Arrabella

Arrabella
Chapter 1



"mommy hari ini aku harus membayar uang persemester,karna bulan depan sudah memasuki semester baru"


suara Arrabella jonshon mengudara ketika ia memasuki sebuah ruangan yang dimana terlihat jelas semua keluarga tampak duduk bersantai diruang keluarga,namun tidak untuk arrabella karna ia sama sekali tak pernah dianggap sebagai keluarga.


Arrabella Jonshon seorang gadis cantik bak titisan dewi,yang memiliki kecantikan yang mampu membuat siapapun bertekuk lutut bahkan ketika sekali saja kamu melihatnya.kulit putih bagai salju dengan tubuh tinggi semapai yang menambah kata sempurna untuk seorang arrabella.



Tidak munafik ia hanya manusia biasa karna dibalik kesempurnaan yang ia miliki masih tersimpan sedikit kekurangan yang tercetak jelas.


sebab perjalanan hidup nya tak sesempurna rupa yang ia milikki,arrabella terlahir dari keluarga utuh yang memilikki segalanya.ayahnya michel jonshon adalah seorang billionaire asal inggris,seorang pengusaha yang dihormati dan disegani semua orang.


Akan tetapi kebahagiaan tak tercetak oleh nominal uang untuk seorang arrabella sebab,meskipun ia memiliki segalanya dan uang yang sama sekali tak terhitung jumlah nya hidup nya tetap saja menderita.


Keluarga nya tak pernah memperdulikannya atau lebih tepatnya tak menginginkannya,dari sekian banyak harta yang dimiliki keluarganya hanya dialah satu satunya orang yang tak ikut menikmatinya.


Seorang wanita parubaya menatap tak suka kearahnya,sedangkan yang lain masih setia dengan kesibukannya seolah yang baru saja berbicara hanyalah mahkluk tak kasat mata"Lalu?"


Dan benar saja reaksi ibunya sama seperti apa yang ia bayangkan,ara terlalu bodoh karna seharusnya ia tak mengatakan hal seperti itu,ia menggigit bibir bawahnya tampak ragu untuk mengatakan kalimat selanjutnya"mom,bisakah aku meminta uang?hanya kali ini saja!"


"Apa kau pikir aku ini Atm berjalan mu ara?"


Suara wanita parubaya itu memang terdengar santai namun,siapapun yang mendengarnya akan tau jika nada mengejek juga turut hadir disana.bahkan saat ini kedua saudaranya pun hanya menatapnya dengan tatapan mencemooh.jangan tanyakan dimana tuan jonshon,karna saat ini pria paru baya itu hanya terdiam dengan ekpresi datar seolah tak terjadi apa apa.


Sungguh keluarga yang benar benar kejam.


"Tapi mom,aku benar benar membutuhkan uang kali ini!"


Arrabella memohon gadis cantik itu bahkan menggenggam jemari ibunya.persis seperti seorang hamba yang memohon pengampunan karna melakukan kesalahan.ia tak mempedulikan lagi harga dirinya,yang terpenting saat ini adalah uang.karna itu juga menyangkut masa depannya.


"Jika kau butuh uang maka bekerjalah arrabella"


Seakan semua benar benar terencana karna sikap william dan seana pun sama seperti ibunya acuh dan tidak peduli.bahkan arrabella pun sempat bingung apakah sebenarnya ia anak kandung atau anak pungut?sebab kehadirannya sama sekali tak pernah dianggap,bahkan hanya untuk beberapa lembar dollar saja ia harus memohon.


"Aku juga bekerja ana,hanya saja gajihan ku dua minggu lagi dan aku membutuhkan uang itu sekarang!"


Suaranya melemah gadis cantik itu menatap ibunya dengan tatapan memohon berharap kali ini ibunya akan luluh"Aku akan menggantinya mom aku berjanji!"


"Mom tidak punya uang,kau tanyakan saja kepada dad dan juga kakamu"rosella jonshon berkata dengan ketusnya wanita parubaya itu menempis kasar tangan putrinya sebelum berlalu dari sana.


Menyisakan arrabella yang menatap tuan michel dan william dengan tatapan memohon"Dad"Ara mendekati ayahnya dan duduk tepat disampinya"dad bisakah--?"


Kalimat nya menggantung ketika william berdiri dan menyela cepat kalimatnya"Dad aku pergi kekantor dulu banyak yang harus aku urus"


Pria tampan itu mencium kening seana sekilas sebelum akhirnya pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun pada seana,jujur saja ia sangat iri dengan apa yang ia lihat karna hanya dia yang tidak mendapat perlakuan seperti itu bukan hanya dari william melainkan seluruh keluarganya.luar biasa bukan?


"Dad aku juga pergi,sebentar lagi akan ada kelas"Seana berlalu pergi setelah mencium sekilas pipi tuan michel.


Arrabella menatap nanar kepergian keduanya,hanya keheningan yang tercipta diruangan yang didominasi warna hitam dan putih ini.dengan tuan michel yang masih setia dengan koran dan wajah tenang nya.


"Dad"Rengek ara ketika panggilan nya sama sekali tak dihiraukan,ingin sekali ia menangis keras saat ini.namun gadis cantik itu sadar sebanyak apapun air mata yang ia keluarkan tak akan merubah apapun apalagi berubah menjadi kepingan dollar.


Mustahil


Michel jonshon berdiri dan membenarkan sedikit jas nya yang terlihat kusut membuat arrabella mendongak menatapnya dengan tatapan sedih"Jika tidak ada yang ingin kau katakan lagi dad akan pergi"


Pria parubaya itu melangkah kan kaki nya menjauh bahkan sebelum ia mendengarkan jawaban putrinya.yang kini tengah menangis dalam diam


Arrabella duduk termenung menangisi takdir hidup yang tak pernah berpihak padanya,ini bukan hanya sekali dua kali terjadi dalam hidupnya seakan air matanya tak pernah lelah menangisi hal yang sama setiap hari nya.


Bisakah kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi tuhan?kenapa hidupku benar benar menyedihkan.aku terlahir dari keluarga yang serba ada tapi kenapa hanya untuk selembar dollar saja harus sampai mengeluarkan air mata?ini benar benar tidak adil.