
Ara tergelak pelan melihat perubahan wajah kesal pria didepannya"Maaf tuan aku tak bermaksud menghinamu tapi--"Ara menggantungkan kalimatnya tampak berfikir mencari kata tepat"Jika dilihat dari tampilan mu tidak salahkan jika aku berpikir seperti itu?"
Ariel mendengus memang tidak salah tapi apa harus mengatainya sebagai preman juga?menurut nya asumsi pertama jauh lebih baik dari pada yang kedua,setidaknya disangka artis jauh lebih baik daripada seorang preman.Ck menyebalkan"Memang apa yang salah dari penampilan ku?Lagi pula mana ada preman setampan diriku"Ariel menyisiir rambut nya kebelakang mencoba memperlihatkan sisi ketampanan nya.
Ara berdecak kesal jika saja ada nominasi pria dengan tingkat kepercayaan diri paling tinggi didunia Ara yakini jika pria ini akan masuk dari deretan paling atas"Ya ya ya terserah kau saja tuan"Ara mengangkat kedua tangan nya keudara meminta pengampunan agar pria itu segera mengakhiri pidatonya saat ini.
"Jadi kau sudah mengakui kalau aku itu tampan nona?"
Dan tentu saja deretan kalimat sederhana itu mengundang tatapan tajam dari ara untuk pria itu,oh gud mimpi apa aku semalam"Tolong jelaskan bagian mana dari perkataan ku yang mengakui kalau kau itu tampan!"Ucap ara dengan bentakan kecil yang membuat pria itu semakin menarik ujung bibir nya untuk menciptakan senyum yang lebih lebar.
Menyenangkan
"Tiga kalimat terakhir yang baru saja kau ucapkan"Ucap Ariel dengan wajah tak berdosa nya yang Ariel yakini jika sebentar lagi wanita itu akan mengeluarkan taring nya.
Dan benar saja
Ara melemparkan satu bungkusan snack tepat kearah wajah pria yang berakhir dengan mengenai ujung pelipisnya,Membuat Ariel mengaduh bukan sakit tapi karna pria tampan itu terlalu shock.Ini pertama kalinya dalam hidupnya seorang wanita melemparnya dengan makanan,luar biasa wanita ini benar benar langka.
"Itu pertanyaan bukan pernyataan tuan"
Mode kemarahan ara sudah berada dipuncak nya,dengan gerakan kesal Ara mengambil tas selempang diatas kursi yang tadi sempat ia duduki,secepatnya Ara harus segera pergi dari tempat ini berlama lama disini tak akan baik untuk kesehatan jantung nya.
"Hei nona kenapa kau harus marah,aku hanya becanda"Ariel berjalan mengikuti kemanapun langkah Ara pergi,dan tentu tindakan nya membuat ara semakin meradang.
Ara menghentikan langkah nya berbalik menatap ariel dengan tatapan tajam"Arrabella namaku Arrabella"menghentikan ucapannya tatapan berganti menjadi memperingati"Berhenti memanggilku nona"sambung nya seraya melanjutkan langkah nya yang sempat tertunda
****
"Kau kenapa?Kulihat mood mu sedang jatuh ke inti bumi hari ini?"
Ara memutar bola matanya jengah Teman nya ini terlalu berisik untuk suasana hati nya yang buruk hari ini,Ara mengibaskan tangan nya memberi tanda untuk gadis itu tak mengganggunya.ia tak ingin Danes yang tak berdosa terkena api kemarahannya.
"Ara,aku sedang berbicara dengan mu!"Suara danes mulai naik beberapa oktav melihat ketenangan Ara,Karena tak biasanya gadis itu seperti ini.
"Harusnya itu pertanyaanku Ara!"
"Oh.."Balas ara sekenanya,mata biru itu mengalihkan pandangan nya kedepan tidak berani menatap kesamping,sebab ia sudah yakin jika danes sedang berada dipuncak amarahnya sekarang.
"Aku baik baik saja Danes,kurasa kau terlalu kepo"Ucapnya dengan menggunakan bahasa indonesia diakhir kalimat yang Ara yakini jika nona muda Keluarga Smith ini tak akan mengerti.
"Kepo itu apa ya?"Danes tampak berfikir keras ia mengerti bahasa indonesia secara garis besar nya saja,meskipun banyak orang indonesia dikampus yang sama dengan nya tapi Danes tak pernah tau kebudayaan nya.
Ara tergelak kencang melihat temannya mengetuk ngetuk dagu dengan jarinya karena berpikir akan ucapannya"Bagaimana Nona muda apakau mengerti?"
Danes menggeleng polos karna memang ia tak tau itu artinya apa,whatever dia juga tak akan pernah mau tau"Tidak"Danes mengalihkan topic mencoba mengabaikan sikepo yang menurutnya sangat tidak penting untuk dibicarakan"Jadi kau kenapa Ara?"
"Aku baik baik saja danes"Ucapnya lirih Ara memang tak berniat memberitahukan tentang apa yang ia alami hari ini pada sahabatnya,dengan mengingatnya saja sudah membuat ia ingin sekali marah.astaga
"Ya,aku tau kau baik Ara"Danes merubah posisi nya kesamping untuk berhadapan dengan gadis yang susah sekali diterka isi kepalanya"Tapi bagaimana dengan hati mu?"
Dan tanpa sadar ucapan danes membuat Ara tertawa keras,Tuhan sejak kapan seorang danes membicarakan perihal hati?Ara berpikir apakah insiden kemarin membuat danes menjadi gila?atau gadis itu sedang jatuh cinta?..sepertinya yang pertama lebih klise untuk dijadikan alasan.
Danes menoyor kepala Ara dengan buku yang ada ditangan nya membuat gadis bermata biru itu mengaduh kesakitan,apakah ada yang salah dengan kata kata nya?"Rambutku"Dengus Ara karna pukulan dari buku itu membuat rambut pirang nya berantakan.
"Apa ada yang lucu dari ucapan ku?"
"Tentu"Ucapnya disela sela merapihkan rambutnya"aku hanya berpikir sejak kapan seorang danes memikirkan soal hati?"
"Apakau sedang jatuh cinta danes?"Ara mencongkan wajahnya menatap danes dengan penuh selidik.
Dan itu membuat danes kembali memukul pelan kepalanya dengan buku yang cukup tebal,berharap Ara segera kembali dapat kewarasannya"Ah sudahlah berbicara dengan mu hanya akan menguras tenaga ku saja"Ketus Danes yang mulai tampak jengah.
"Kau mau jatuh cinta juga tidak apa apa,kan tidak ada salahnya".