terkekeh geli"Owh..I'm sorry dear semalam johny pulang jadi aku tak punya pilihan lain"jelas ariel,memang apa salahnya ia tidur dengan wanitanya?


"Johny siapa?"Ara bingung,ia kira apartement mewah ini hanya ariel yang menempatinya sendiri"Harusnya kau tidur saja dengan nya,jangan dengan ku!"Ucap nya ketus seraya melempar sebuah bantal yang mendarat mulus dikepala cantik pria itu.


Antara terkejut dan kesal menjadi satu ariel mengaduh pelan,tak bisakah wanita ini bersikap manis padanya sehari saja?apalagi sekarang mereka telah sah menjadi kekasih"Aku tak mau kau mengataiku gay jika sampai aku tidur dengan nya"Ucap ariel seraya menyimpan kembali bantal yang sempat menyerang nya disamping,lalu membuang wajah pertanda jika ia kesal pagi ini.


Arrabella tergelak pelan mendapati jawaban absurd dari pria yang baru satu hari sah menjadi kekasihnya,dan tatapan ariel yang tajam membuatnya menghentikan tawa nya berganti dengan cengiran terbaik"Tapi bukan berarti kau juga harus tidur dengan ku"


"Lalu aku harus tidur dimana?"


"Ya setidaknya kan kau bisa tidur disofa"Ucap arrabella santai tanpa memperdulikan tatapan ariel yang semakin menajam.


What the hell..seriously ara?Tak ada sejarahnya tuan rumah tidur disofa nona!Yang benar saja,itu akan benar benar melukai martabatnya"Dari pada tidur disofa,lebih baik aku mendekap tubuh singa betina ku diatas ranjang.Sepertinya kau juga menyukainya?"


Arrabela hanya bisa menahan rasa kesal nya dia bisa gila jika terus berada didekat pria ini,jadi Ara memilih turun dari ranjang untuk membersihkan diri.namun ia kalah cepat oleh cekalan pria tampan yang ada disamping nya.


"Aku harus siap siap,kau tau kan kalau aku ini seorang mahasiswa?"Ucap Ara dengan menampilkan senyum manis yang dipaksa kan.


sontak membuat arrabella melepas cekalan itu dengan cukup keras,menyadari hidupnya pasti tak mudah setelah ini"Lalu aku harus apa?"


"Ara!"Panggil Ariel dengan suara pelan,seperti menyiratkan sejuta makna dari nada suara nya.


Merasa namanya terpanggil reflek arrabella menoleh kesamping mendapati ariel yang sedang menatap lekat bola mata birunya"Apa?"Ucap nya dengan membalas tatapan bola mata hijau ariel yang selalu menghanyutkan.


Ariel menggenggam kedua jemari arrabella lalu menciumnya"Kau percaya padaku kan?"Tanya ariel yang dijawab anggukan kecil dari Ara"Ikutlah dengan ku ke newyork"Ucapnya lagi bahkan tak ada sedikit pun keraguan disana.


"Aku tidak mau!"Tolak arrabella mentah mentah,gadis cantik itu melepas genggaman tangan nya ia memang tak mau bersama keluarga jonshon lagi tapi untuk lari sampai sejauh itu rasanya bukanlah suatu hal yang benar.


"Why?"


"Ti-dak ada"jawab nya ragu,karena mungkin banyak yang ia takutkan sekarang"Aku pasti bisa mengatasi nya sendiri,memang sampai kapan aku akan terus bersembunyi?!"Ara adalah gadis yang mandiri tentu sulit untuk menemukan titik dimana dia akan bergantung pada orang lain,bukan?.


"Tapi sepertinya mereka tak akan membuat hidup mu tenang baby"Ucap Ariel seraya menunjuk ponsel yang tergeletak diatas nakas,membuat arrabella sedikit beringsut untuk mengambil ponsel itu.


Dan benar saja,paginya bukan hanya disambut oleh pria tampan bernama lengkap Giovanny Ariel Fernandes.tapi juga oleh ribuan pesan singkat dan panggilan suara berisikan ancaman!shit bukankah mereka tak pernah peduli padanya lalu kenapa kepergian nya membuat mereka seheboh ini?


"A-ku harus bagaimana?"Tanya nya dengan nada takut ketika melihat nama michael jonshon tertera dilayar ponselnya.


Ariel hanya mengendikan bahu nya acuh seolah tak peduli,pria tampan itu benar benar menikmati raut ketakutan yang ditampilkan Ara saat ini."Terserah kau saja,memang sampai kapan kau akan terus bersembunyi"Ucapnya membalikan perkataan arrabella tadi,mengundang tatapan tajam arrabella untuknya,ia sedang ketakutan tapi pria itu malah santai santai saja.memang benar juga tapi-- ahh sudahlah.


"Ariel aku serius"Arrabella menampilkan wajah memelas,tadinya ia akan membentak namun langsung ia urungkan mungkin memelas lebih baik.


Setelah puas menikmati wajah ketakutan arrabella,Ariel mengambil benda pipih itu lalu menarik ikon berwarna hijau lalu memberi kode pada arrabella seolah mengatakan bicaralah"Hallo"Ucapnya ketika sambungan line itu terhubung,arrabella mengeluarkan suara setenang mungkin meski sebenarnya tubuh nya tak henti henti nya bergetar.


"Dimana kau anak tak tahu diri"Suara mr jonshon mengudara kesetiap penjuru ruangan karena memang panggilan ini berada dalam mode loadspeker"Pulang!atau jika tidak akan ku hancurkan teman mu itu"


Arrabella menatap ariel dengan ragu,yang dibalas gelengan seolah mengatakan jangan kalah,arrabella tersenyum setidak nya ia punya seseorang yang bisa diandalkan saat ini"Atas dasar apa kau bisa menghancurkan sahabatku"Ucap arrabella dengan suara angkuh nya,membuat ariel tersenyum bangga karena jiwa debat gadis itu memang patut diacungi jempol"Kita lihat saja kau yang akan menghancurkan ku atau aku yang akan menghancurkanmu!"


"Kau berani mempropokasi ku?"Mr jonshon terdiam sejenak,terdengar helaan nafas disebrang line telpon sana"Kau lupa siapa aku?"


"Apa kau juga lupa siapa aku?"Bukan nya menjawab arrabella malah balik bertanya,Mr jonshon selalu tau cara ampuh untuk mengancamnya.Tapi kini arrabella tak akan kalah sebab ia juga punya kartu as yang akan membuat mereka menyerah"Jangan pernah mencariku lagi,bukankah kalian sangat mencintai uang?maka sudah kuberikan jadi TOLONG biarkan hidupku tenang"Ara menekan kan kata tolong diakhir kalimat.


"Tapi aku belum tena--"Sambungan telfon terputus arrabella tak siap jika harus mendengar kata kata menyakitkan itu lagi.