Arrabella

Arrabella
Chapter 5



Hentakan music dj mengudara kesetiap penjuru ruangan didalam club malam itu,terdengar gelak tawa dari semua umat manusia yang berada didalam sana baik itu lucu maupun tidak.


Namun kebisingingan itu sama sekali tidak mengusik hati yang saat ini tengah gundah,Giovanni Arielda Fernandes hidupnya sangat sempurna.Terlahir sebagai pewaris perusahaan terbaik di new york,lalu tubuh yang atletis dan wajah nya yang tampan seakan membuatnya tak pernah mengalami apa itu duka nestafa.


Namun siapa sangka jika selama ini ia hidup dalam kebrengsekan,masa lalu kelam yang membuatnya masuk terjerumus dalam kepahitan permainan takdir dunia.perceraian orang tuanya belasan tahun lalu membuatnya tumbuh menjadi pria brengsek yang tak pernah cukup satu wanita.


Wanita!,Ah sepertinya berbicara tentang wanita Ariel jadi teringat kembali dengan kejadian tadi siang saat bertemu dengan wanita itu.ada getaran aneh saat mata biru wanita itu menatap nya,tatapan nya teduh dan menenangkan bagi siapapun yang melihatnya.


Damn!..ariel menggelengkan kepala nya berkali kali mencoba membuang jauh jauh pikiran tentang wanita itu.Ck,tidak seharusnya pertemuan itu terjadi benar benar merepotkan!.


Ariel mengangguk kan kepala nya ringan mengikuti alunan musik dan menyesap segelas margarita ditangan nya.Raganya memang bersemayam dikeramain itu namun pikiran nya tetap tertuju pada tatapan sayu wanita itu,meskipun sudah berkali kali ia menempis dari kepalanya.


"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu,dude?"


Johny MacMillan mendekatkan bibir nya tepat ditelinga Ariel karna mustahil bisa berbicara normal dengan music sekeras ini.Ariel mengibaskan tangan nya seolah memberi tanda jika ia tak mau diganggu saat ini.


Dan tindakan nya mengundang gelak tawa dari johny"Come on dude,apakau gagal menabur benih malam ini?"johny terkekeh geli sembari menyesap rokok ditangan nya.


Ariel berdecih lihat siapa yang berbicara!Haruskah Ariel bertanya secara terang terangan siapa yang selalu gagal dalam menabur benih selama ini?Hell..jika saja ia tak terlalu menyayangi nyawanya sudah pasti ia akan melakukan hal itu.


"Bukankah pertanyaan itu lebih pantas untuk mu jerk"Ariel mencibir dan sontak mendapat pukulan ringan dikepalanya dari johny..Tolong areil!Itu memang kenyataan tapi haruskah ia mengatakannya dengan begitu jelas seperti itu.


Johny merengut kesal mengabaikan cibiran ariel yang jika terus dilanjutkan akan membuat harga dirinya semakin terinjak.oke kejadian malam itu adalah hal paling memalukan didunia menurutnya,bahkan Johny sempat berharap jika malam itu tak pernah ada.Ck,bagaimana bisa seorang Johny McMillan gagal menaklukan wanita.sulit dipercaya


"Kau belum menjawab pertanyaan ku!"


"Pertanyaan pertama yang tadi sempat kau alihkan"


Well..haruskah ariel memberitahunya?namun sebelum itu ia harus menyiapkan telinga dan hatinya,karna tidak menutup kemungkinan jika pria tampan disamping nya ini akan menertawainya dan menabur kan kata kata mutiara padanya.apalagi jika itu menyangkut seorang wanita Hell..mungkin setelah itu ia harus langsung masuk dan bersembunyi dilubang neraka menghindari cibiran dari para boykiller dunia mengingat dia adalah pria paling tidak baik dimuka bumi.


"Kau yakin ingin tau,mr Mcmillan?"Tanya ariel seraya menuangkan margarita kedalam gelas bening yang sudah terdapat es batu didalam nya.


Johny mengernyitkan alis..Apakah benar yang sedang berbicara dengan nya sekarang adalah Giovanni Arielda Fernandes?,"Pertanyaan macam apa itu,bukankah selama ini tidak pernah ada rahasia diantara kita?"Johny menyipitkan mata memandang Ariel penuh selidik tidak salah kan jika ia curiga?Bahkan mereka akan saling terbuka untuk hal hal yang--ahh sudah lah tak perlu dijelaskan.


"Maap Mr,McMillan tapi kali ini masalah nya berbeda"Balas Ariel santai namun tidak untuk johny yang semakin dirundung penasaran dalam hatinya.


"Ck,Aku sudah bisa menebaknya"Johny melipat tangan nya diatas meja,mencoba menggoda Ariel namun sepertinya gagal karena pria tampan itu tampak biasa saja dengan wajah datar nya.


Ariel menopang wajah nya diatas meja menampilkan senyum manis yang Johny yakini akan mampu membuat wanita manapun tunduk dibawah kakinya,Jika saja johny wanita dia juga pasti akan masuk dalam daftar wanita idaman nya.namun sayang,Pria tampan itu tak suka bermain pedang.


"Benarkah?Tolong jelaskan apa yang kau tau Mr McMillan!"Ucap Ariel sembari memainkan pinggir gelas dengan telunjuknya,baginya itu jauh lebih baik dari pada mendengar ocehan johny yang menurutnya tiada ujung nya.


"Hmm..mungkin itu soal cinta"Johny menjeda kalimat nya meneliti dengan jelas raut wajah Ariel yang mulai tampak berubah"Mungkin ya mungkin,Itu baru saja mungkin"Johny mengeluarkan asumsinya entah itu benar atau tidak,sebab hanya ada dua kemungkinan manusia berubah.yang pertama adalah uang dan kedua adalah cinta,yang kedua mungkin yang paling tepat karna jika uang Ariel sudah memiliki segalanya bahkan mungkin tak terhitung jumlah nya.


Kalimat yang terlontar dari johny mampu membuat ariel termenung.Cinta!ah,cinta benarkah itu cinta?Tapi Ariel rasa itu bukan cinta apalagi ini hanya baru pertemuan pertama.tapi entah kenapa tatapan sayu itu benar benar tak bisa hilang dari ingatannya.


Ariel tergelak menyembunyikan perasaan berbeda didalam hatinya"Apa itu cinta?Apakah itu mainan baru mu jon?"


"Jangan mengelak!Aku sudah mengenalmu lama"