Arrabella

Arrabella
Chapter 12



Udara lembab pagi begitu menyeruak menusuk hingga ketulang rusuk,ditemani matahari terbit diarah istana buckingham.puncak bigben sangat sempurna,warna emas menyala dari pantulan cahaya diujung utara istana Westminster tempat Bigban berada.bukan dari cahaya ligthing lampu.pemandangan menara setinggi 96,3 meter itu terlihat tampak sempurna.



Sesuai apa yang diucapkan ariel diline telfon tadi hari ini pria tampan itu akan membawa arrabella jonshon pergi jalan jalan,dan kali ini Bigben adalah tujuan nya sesuai dengan permintaan arrabella.


"Tunggu!"


Arrabella reflek berbalik menghentikan langkah nya menatap ariel dengan bingung"Apalagi?"



"Kau yakin ingin berjalan kaki?"Ariel menatap Ara dengan ragu,gadis ini benar benar menjungkir balik kan hidup nya.haruskah Ariel memberitahu nya jika dia adalah Seorang billionaire ternama dinew york!Jadi bagaimana bisa pergi dengan hanya menggunakan alas kaki sedangkan mobil nya saja berjajar tak terhingga"Kau tidak akan lelah?"



Ara mendengus menatap malas padanya ini sudah ketiga kali nya pria itu menanyakan hal sama"Anggap saja kita sedang olahraga"Jawaban arrabella pun masih tetap sama seperti pertama kalinya ariel bertanya.


Ariel hanya bisa menghela nafas pasrah,wanita ini berbeda tak seperti nona muda keluarga kaya pada umumnya.satu yang ariel tangkap dari kejadian ini jika memang pada dasarnya tak semua manusia sama.


Mereka kembali melanjutkan langkah nya yang sempat tertunda,suasana diseputaran bigben memang tak terlalu ramai karena mungkin sebagian manusia waras masih melakukan runititas pagi nya,dan entah setan apa yang merasukinya sehingga ara Mau mau saja menuruti ide gila ariel jalan jalan dipagi buta bahkan saat matahari baru sebagian menampakan sinarnya.


"Boleh aku bertanya?"


Ara mencebikan bibirnya tanpa menghentikan langkah nya"Bukankah dari tadi juga kau sudah banyak bertanya?"


"Apakau sudah terbiasa seperti ini?"Membuat satu alis ara terangkat tak paham dengan ucapannya"Maksud ku berjalan kaki seperti ini?apakau sudah terbiasa?"


Membuat kepala ariel tertarik keras untuk menatapnya dengan pandangan mata penuh tanya,sedangkan arrabella tampak masih dengan aktivitasnya menghirup dalam udara pagi hingga memenuhi paru paru nya"Kenapa?"


"Karena daddy tak pernah mengijinkanku memakai mobil,bahkan untuk membayar uang kuliah ku saja aku harus bekerja"Ucapnya tanpa sadar,lalu sedetik kemudian arrabella menutup mulutnya yang sudah dengan lancang nya mengatakan hal yang tidak seharusnya,apalagi itu adalah ariel yang notabe nya masih orang asing untuknya.


Ara memukul pelan bibirnya,Merutuki kebodohannya yang selalu ceroboh dalam menjaga kata.Sedangkan ariel hanya menggeleng tak percaya dengan apa yang baru gadis itu ucapkan"kau serius?"


Pertanyaan itu bagai bom waktu yang bisa meledak kapan saja,arrabella mempercepat langkah nya tidak berani menjawab atau pun membalas tatapan ariel.mungkin selamanya ia tak akan berani.ariel tak menyerah pria itu juga mempercepat langkah nya tak sulit untuk nya sebab kaki kecil arrabella bukanlah apa apa untuknya.


"Jawab pertanyaanku!"Kini ariel sudah berjalan bersisian dengan nya yang entah sudah sejak kapan ia berada disana"Kau tidak perlu takut,karena aku adalah temanmu"


Membuat arrabella makin gelagapan,ini adalah masalah pribadinya dan orang lain tak berhak mengetahuinya.tetapi mendengar kata teman entah mengapa mampu membuat bibirnya gatal ingin sekali mengatakan kisah pahit kehidupan nya"I-ni masalah pribadiku kau tidak perlu tau,apalagi ikut campur"Ucapnya dengan ketus sembari berjalan dengan langkah tergesa.


Tentu jawaban itu membuat ariel tak puas,dengan satu kali gerakan ariel menarik tangan mungil nya dan tak butuh waktu lama untuk Arrabella berada dipelukannya"Kau tau Ara semua akan terasa ringan jika kau mau membaginya"Ariel mengusap lembut rambut pirang nya dengan penuh sayang"Aku akan selalu ada disisi mu bahkan ketika seluruh dunia tak lagi berpihak padamu"


Ara tampak membeku dipelukannya,Bibir yang dibaluti lotion itu benar benar berhasil pertahanan nya goyah"Aku mengerti akan tetapi didalam kehidupan ada yang dinamakan ketidakadilan,dan aku adalah salah satu orang yang merasakan hal itu"Ucapnya pelan karena suara nya tertahan oleh dada bidang pria yang sedang mendekap tubuh kecilnya.


"Takdir masih bisa kau lawan Ara,dan ketidakadilan masih bisa kau utarakan"


Arrabella melepaskan rengkuhan nya ia merasa tak nyaman dengan tindakan ariel yang sangat agresif menurutnya"Aku hanyalah gadis lemah dan rapuh aku tak memiliki kekuatan untuk melakukan hal itu"Suara arrabella terdengar serak matanya yang memerah menjelaskan bahwa saat ini ia sedang menahan tangis.


Ariel memandang wajah nya lekat mata nya tertuju pada tatapan bola mata biru itu,tatapan sendu yang sama saat pertama kali ariel melihatnnya.untuk beberapa saat ia tampak menikmati ukiran wajah cantik yang sangat sempurna menurutnya.


Pandangan mereka saling bertaut pada satu garis lurus"aku akan mencoba berusaha menjadi alasan untuk kekuatanmu"