
"Kemana saja kau kemarin,Ara?"
Danes menatap sinis Kepada arrabella,bagaimana tidak seharian tak ada kabar belum lagi saat danes bertanya pada seana jawaban nya adalah tidak ada.Danes tidak bermaksud menjadi Posesive friends hanya saja tak biasanya arrabella seperti itu dan danes khawatir akan hal itu.
"Aku pergi dengan seseorang"Ucapnya dengan wajah berseri,ternyata ariel tak semenyebalkan yang dia pikirkan.pria tampan itu sangat humble dan menyebalkan adalah ciri khas nya.
"Dengan pacarmu?"Danes menghentikan ucapannya seraya berfikir"Kau punya pacar?"
Nada bicara danes membuat ara sedikit tersinggung.Tolong Ara memang jomblo tapi reaksi yang ditunjukan danes terlalu sangat berlebihan!Ingat ya ara jomblo bukan berarti tak laku hanya saja ia terlalu memilih untuk tidak jatuh hati pada pria sialan.
"Kau terlalu berlebihan danes!"
"Ara aku serius!"
Danes meletakan bungkusan snack disamping nya gadis bermata hijau itu menatap ara dengan tatapan meminta penjelasan,teman yang arrabella punya hanyalah danes jadi tak salah bukan jika dia seperti itu?
"Siapa namanya?"Tanya nya lagi ketika arrabella sama sekali tak mengindahkan ucapannya.
"Ariel"
"Seorang pria?"Danes menatap arrabella tak percaya,jika iya berarti pria itu adalah orang pertama yang berhasil dekat dengan arrabella"Seriously?"
Arrabella memutar bola matanya malas memang benar seorang pria dan ini pertama kalinya juga ara bisa sedekat ini,Shit entah setan apa yang merasukinya selama ini banyak pria yang selalu mengajak nya Dinner atau sekedar pergi berkencan dan ara selalu menolak.tapi dengan ariel rasa nya sulit untuk mengatakan tidak"Hum"
"Dan kau langsung mau mau saja?"Suara nya kini naik beberapa oktav,arrabella menutup sebelah matanya lalu mengangguk pelan"Kau tidak boleh percaya begitu saja Ara,apalagi kepada seorang pria"
"Kau kenal dengan ku berapa lama danes?"Arrabela menatap sinis,inilah sulitnya memiliki teman yang sama sama tak pernah mencicipi manis nya jatuh cinta,sekalinya mendengar kata pria hebohnya seakan mendapat undian berhadiah puluhan juta,oke itu berlebihan babe"Aku memang baru mengenalnya beberapa hari tapi aku bisa pastikan jika dia adalah pria yang baik"
"Setidaknya kau--"
"Ara!"
Suara yang tidak asing itu menyela cepat danes yang sedang berbicara,mereka serempak membalikan kepala melihat siapa yang sudah dengan tidak sopan mengganggu ketenangan nya.
"Kak Alex"
"Kelas mu sudah selesai ara?"
"Sud--"
"Maaf siapa ya?"Belum sempat ara menyelesaikan kalimatnya tiba tiba alex menyela ketika mata grey itu menangkap kilat gadis cantik yang sedang mengerucutkan bibirnya kesal karena merasa terabaikan.
Danes memutar bola matanya malas masih ingat juga ternyata jika dia juga berada ditempat yang sama gadis cantik itu mengulas senyum tipis"Danes"ucap nya singkat seraya kembali duduk dibangku taman ia tak terbiasa berbaur apalagi so akrab dengan orang yang baru dikenalnya.
Arrabella tersenyum canggung ketika alex menatap nya bingung itulah danes"Perkenalkan namaku Alex,Kakak sepupu dari arrabella teman mu"Alex mengulurkan tangan nya sebagai perkenalan,danes meletakan makanan ringan ditangan nya lalu menjabat tangan dengan sopan.
"Kalian sodara sepupu?"Inilah danes yang asli selalu heboh dalam setiap situasi"Tapi arrabella tak pernah bercerita apapun padaku"Danes menatap tajam pada arrabella,membuat gadis itu menelan ludah yang terasa sekeras batu.Ck,Bagaimana bisa arrabella tak pernah bercerita jika mempunyai kakak sepupu setampan ini bahkan danes yakini jika alex jauh lebih tampan daripada william.
Danes normal juga ternyata ya.
"Mungkin ara terlupa"Suara alex terdengar begitu lembut,bahkan danes sampai bingung membedakan apakah pria tampan itu sedang bernyanyi atau berbicara.shit itu berlebihan danes
Ara hanya memberikan cengiran terbaiknya,ia tak lupa atau lebih tepat nya disengaja.ia hanya takut danes tak percaya,memang siapa yang tak kenal dengan alex Jonshon seorang pria dengan wajah tampan bak dewa yang menjelma menjadi supermodel dengan segudang bakat dan kemampuannya.Seorang pria yang selalu mengandalkan fisik dan harta ayahnya untuk menarik hati wanita.
"Maaf danes"Arrabela membuat wajahnya seimut mungkin agar danes tak marah padanya"Lagi pula sekarang kan kalian sudah saling kenal"
"Iya,tak masalah"
Tak ada percakapan lagi setelah itu,atau lebih tepat nya mereka saling terdiam menikmati Angin sepoi sepoi membuat suasana disana terasa syahdu.alex tampak terlihat canggung meskipun sangat sering berkencan dengan banyak wanita namun entah kenapa hari ini rasanya berbeda.
"Kak alex kenapa tiba tiba datang kekampusku?"Suara arrabella memecah keheningan,mata biru itu menatap pria yang sedang sibuk dengan ponsel ditangan nya.
"Aku sangat bosan"alex melirik sekilas sebelum menenggelamkan kesadaran sepenuhnya pada game virtual itu"Jadi aku berinisitif datang kekampusmu saja"
"Owh.."Arrabella membulatkan bibirnya membentuk hurup O"Bukankah kakak sudah ada janji dengan Anna?"Arrabella bertanya sekaligus mengingatkan.
"Tidak"