
"Dasar bodoh"
Dipagi yang sama kabut hitam sedang menyelimuti mansion mewah keluarga jonshon,bentakan dan amukan itu benar benar menodai sinar matahari yang bersinar terang diatas sana.
"Sayang tenang lah,jangan marah marah"ucap Mrs jonshon menenangkan seolah memperingati jika marah marah dipagi hari itu bukanlah suatu hal baik,bahkan seana dan william pun hanya bisa terdiam jika Mr jonshon sudah mengeluarkan taring nya.
Tak menghiraukan ucapan wanita yang sudah menguasai hidup nya itu,Mr joshon beralih menatap seana dan william yang diam seribu bahasa"Apa kalian sudah menghubungi nya"Bentak mr jonshon setengah berteriak,membuat seana dan william terjingkat kaget.bahkan seana terlihat seperti ingin menangis.
"Sudah dad"Ucap mereka berbarengan.
"Rose ambilkan ponsel ku"Pinta mr jonshon tegas,membuat rose buru buru berlari kearah sofa dimana benda pipih itu tergeletak disana,jika mr jonshon sudah menyebutnya hanya dengan nama itu artinya emosi nya sedang tak main main.
Rose berjalan setengah berlari ketika sudah mendapatkan apa yang diminta dengan cepat ia menyerahkan pada suaminya tak mau menunggu lama.
Michael jonshon menekan nama Arrabella yang tertera didalam ponsel nya,butuh beberapa saat untuk panggilan itu terhubung.bahkan tanpa segan pria paru baya itu mengirimkan pesan yang berisi ancaman.
"Hallo"
Suara itu terdengar tenang dan tanpa beban,membuat kemarahan mr jonshon semakin memuncak"Dimana aku anak tak tau diri"Bentakan itu membuat bulu kuduk semua orang yang ada disana merinding tanpa diminta"Pulang atau jika tidak akan kuhancurkan teman mu itu"
Belum lagi mata biru yang menghitam itu tampak sekali dipenuhi kabut amarah,benar benar membuat semua orang tak berani mendekat bahkan hanya untuk sekedar melihat.
"Atas dasar apa kau bisa menghancurkan sahabatku"Terdengar suara wanita itu dipenuhi keangkuhan,membuat mr jonshon menggertakan giginya"Kita lihat saja kau yang akan menghancurkan ku atau aku yang akan menghancurkan mu"
Marah mr jonshon benar benar marah,Pria parubaya itu tak pernah menyangka jika akan direndahkan oleh anak ingusan yang tak tahu apa apa.belum lagi ketenangan arrabella yang membuatnya semakin meradang"Kau sedang mempropokasiku?"Bentak nya yang tak tahu lagi dengan cara apa ia harus melampiaskan amarah nya"Kau lupa siapa aku?"
"Apa kau juga lupa siapa aku?"Ucap nya santai tanpa memperdulikan emosi mr jonshon yang meledak ledak"Jangan mencariku lagi,Bukankah kalian sangat mencintai uang?Maka sudah kuberikan jadi tolong biarkan hidup ku tenang!".
"Tapi aku belum tena--"Sambungan telfon terputus yang semakin menambah level amarahnya,membuat semua orang merinding entah siapa lagi yang akan terkena imbasnya"Damn!berani nya kau rubah kecil".
"William lacak dimanapun keberadaan nya,jangan biarkan dia lari dengan membawa informasi!"
****
"Bagaimana keputusanmu ara?"Tanya ariel memecah keheningan yang tampak sangat canggung sebab johny ada disana,Pria itu menolehkan kepala kesamping melihat Ara yang hanya mengaduk makanan nya tanpa minat.
"Dia teman ku,tidak ada yang perlu dikhawatirkan kau bisa percaya padanya"Ucap nya lagi Ariel menyadari ketakutan Ara,Tapi johny bisa dipercaya menurutnya.
"Bicaralah aku akan keluar"Johny sudah berdiri dari duduk nya hendak pergi,namun arrabella mencekal tangan nya seolah memberinya isyarat untuk tetap tinggal.
"Duduk lah"Pinta nya"Maaf karena sikap ku tadi,jangan tersinggung"Membuat johny tersenyum lalu kembali pada posisi duduk nya.
Ariel menopang wajah nya dengan tengan,lalu berdehem keras dengan tatapan pokus pada tangan arrabella yang masih tetap mencekal tangan kekar johny.membuat arrabella tampak kikuk karena sadar akan kesalahan nya.sedanhkan johny pria tampan itu tertawa keras karena tau pria sedingin es batu itu sedang cemburu.
"Kau cemburu?"Tanya johny disela tawa nya,membuat ariel berdecak malas bisakah johny jangan terlalu memperjelas ucapannya?Dan mau tak mau tindakan nya itu membuat arrabela juga ikut tertawa.
"Tidak"Ucap nya singkat,lalu mata hijau itu menatap arrabella tajam seolah mengatakan diam"So how is it dear?"Mengalihkan pembicaraan Ariel tak memberi celah untuk johny menggoda nya lebih jauh.
"Tapi kau tak berniat untuk menjualku kan setelah aku ikut dengan mu kesana?"Tanya Ara mendekatkan wajah nya dihadapan ariel menatap ariel penuh selidik,yang kembali mengundang tawa dari johny pria tampan itu tak habis pikir ternyata masih ada perempuan yang berfikir sampai sejauh itu.
Ariel memutar bola matanya malas tak habis fikir dengan jalan pikiran wanita ini"Kurasa wajah tampan ku sangat tak cocok untuk dijadikan seorang penjahat baby"
Sontak kalimat singkat itu membuat johny menghentikan tawa nya seketika berganti dengan eksresi malas"Aku terlalu percaya diri dude!"Ucap johny seraya mengambil kembali satu potong roti sandwitch yang tadi belum sempat ia makan.
"Kau benar"Ucap arrabella membenarkan apa yang dikatakan johny,demi tuhan arrabella amat sangat tak menyukai pria yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
Ariel mendelik tajam apakah tak ada yang berpihak padanya saat ini?"Ara!"Rengek nya dengan mata yang dibuat setajam mungkin seolah ia juga butuh keadilan saat ini.
"Aku akan ikut dengan mu Tapi.."Arrabella terdiam sejenak seraya berfikir,membuat ariel dan johny mengkerutkan alis penasaran"Berjanjilah kau tidak akan menyakitiku"Lalu mengangkat kelingking kehadapan ariel,meminta pria itu mengucapkan janji.
astaga seperti anak anak saja
"Aku berjanji"Jawab nya dengan senyum mengembang,mau tak mau ariel mengaitkan jari nya di jari arrabella.