Arrabella

Arrabella
Chapter 20



Langit menghitam menyeret semua kebahagiaan suara petir,menggelegar yang semakin menambah kesan menakutkan.arrabella membulatkan niat nya gadis cantik itu terlihat sudah memasukan baju nya kedalam 2 koper besar.persetan dengan kehidupan nya akan seperti apa yang terpenting saat ini adalah ia harus terbebas dari lingkaran setan ini.


Memang sampai kapan ia akan terus diinjak seperti ini?bukankah setiap manusia pernah melakukan kesalahan?jadi tak bisakah mereka mengoreksi diri sebagai sesama manusia?jangan hanya pandai menilai tapi lupa berkaca.mereka yang memiliki sifat seperti itu tak layak disebut manusia.


Arrabella berfikir jika suatu saat mereka akan berubah dan memperlakukan nya sama seperti seana,tetapi semua pikiran yang telah bersarang dikepala nya hilang entah kemana setelah ia mendengar jika mereka memperlakukan arrabella dengan tak adil hanya karena uang.Benar kata mendiang nenek nya jika uang tak punya hati ia cenderung bisa merubah segalanya.termasuk manusia.


Gadis cantik itu melangkah pelan dengan 2 koper besar disisi kanan dan kiri,berjalan mengendap berharap tak ada satu pun bodyguard yang menangkapnya.Ara berjalan kearah lorong selatan salah satu pintu yang menghubungkan kamar para pelayan dan gerbang belakang mansion.



Ara berjalan sembari mengumpati danes,yang tak bisa dihubungi dalam keadaan genting seperti ini gadis itu malah menghilang.dasar teman laknat.tiba tiba saja terlintas nama ariel dikepalanya,mereka sudah menjadi sepasang kekasih tapi kenapa rasanya malah semakin canggung.Oke ara ini bukan saat nya memikirkan gengsi karena sekali saja kamu ketahuan habislah riwayatmu.


Dengan ragu gadis itu menekan tombol calling,satu panggilan tak terjawab membuat nya semakin dibuat resah.tak ada lagi yang bisa membantunya selain ariel saat ini.Arrabella tak menyerah kembali menekan ikon hijau,berdering tapi tak ada jawaban.membuatnya sedikit menghela nafas kecewa.


"Hallo"Suara dibalik line telfon membuatnya tersentak kecil tapi tetap tersenyum sebab ada yang bisa membantunya kali ini.


"A-riel"Cicit nya pelan,mengedarkan pandangan berharap tak ada orang yang mendengar saat itu.


"Ada apa baby?"


"Tolong aku"Bisik nya sepelan yang ia bisa berharap ariel akan mendengarnya.


"Kau kenapa?"Suara ariel kini mulai terdengar khawatir membuat ara memutar bola mata nya malas,berlebihan babe.


"Bisakah kau jemput aku"Ucapnya seraya bersembunyi dibalik dinding tiang raksasa,ketika mata biru itu melihat ada 2 bodyguard yang sedang berjaga.arrabella berdecak malas kenapa Jonshon harus memiliki keamaan super ketat,membuatnya susah saja.


salahkan saja kenapa kau harus terlahir dari keluarga kaya ara!.


"Tolong jemput aku digerbang belakang mansion"Bisik nya lagi"Aku menunggumu".


"Hallo Ar--"Arrabella mematikan sambungan telfon sepihak ia tak punya waktu berbasa basi saat ini,karena sekalinya ia tertangkap ara tak akan bisa keluar selamanya.


Gadis itu mengendap ngendap dari satu tiang ketiang lain,menjadikan bangunan kokoh itu sebagai tameng hidupnya.Berhasil melewati bodyguard sialan itu Ara berjalan menuju pintu berwarna coklat emas yang merupakan pintu syurga untuknya.


****


Disk joke masih memainkan Pionner dj para manusia meliukan tubuhnya seiring dengan hentakan dj,Ariel hanya bisa menganggukan kepalanya ringan mengikuti alunan.dan johny?Jangan ditanya lihat diujung meja pria tampan itu sedang asik mencumbu dua wanita.luar biasa


Setelah mengantar pulang arrabella kemansion dengan selamat,ariel menerima panggilan dari johny untuk datang keclub dan bersenang senang.entah apa yang merasukinya karena ariel sama sekali tak tertarik dengan wanita manapun.meskipun tubuhnya ada disana tapi raganya sudah melayang mencari sosok gadis bernama arrabella.


"Gelas itu bisa jatuh cinta padamu jika kau terus memandanginya seperti itu"Suara johny membuat semua delusi yang ada dikepala ariel retak tak bersisa,sepertinya pria tampan itu sudah cukup bermain dengan para wanitanya.


Ariel melirik sekilas pada orang yang sudah mengganggu ketenangan nya"Bukan urusanmu"Ucapnya ketus tapi senyuman diwajah tampan nya itu enggan untuk memudar dibibirnya,membuat johny bingung sepertinya dia sedang berbahagia hari ini.


"Kau kenapa?"Tanya johny bingung,karena biasanya pria bermata hijau itu selalu memasang ekspresi datar diwajah tampan nya itu,Dan lihat sekarang wajah itu dihiasi senyuman belum lagi matanya yang menyorotkan begitu banyak kebahagiaan.Itu bukan dirimu sekali dude


Ariel menunjuk dirinya dengan jari,memang ada apa dengan nya?"I'm oke"


"Tapi wajahmu berkata lain"Ucap johny seraya menuangkan Margarita kedalam gelasnya,lalu duduk kembali menghadap pria tampan disamping nya"Apa karena Arabella?"


"Kau ben--"Ucapannya terhenti ketika melihat nama arrabella tertera dilayar ponsel,panggilan masuk!Pria itu mengkode johny dengan tangan seolah mengatakan tolong diam yang hanya dibalas anggukan ringan oleh johny.Ariel tersenyum geli apakah memang seperti ini rasanya jatuh cinta?saling merindu padahal hanya baru beberapa jam tak jumpa?..huh ariel tak menyangka jika ia akan jatuh secepat ini.


Ariel menggeser ikon hijau,menyambungkan panggilan.lalu meletakan benda pipih itu diindra pendengarannya"Hallo"


"A-riel"


Ariel mengernyit heran entah disini yang terlalu berisik atau memang suara arrabella memang sangat kecil,kenapa terdengar seperti suara orang yang sedang ketakutan"Ada apa baby"


"Tolong aku"


Membuat ariel berada dalam mode cemas seketika,tolong?ada apa?..bukankah baru beberapa jam yang lalu ia mengantarnya dengan selamat.banyak hal buruk yang berkecamuk didalam kepalanya tapi ariel ini bukan waktunya berasumsi"Kau kenapa?"Suara nya diirngi kekhawatiran.


"bisakah kau jemput aku"Ucapnya pelan bahkan ariel sempat ingin mengumpat karena suara itu hampir tak terdengar"Tolong jemput aku digerbang belakang mansion,aku menunggumu"


"Hallo Ar--"


Telfon terputus,Damn!Kekhawatiran nya semakin memuncak ariel sangat takut jika sampai hal buruk terjadi pada gadis yang baru beberapa jam lalu menjadi wanitanya,tanpa pikir panjang ariel menyambar kunci mobil nya diatas meja bahkan pria tampan itu tak menghiraukan johny yang berteriak memanggil namanya.


Supercar Yellow metalic itu melaju dengan kecepatan maksimal membelah jalanan kota london,beruntung jalanan lenggang jadi ariel bisa mengendara dijalan layaknya jalan nenek moyang.



"Damn!aku bersumpah akan membunuh siapapun yang berani menyakitimu ara!"Umpat ariel ketika lagi lagi arrabella tak menjawab telfon nya,yang semakin membuatnya menginjak pedal.jika saja ini komik sudah pasti saat ini mobil mewah itu dikelilingi aura hitam.


"Shit!"