Arrabella

Arrabella
Chapter 24



"Danes!"


Suara familiar yang sangat memekakan telinga itu mengudara disekitar lorong oxford univercity yang tampak sepi,reflek membuat danesya smith berbalik mendapati alex yang berdiri tak jauh darinya dengan senyum sempurna diwajahnya.



"Kak alex"Ucap nya dengan membalas senyuman yang alex berikan"Ada apa?"Tanya danes ketika alex sudah berada didepannya.


"Kau melihat ara?"


Membuat satu alis danes terangkat karena bingung"Ara?"Bukan nya menjawab gadis berambut coklat itu malah balik bertanya"Aku tidak tau,memang nya dia kemana?"



Alex tergelak pelan"Justru aku datang padamu untuk menanyakan hal itu"


"Tapi aku tidak tau sungguh"Ucap nya dengan raut wajah bersungguh sungguh,membuat alex terkekeh sebab danes tampak menggemaskan sekali"Semalam aku ada janji dengan mommy ku,jadi kami tak sempat bertukar kabar"


"Baiklah tak apa danes"Alex menghembuskan nafas kecewa,ia benar benar khawatir saat ini kekacauan dimansion jonshon tadi membuat nya takut karena pasti semua itu ada hubungan nya dengan arrabella"Jika nanti kau bertemu dengan nya tolong hubungi aku,aku pergi dulu"


Danes menangkap sesuatu yang ganjil disini,memang benar arrabella belum datang padahal biasanya dia tak pernah datang sesiang ini.bahkan danes memberikan nya predit murid teladan karena gadis itu selalu datang paling awal.belum lagi sorot khawatir yang terpancar dari mata grey alex benar benar semakin membuat nya bingung.


Danes mencekal lengan alex tak membiarkan pria itu pergi sebelum ia mendapatkan jawaban atas kebingungan nya"Sebenarnya ada apa?"Danes terdiam sesaat menatap lekat mata grey alex meminta penjelasan"Arrabella baik baik saja kan?"


Yang dibalas hembusan kasar dari pria tampan itu,alex menggelengkan kepala nya kecil seolah mengatakan tak ada yang baik"Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi"Ucap alex semakin mengeratkan genggaman tangan nya,pria tampan itu mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan"Aku tadi datang kemansion nya dan entah apa yang terjadi tapi Uncle michael sepertinya sangat marah besar,lalu aku bertanya pada solana maid dia bilang arrabella tak ada"


"Apa?!!"Frekuensi suara danes naik satu oktaf,hingga membuat alex memejamkan mata nya sebab suara itu diterima baik oleh indra pendengaran nya.


"Bisakah kau kecilkan volume suara mu?!"


Sayang nya danes tak mengindahkan ucapan alex,gadis cantik itu menarik lengan kiri alex lalu menyerang nya dengan pertanyaan beruntun"Sejak kapan?Dimana dia sekarang?astaga,apa dia baik--"


Dengan gerakan cepat alex membekap mulut nya dengan satu tangan nya,selain berisik ternyata danes juga terlalu mengasah sikap lebay nya"Syutt!Diamlah,arabella akan baik baik saja".


Seketika suasana menjadi canggung belum lagi tatapan alex yang semakin membuat danes merasa terintimidasi"Aku takut,Kak alex aku adalah satu satunya teman yang dia punya.jika tidak bersama ku lalu dia dengan siapa?"


Tak langsung menjawab ucapannya alex menggiring danes untuk duduk sisalah satu kursi panjang yang ada dikoridor itu,tak etnis rasanya mengobrol sambil berdiri"Jam berapa kelas mu selesai?"Tanya alex ketika mereka berdua sudah duduk berdampingan dikursi panjang itu.


"Pukul 9"Jawab nya dengan pandangan lurus kedepan,pikiran nya sudah melayang mencari sosok arrabella banyak pikiran buruk yang berkecamuk dikepala nya.


"Aku akan mencari nya apa kau--"


"Aku akan ikut"Danes menyela secepat yang ia bisa,arrabella adalah teman nya bagaimanapun ia juga harus terlibat didalam nya"Aku ada kelas sebentar lagi,aku pergi dulu dan tolong tunggu aku"Danes berdiri lalu berjalan menjauh seraya melambaikan tangan ucapan perpisahan pada alex.


****


Supercar merah metalic itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota london,Sesuai janji nya tadi pagi danes dan Alex mencari arrabella karena sampai sekarang tak ada titik terang keberadaan gadis cantik itu.dan tujuan utama mereka adalah hyde park salah satu taman yang pernah arrabella ceritakan pada danesya,karena arrabella bilang dia sangat menyukainya.



"Kau yakin dia ada disini?"Tanya alex ketika matanya mengedar melihat ditaman itu tak ada siapa siapa,hanya ada beberapa orang yang sedang bersantai tak terlalu ramai memang karena hari ini bukanlah akhir pekan.


Danesya mengendikan bahu nya"Aku tak yakin hanya saja ara pernah mengatakan jika dia sangat menyukai tempat ini"Jawab danes mata hijau itu menatap sekeliling pepohonan hijau yang tertata rapi"Tak ada salah nya kan kita mencoba?siapa tau dia ada ditempat ini"


Mereka berjalan kearah selatan dimana disana ada sebuah restoran tepi pantai,wangi berbagai jenis masakan menari nari diindra penciuman danes,membuat gadis cantik itu menelan ludah mendadak lapar.ini bukan waktunya membahas makanan danes.


Alex berjalan menghampiri salah satu chef yang sedang memasak,mengesamping kan rasa malu demi arrabella.malu bertanya sesat dijalan bukan?"Permisi"Kehadiran ariel dan danes membuat aktivitas mereka terhenti seketika,memusatkan perhatian pada mereka berdua.


"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?"Tanya salah satu chef itu sopan.


"Apakau pernah melihat sepupu ku nama nya Arrabella?"Tanya alex yang membuat semua chef itu saling menatap bingung.


Danes menyikut pelan perut sispax alex sebagai hadiah atas kebodohan alex,apa alex pikir mereka ini dukun yang akan tau hanya dengan menyebutkan nama?..Hell pulang lah alex tuhan malu punya hamba bodoh sepertimu.


"Maaf tuan otak teman saya ini memang kecil mohon dimaklumi"ucap danes memohon pengertian,membiat johny menatap nya tajam apa katanya?otak nya kecil?yang benar saja"Apakah anda pernah melihat orang ini?"tanya nya lagi lalu menyodorkan ponsel kearah para chef memperlihatkan poto seorang gadis yang diyakini adalah arrabella.



"Nona ini memang pernah datang kemari nona,tepat nya satu minggu yang lalu bersama seorang pria"


Ariel


Hanya satu nama itu yang terlintas dikepala danes,mungkinkah arrabella pergi dengan nya?tapi apa iya Ara lebih percaya pada orang lain dibanding danes?


"Siapa?"