Arrabella

Arrabella
Prolog



~Hidup adalah pertanyaan bagaimana kau menjalani nya adalah jawaban~Natalie kaisara.


-


-


-


Tengah hari kota jakarta seakan panas membara.Cakrawala berpijar ditengah petala langit.Tanah dan debu seakan menguapkan bau neraka.Hembusan angin dan polusi bergulung gulung menambah panas udara semakin tinggi dari detik ke detik.Banyak orang yang terlihat bereduh dibawah pohon rindang atau didepan ruko ruko yang berjajar untuk menghindari sengit nya matahari siang ini.


Ramalan cuaca mengumumkan Tiga puluh sembilan derajat celsius!Apa tidak gila!?Dalam kondisi cuaca tak tak nyaman seperti ini pasti sangat malas untuk keluar rumah bukan?Bahkan hanya untuk sekedar mencari makanan.


Dengan tekad bulat,setelah mengusir semua rasa malas-malasan!Natalie bersiap untuk keluar.Tepat satu siang ia harus sudah berada di Red apple cafe yang terletak di jalan otto iskandardinata,jakarta timur untuk bekerja.ia harus datang sangat tidak enak jika absen hanya karena malas dan panas.Bisa bisa ia dipecat!Ck enak saja...


Tidak mudah untuk natalie bisa bekerja ditempat itu.karena sang pemilik tidak memasukan sembarang orang untuk bekerja ditempatnya.beruntunglah karena dia diberkati rupa yang mampu membuat semua orang iri dan wajah cantik nya menjadi salah satu spot yang menarik perhatian orang lain apalagi pria.


Dia natalie kaisar seorang siswa di SMA bhakti mulya yang genap menginjak usia delapan belas tahun.tahun ini setelah melalui ujian nasional ia akan resmi lulus dan melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.Memiliki rupa bak dewi,seakan tuhan tak menyimpan sedikit cela saat menciptakan nya.



Terlahir dari keluarga sederhana yang sangat jauh dari kata harmonis apalagi sempurna.Natalie menggunakan tangan nya untuk menutupi wajah cantik nya dari sengatan cakrawala.ia berjalan setengah berlari ke halte bus yang tak jauh dari rumah nya.Apapun yang terjadi ia harus bekerja!Menghasilkan uang untuk biaya hidup dan sekolah nya.tekad nya dalam hati.


Gadis cantik itu mengumpat dalam hati menerobos masuk pada pintu bus tak peduli seberapa banyak orang yang mengantri.Semoga tidak terlambat!Tapi ia tak yakin sebab lima menit sudah menyingkir dari angka dua belas.waktu yang tersisa hanya lima belas menit lagi.sedangkan perlu waktu dua puluh lima menit untuk sampai ditempat kerja nya!Bagaimana tidak gila?.


Jalanan kota jakarta yang tak bisa diperkirakan membuat nya terus terusan merapalkan doa dalam hati.Kondisi jakarta siang itu benar benar tak membuat nya untung.


****


Paris,Francis


Cahaya matahari menerobos masuk melalui cela tirai kamar yang didominasi warna grey tersebut.Nathan mengerjapkan mata berkali kali menetralisir cahaya.kelopak matanya tertutup kembali menandakan ia benar benar malas untuk bangun pagi ini.Tapi suara gaduh yang entah asalnya darimana seolah benar benar berkompromi dengan cahaya matahari untuk membangunkan seorang Nathaniel Adijaya.


"Astaga ini masih terlalu pagi Ardana!"



Nathan mengambil bantal untuk menutupi wajahnya dan kembali mencoba bergelung dengan rasa kantuk tapi usaha nya sia sia.karena music yang berdentam keras dibawah penthouse benar benar mewarnai aksi sipembikin onar.


Dia Nathaniel adijaya pria berusia dua puluh dua tahun,Yang memiliki hobi travelling atau menghabiskan uang untuk hal hal yang tak berguna.bersyukur saja karena ia terlahir dari sendok emas yang tak akan berkurang nominal uang didompetnya.sekalipun dipakai untuk berkeliling dunia.Ahh Kau terlalu berlebihan thor!.


Nathan masih terlalu lelah semalam ia harus pulang larut sebab ada sesuatu yang tak bisa ditahan dan memaksanya untuk pulang malam.Jadi mohon biarkan ia tidur!Sepertinya suara music itu tak cukup membuat ketenangan seorang nathan terganggu.sekarang dering ponsel diatas nakas mulai mengusiknya.


"Maaf mengganggu waktunya tuan muda,saya Roby pelayan pribadi tuan besar rickard"


Suara disebrang line telfon itu benar benar menarik paksa kesadaran seorang nathan.pria itu terduduk seraya satu tangan nya memegang pelipisnya yang tiba tiba saja terasa pening.Jika pelayan itu sudah menelpon nya berarti ada hal yang tak biasa.


"Ada apa?"


Satu alis nathan terangkat dan satu tangan nya tampak memukul pelan kepalanya memastikan jika yang saat ini terjadi adalah nyata dan bukan mimpi semata.


"Mr rickard meminta anda untuk segara kembali tuan!Ada sesuatu yang perlu ia bicarakan"


Suara disebrang itu terdengar ragu.semua orang tau jika nathan sangat benci jika kesenangan nya terganggu.Tapi pesan harus disampaikan bukan?Karena ini bukan menyangkut suka atau tidak nya melainkan kepercayaan.


Nathan menghembuskan nafas lelah,Kakek nya tak pernah berubah.pria tus itu sangat berambisi sekali mendorong nathan menduduki kursi kepemimpinan dan nathan tak menyukai itu"Baiklah,aku akan pulang"Ucapnya pasrah.


Toh,tak ada rugi nya juga kan?


"Baikah akan saya sampaikan kabar bahagia ini tuan muda.semoga hari anda menyenangkan"


Sambungan line telpon terputus.Nathan bergegas memakai sandal dan keluar dari persembunyian nya.bersiap memberikan perhitungan pada si pembikin onar!Meskipun apartement ini kedap suara tetap saja kan itu mengganggu pendengaran nya?Ahh nathan benci sekali.


"Kau pikir ini club malam dimana kau bebas memutar music sekeras ini"Suara lantang nathan mengudara mengisi setiap sudut ruangan ketika alunan music beat ini dimatikan.


Menyadarkan ardana jika disini ia tak tinggal hanya seorang diri masih ada orang lain yang perlu ia hargai.Nathan lupa kenapa tuan muda keluarga Rahardian ini bisa menjadi teman nya sesosok pria tampan yang telat dewasa.


"Aku tak mendengar apa yang kau bicarakan"


Sialnya pria dengan hodie hitam itu tak terlalu mengindahkan apa yang nathan ucapkan.tangan mulus itu tampak sibuk memainkan pinggir gelas seolah menunjukan--Ini jauh lebih menarik dari amarahmu nath--.


"Jika kau tak mendengar seharusnya kau juga tak menjawab jerk!"Nathan berjalan lalu menjatuhkan tubuh nya diatas sofa grey ini"Aku akan pulang"


"Kau marah padaku?"Ardana mengalihkan parhatian nya,mata coklat itu menatap nathan dengan tatapan meminta penjelasan.Come on ini baru hari kedua mereka tiba disini dan nathan bilang ia akan pulang?yang benar saja.


Nathan tergelak lihat memang nya ada pria dewasa yang memiliki pemikiran sedangkal iti?"Kau pikir aku akan marah hanya karena hal sepele seperti itu?Kau becanda Ar"


"Lalu?"


"Granpa"Ucapnya nathan santai yang dibalas anggukan ardana seolah kata itu saja sudah cukup untuk menjelaskan semua pertanyaan nya.


Continued...