
Sinar matahari masuk dari cela gorden merah dan langsung menyapa wajah cantik yang kini masih terlelap dibawah hangat nya selimut.berkali kali gadis cantik itu mencoba mempertahankan rasa kantuknya tapi sepertinya suara dering ponsel benar benar tak bisa diajak kompromi.belum lagi sinar matahari ini seolah bersepakat membangunkan Arrabella jonshon.
"Astaga ini masih terlalu pagi,danes"
Ara mengambil bantal untuk menutupi wajahnya dan kembali mencoba bergelung dengan rasa kantung tetapi usaha nya sia sia.karena dering ponsel itu terdengar semakin nyaring.
Arrabella mengambil ponsel lalu meletakan ditelinga nya tanpa melihat nama yang tertera disana"Hallo"Suara Ara terdengar lirih akibat rasa kantuk yang menderu tetapi situasi menarik keras kesadarannya.
"Selamat pagi nona,apakau masih ingat dengan suaraku.."
Suara dibalik line telpon memaksa kesadaran ara,gadis cantik itu terduduk paksa menahan rasa pusing dikepalanya"Siapa?"
Satu alis Ara terangkat seraya tangan kirinya menyentuh kepala,mencoba memastikan apa yang baru saja ia dengar adalah kenyataan bukan ilusi semata.
"Aku ariel pria yang kemarin bersamamu ditaman,apakau benar benar melupakan suara ku nona?"
Damn!bagaimana biss pria ini menelponnya,Ara tau pria muda bermata hazel ini adalah pria menyebalkan yang kemarin bertemu dengan nya.bahkan ia masih ingat jelas dengan suaranya.
"Bagaimana kau bisa tau nomer telpon ku?"tanya ara lirih karena tak percaya dengan kenyataan yang ada.
Terdengar kekehan dibalik line telfon itu meskipun pelan Ara masih bisa mendengarnya"Aku tau semuanya tentang mu no--"
"Berhenti memanggilku nona"Sela Ara cepat"Namaku arrabella"Ara terdiam sesaat"Hmm just Ara!"
"Baiklah Ara mau aku yang datang kesana atau kau yang datang kesini?"
Ara terdiam tampak mencerca maksud dari apa yang pria itu ucapkan"apa maksudmu?"
"Kau tidak mengerti maksud ku ara?"
Ara mendengus sepertinya pria ini benar benar mahir membangkitkan amarah seorang Arrabella"Bisakah kau jangan bertele tele?Aku tidak punya waktu untuk itu?"
"Bersiaplah aku akan mengajakmu pergi hari ini".
Tunggu!Pergi?..what the hell lelucon apa ini ara tak habis pikir dengan jalan pikiran pria ini,mereka hanya baru sekali bertemu dan sudah berani mengajaknya pergi?Fixs mulai sekarang ara akan mengklaime pria itu sebagai pria paling tak tahu malu dimuka bumi!.
"Apakah aku pernah mengatakan padamu jika aku benar benar tak menyukaimu?"
Suara pria itu terdengar riang seolah tanpa beban,apakah kata kata nya barusan kurang kejam?dan itu membuat kekesalan ara memuncak sepertinya hanya dia yang hipertensi disini"dan aku tak peduli akan hal itu"
"Tidak masalah,aku akan sampai dirumah mu dalam 30 menit nona!"
Arabella terkesiap rumah?Apakah pria ini memiliki pekerjaan sampingan sebagai seorang cenayan?Bahkan ia juga tahu alamat rumahnya..ohh gud mimpi apa aku semalam!"Tunggu--"
Kalimat nya terhenti takkala suara itu mendahului nya lebih cepat"Baiklah kau saja yang datang keapartement ku!"
"Bukan itu maksudku"Ucap ara setengah membentak gadis cantik itu benar benar sudah sangat geram dengan pria itu,belum lagi ariel sempat menyela ucapannya dan Ara benar benar membenci hal itu.
"Lalu?"
"Aku harus bekerja,jangan memaksaku!"
Terdengar sangat jelas jika saat ini Ariel sedang tertawa keras,Hingga membuat arrabella bertambah malas dan melepaskan ikutan rambut berwarna pink yang sedari tadi membalut rambut coklatnya lalu memilih berjalan kearah balkon menikmati sejuk nya angin pagi dengan pemandangan matahari terbit yang jarang sekali ia lihat.
Ara menatap takjub melihat berapa indahnya Sunrise pagi ini,membuat senyum diwajahnya terpatri dengan apik.Bisa dibilang ara tak pernah melihat ini sebelumnya sebab ia termasuk gadis yang masuk dalam kategori memiliki tidur paling panjang.Meskipun merasa kesal terbesit sedikit rasa syukur setidakanya karena Ariel dia bisa pemandangan menakjubkan ini.
"Aku tidak percaya jika putri billionaire ternama pergi bekerja"
Ara memutar bola matanya malas inilah sulit nya berbaur dengan manusia yang selalu melihat orang lain dari covernya saja,tanpa mau mencari atau melihat fakta yang ada"Aku serius"Nada suara nya terdengar bersungguh sungguh
Namun sayang nya Ariel tak mengindahkan ucapannya pria itu tergelak kencang seolah apa yang ara ucapkan adalah hal yang lucu"Kenapa kau harus bekerja?kulihat sepertinya kau lebih mahir menghabiskan uang ayah mu daripada bekerja!"
"Sepertinya mata jelek mu hanya bisa dipakai memamdang buruk tentang ku,Ril"
Ariel terkekeh ada sedikit rasa bahagia ketika mendengar wanita itu menyebutkan Ril padanya,itu berarti sekarang gadis barbar itu sudah menganggapnya teman dan bukan orang asing lagi"owh maap..memang nya kenapa kau harus repot repot bekerja,kurasa tanpa bekerja pun kau masih bisa makan enak dan hidup nyaman seperti kebanyakan nona muda pada umumnya"
Ara berdecak satu hal yang ara tahu dari pria ini,Ariel begitu cerewet dan dominan menyebalkan"Jangan samakan aku dengan mereka,kau tidak tau kan hidupku sebenarnya seperti apa"Ucap Ara diiringi dengan helaan nafas pelan yang keluar dari bibirnya.
"Aku akan menunggumu di lake distcrik"
Sambungan telfon terputus ara bergegas memakai sendal dan berlari masuk kamar mandi!Ara mengumpat karena pria selalu saja seenaknya sendiri.