
Koridor universitas oxford tampak ramai siang itu banyak para mahasiswa yang berlalu lalang,baik sekedar mengobrol atau pun makan bersama.
Dua orang gadis tampak berjalan santai sambil mengobrol ria,tak memperhatikan sekeliling jika saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian.memang siapa yang rela melepas pandangan nya dari Arrabella jonshon dan Danesya smith,yang notabenya gadis cantik bak bidadari dengan nama belakang yang menjadi nilai plus nya.
Sempurna hanya satu kata itulah yang mampu mewakili mereka saat ini.
Saking asyik nya berbicara hingga tanpa sadar danes menabrak seseorang yang ia yakini seorang pria,hingga membuat gadis yang memakai jaket jeans itu jatuh terduduk dilantai batu yang keras.
"Sorry"ucap pria itu lirih nyaris tak terdengar,alih alih membantu wanita yang ditabraknya pria itu malah menatap seorang gadis yang berdiri persis didepan nya.
Siapapun yang melihatnya akan tau jika itu adalah tatapan memuja,jelas saja memang siapa yang tidak akan terpukau dengan kecantikan seorang arrabella?mustahil jika ada lelaki normal yang tidak akan tertarik padanya!.
"Hey keparat sialan,Kenapa kau menjatuhkan aku?"Teriakan danes membuat semua orang menatapnya hingga arrabella yang berada disamping nya hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahnya.
Danesnya gadis tergila yang pernah ia kenal,ia bisa marah tanpa sebab.apalagi seperti ini pria itu sengaja menjatuhkannya.
"Aku sudah minta maap,aku juga tidak sengaja"pria itu berkata dengan wajah tak bersalahnya,bahkan tatapan matanya pun masih tetap pokus pada gadis yang saat ini menundukan wajahnya karna malu.
Danes mengeram pelan terdengar helaan nafas yang keluar dari mulut nya sedangkan arrabella tampak mulai panik,karna jika sudah seperti ini akan sangat sulit menghentikan seorang danesya smith"Apa aku pikir dengan meminta maap,akan mengurangi rasa malu ku?"
Danes berdiri dan menyerahkan tas selempang nya pada ara.ia bahkan tak peduli dengan banyak pasang mata yang melihat kearahnya,memangnya kenapa?dia sedang memperjuangkan martabat nya sebagai seorang wanita.jatuh seperti itu memang tak terlalu sakit tapi malunya,bahkan mungkin harga dirinya masih tertinggal dilantai itu.
Pria itu tak peduli lagi,dari pada memikirkan perkataan danes yang menurutnya terlalu banyak sensor.tiba tiba ia menggumankan lagu kebangsaan menurutnya itu jauh lebih baik daripada mendengar gadis itu berbicara.
"Ternyata selain tidak punya attitude yang baik,anda juga pengecut ya!"
Danes tersenyum miring melihat pria itu terdiam,bahkan danes tak tau ekspesi seperti apa yang ditampilkan pria itu saat ini.lihat saja penampilannya dari mulai sepatu,hodie,celana dan masker semua nya berwarna hitam dan lebih pantas disebut style kepemakaman.
Bahkan Ara sempat berfikir untuk memasukan danes kedalam tas saja,karena gadis ini tak akan pernah berhenti jika ia belum puas.
"Danes sudahlah lagi pula diakan sudah meminta maap"Suara Lembut yang keluar dari bibir Ara bagaikan angin sejuk untuk pria itu,suara nya benar benar menenangkan bagi siapapun yang mendengarnya.
"Tapi dia harus diberi pelajaran ara"Danes hendak melangkahkan kaki nya maju namun,buru buru tangan nya dicekal oleh ara.jika tidak dihentikan sudah bisa dipastikan jika universitas ini akan hancur karna kemarahannya.
"Danes sudah ya,please kita pergi sekarang!aku sudah terlambat"
"Tunggu!"Pinta pria itu
Grezzzz...Ara tak habis pikir disaat ia mati matian menyelamatkan nya dari serangan macam betina,malah pria itu yang menghentikannya.sepertinya pria itu memang benar benar cari mati ditempat ini.
Mereka berbalik langkah nya terhenti,buru buru Ara menyembunyikan tubuh kecil danes yang memang sedikit lebih pendek darinya dibelakang punggung nya untuk menghindari kekacauan selanjutnya"Ada apa?"
Danes hendak menghampiri nya namun cekalan pada lengan nya begitu kuat,hingga ia tak bisa melakukan apapun selain pasrah.
"Siapa namamu?"
Ara mengernyitkan alis nya dia pikir pria ini akan meminta maap,namun nyata nya tidak"Arrabella"Ucapnya singkat sebelum benar benar berlalu dari sana,meninggalkan pria yang masih berdiri mematung ditempat itu.
Sepanjang perjalanan danes tak henti hentinya mengumpat,mengeluarkan sumpah serapah yang seharusnya tak Ara dengar.bahkan saat ini kuping arrabella pun tampak memerah akibat keras nya suara nya.
"Kau terlalu berisik danes!"
"Kenapa kau menghentikan aku ara?!"
Ara mendelik tajam kearahnya,dia bilang kenapa?apa danes tidak sadar jika akibat dari ulah nya bukan hanya akan berdampak padanya tapi Ara juga pasti akan merasakannya.Dia berani bertaruh jika apa yang baru saja terjadi saat ini pasti sudah sampai ketelinga keluarganya.
"Mungkin setelah ini aku harus mempersiapkan telinga dan hatiku untuk mendengarkan dongengan mommy ku"
Pernyataan sederhana itu mampu membuat hati kecil danes sedikit tersentil.dia lupa jika tindakan terpuji yang baru saja ia lakukan bukan hanya danes yang akan menanggung nya.
Danes tidak masalah jika sampai berita itu sampai ketelinga tuan smith karena sudah bisa ia pastikan dia tidak akan marah,karena baginya ini sudah lah hal biasa.tapi ara,karna kemarahannya dia lupa jika keluarga mereka berbeda.
"Maafkan aku ara"ucap danes lirih ia merasa sangat bersalah padanya,tidak seharusnya tadi Ara terlibat dalam masalahnya.
"Sudahlah danes,kau tau kan kalau aku ini sekuat baja?"
Ara menepuk dada nya menyombongkan dirinya,dan itu membuat danes menyesal karna telah mengkhawatirkannya.