Arrabella

Arrabella
Chapter 18



"Tidak juga"Arrabella berdiri diatas trotoar berharap ada sebuah taxi lewat,ia harus segera pergi dan menghindar dari manusia lucifer ini.belum lagi jam sudah menunjukan hampir pukul 9 malam jika sampai Mr jonshon tau Ara masih keluyuran dijalanan tamatlah riwayatku


Bukan ariel nama nya jika ia menyerah,apapun yang sudah ia klime menjadi miliknya tetap miliknya dan apapun yang terjadi harus jadi miliknya.dasar gila!Apalagi setelah mengetahui ciuman pertama arrabella ia yang mendapatkan nya seperti ada ribuan kupu kupu berterbangan didalam hatinya,bahagia tak terkira.bahkan ariel pun sempat bingung apakah ini benar dirinya atau orang lain?..


"Jujur lah baby"Suara serak ariel menelusup kembali kedalam indra pendengaran Ara,hingga membuat gadis itu menoleh dengan tatapan tajam nya"Kau hanya perlu mengatakan kau mau menjadi wanitaku"bisik ariel tepat dibelakang telinga Ara hingga membuat bulu kuduk gadis itu naik tanpa diminta.


"Ini sudah malam tuan sebaik nya anda pulang!!"Ara mendorong tubuh ariel menjauh darinya dengan siku ketika melihat sebuah taxi sudah berhenti didepan nya,Arrabella merasa sangat lega karena akhirnya ia bisa terlepas dari pria brengsek ini.Tapi entah bagaimana caranya pria ini sudah bisa duduk manis disamping nya dengan menutup pintu taxi.huh benar benar tak tahu malu


"Jawab dulu pertanyaan ku bby"


Ariel kembali terkekeh ketika melihat arrabela memutar bola matanya,terlihat sangat menggemaskan.lalu sedetik kemudian mata biru itu berubah menatap ariel tajam,seolah siap memakan nya hidup hidup"Ara is not dear"Ucap nya dengan penuh penekanan,gadis cantik itu bahkan sudah tak peduli lagi dengan tatapan heran dari driver didepan saking kesalnya.


"But soon you will be my lover"Ucap Ariel dengan nada geli nya,Ariel benar benar mengingikan nya hanya saja ia tak pernah serius dalam mengatakan atau melakukan apapun karena mungkin itu sudah jadi ciri khas nya.mengertilah ara.


"In your dream"Ucap nya ketus arrabella setelah mengatakan itu ia memalingkan wajah nya kesamping,menikmati semilir angin malam yang menerpa wajah cantik nya seraya menatap kemacetan.pemandangan bigben yang mengagumkan seketika mampu membuat semua kesal nya perlahan sirna seketika.



Terbesit rasa kecewa dihati ariel ketika arrabela mengatakan hal itu,apakah ia tak mengerti perasaan nya?"Sesulit itukah kau menerima ku Ara?"Ucap nya pelan bahkan nyaris tak terdengar,suara yang tadinya terdengar sangat angkuh kini perlahan melemah.


Eh!Apa ini?


Menarik keras kepala ara untuk menatapnya,tatapan mata sendu ariel seketika mampu membuat seluruh oksigen didalam mobil itu menghilang entah kemana.apakah arrabella terlalu kasar saat berbicara?Gadis cantik itu menghela nafas pelan bukan ia tak mau hanya saja kehidupan sudah menjelaskan padanya jika cinta tak sebaik itu,Arrabela tak siap terjatuh untuk kedua kalinya setelah cinta pertama nya sendiri yang selalu menyakiti nya.ayahnya


"Ariel"Arrabella menatap sendu manik hijau yang selalu membuat nya merasa terhipnotis itu,butuh waktu beberapa detik untuk ariel menatap matanya sampai akhirnya mata kedua nya saling bertaut pada satu garis lurus"Hidupku tak semudah apa yang kau lihat,kau adalah lelaki pertama yang dekat dengan ku.aku sungguh benci mengatakan ini..Tapi ariel hidupku cukup rumit aku tak bisa mencintai siapapun lagi setelah keluarga ku sendiri yang menghancurkan hati ku sendiri"


"...."Hening


Ariel membisu setelah mendengar kata itu keluar begitu saja dari bibir arrabella,ariel yakin arrabella sedang tak berakting untuk menolaknya.karena sorot mata dan cairan bening itu benar benar membuktikan kesakitannya.Melihat arrabella menangis ariel merasakan desiran aneh dalam tubuh nya.dalam hati ia bertanya tanya seperti apa kehidupan nya yang sebenarnya,keluarga jonshon sangat sulit untuk dihadapi apalagi Mr Jonshon yang sangat mencintai privasi.


"...."Arrabella bungkam.


"Aku tau mungkin ini sedikit gila,tapi aku benar benar menginginkan mu ara!"


"Bukankah new york adalah gudang nya wanita cantik?"Menarik napas dalam,arrabella merasa sesak saat mengatakan nya"Kenapa harus aku?"


"Aku tak suka barang gudang"Ucap nya datar tanpa melepas tatapan nya pada mata biru yang kini sedang menatap nya sendu"Aku lebih suka singa betina yang mengagumkan seperti mu"Inilah ariel yang asli baru saja beberapa saat mereka berbicara layaknya manusia normal,kini lucifer itu sudah berubah lagi menjadi simenyebalkan.


Arrabella menatap nya tajam,apa katanya?singa betina..tolong siapapun bantu jelaskan bagian mana dari wajah nya yang mirip seperti singa?Astaga,ada ada saja!"Kauuuu!!!"Arrabella memalingkan wajah sembari bersidekap dada dengan bibir mengerucut lucu,membuat ariel tak mampu menyembunyikan tawa nya bahkan sampai membuat beberapa orang yang sama sama terkena kemacetan menatap nya aneh.


Memang gadis dewasa mana yang mengerucutkan bibir nya saat marah?


Gelak tawa ariel memenuhi seluruh ruangan didalam taxsi bahkan mampu membuat driver didepan ikut tertawa sembari menggelengkan kepala"Berhenti menertawakan ku!"Ucap arrabella dingin pelan tapi penuh peringatan,gadis cantik itu sudah kehabisan stok sabar nya hari ini belum lagi ariel yang selalu saja merusak suasana yang beru tercipta.apakah pria itu tak bisa serius sehari saja?


"Aku serius"Gelak tawa itu sirna seketika ariel menatap lekat lekat mata bulat arrabella dengan intens,membuat arabella merinding seketika.


"A-pa?"Reflek gadis cantik itu memundurkan duduk nya hingga membentur kaca jendela,dan tanpa sadar dengan nakal nya tangan ariel menyelusup kedalam pinggang kecilnya.benar benar membuat arrabella merinding


"Katakan jika kau mencintaiku!"


"Jika aku mengatakan aku mencintaimu,belum tentu kau akan mengataka--"


Terkejut itulah yang arrabela rasakan ketika bibir nya sudah dibungkam apalagi belum selesai menyesaikan kata,tapi itu hanya persekian detik ciuman ariel benar benar memabukan.tanpa sadar arrabella membalasnya meskipun kaku tapi gadis itu tetap berusaha.taxsi dan driver didepan menjadi bukti betapa manisnya ciuman itu.


Ariel menatap manik arrabella lekat lekat napas nya terengah tapi senyum diwajah tampannya merekah sempurna"Ara dengar!"Ucapnya tegas"Aku mencintaimu"Kata itu meluncur begitu saja tanpa tau apa arti yang sebenarnya,arrabela tertegun sejenak bahkan ia sendiri tak tahu perasaan apa yang ia miliki untuk ariel seperti apa.